GarudaXpose.com | Lumajang – Anggota Polsek Pronojiwo Polres Lumajang melaksanakan kegiatan pengamanan dan pendampingan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Sidomulyo di kawasan wisata Air Terjun Tumpak Sewu, tepatnya di dasar Sungai Kali Glidik II, Desa Sidomulyo, Kecamatan Pronojiwo, Kamis (23/4/2026).
Kegiatan yang merupakan bagian dari Program Polisi Ketok tersebut dimulai pukul 08.00 WIB hingga selesai, dengan melibatkan dua personel, yakni Briptu Kevin R dan Bripda Alfian. Fokus utama kegiatan ini adalah melakukan pemantauan serta pencegahan praktik pungutan liar (pungli) di area dasar sungai yang menjadi akses wisatawan menuju lokasi air terjun.
Kapolsek Pronojiwo AKP Soegeng Susanto mengatakan bahwa kegiatan pendampingan ini merupakan bentuk komitmen Polri dalam mendukung pengelolaan wisata desa yang aman, nyaman, dan bebas dari praktik ilegal yang merugikan masyarakat maupun wisatawan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Kami hadir untuk memastikan tidak ada praktik pungli di kawasan wisata Tumpak Sewu, khususnya di jalur bawah sungai Kali Glidik II. Ini penting agar citra pariwisata tetap terjaga dan masyarakat merasa aman,” ujar AKP Soegeng Susanto saat dikonfirmasi.
Ia menegaskan bahwa kawasan wisata unggulan seperti Tumpak Sewu harus dikelola secara profesional dan transparan, termasuk oleh BUMDes setempat. Menurutnya, pengamanan yang dilakukan juga sebagai upaya preventif guna menghindari potensi gangguan kamtibmas di lokasi wisata yang kerap ramai dikunjungi wisatawan domestik maupun mancanegara.
“Selain pengamanan, anggota kami juga memberikan imbauan kepada pengelola dan masyarakat agar bersama-sama menjaga ketertiban serta tidak melakukan pungutan di luar ketentuan yang telah ditetapkan,” tambahnya.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau aman, tertib, dan kondusif. Tidak ditemukan adanya praktik pungli di lokasi yang menjadi sasaran pemantauan. Kegiatan pendampingan berjalan lancar serta mendapat respons positif dari pengelola BUMDes maupun masyarakat setempat.
Kapolsek juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga keamanan lingkungan, khususnya di destinasi wisata yang menjadi salah satu ikon Kabupaten Lumajang.
“Sinergi antara aparat, pemerintah desa, dan masyarakat sangat diperlukan agar kawasan wisata tetap aman, bersih, dan memberikan manfaat ekonomi bagi warga sekitar,” pungkasnya.














