Warga Kelurahan Bakungan Banyuwangi Miliki Pengelolaan Sampah Ramah Lingkungan

- Penulis

Senin, 8 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com|BANYUWANGI – Di tengah tantangan persoalan sampah yang dihadapi banyak daerah, warga Kelurahan Bakungan, Banyuwangi, menunjukkan bahwa sampah tidak harus berakhir di tempat pembuangan akhir. Dengan pengelolaan yang dilakukan secara mandiri dan melibatkan berbagai elemen masyarakat, sampah rumah tangga di Bakungan mampu diolah menjadi produk bernilai ekonomi sekaligus mendukung kebersihan lingkungan.

 

Kelurahan Bakungan dikenal sebagai salah satu wilayah yang aktif mengembangkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. KSM Joger Blambangan mengelola Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS 3R) tersebut sejak Juni 2023 dan melibatkan berbagai unsur masyarakat, mulai dari warga, pemuda karang taruna, tokoh masyarakat, hingga ibu-ibu PKK.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Warga diedukasi pengolahan sampah mulai dari dibiasakan dengan memilah sampah dari rumah. Memilah mana yang organik dan anorganik 

 

“Smapai sekarang terus kami edukasi. Tidak mudah, tapi harus terus dibiasakan dari skala rumah. Agar memudahkan petugas di TPS untuk mengolahnya,” cerita Plt. Lurah Bakungan Prasetyo Suhartono kepada Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat mengunjungi lokasi tersebut, Minggu (7/6/2026). 

 

Prasetyo menjelaskan, TPS 3R Omah Olah Sampah saat ini melayani sekitar 3.000 warga. Layanan yang diberikan mencakup pengambilan sampah rumah tangga, pengolahan sampah organik dan anorganik, produksi berbagai hasil olahan sampah, hingga edukasi pengelolaan sampah bagi masyarakat.

 

Setiap hari, TPS 3R tersebut menangani sekitar 1,2 hingga 2 ton sampah rumah tangga. Dari jumlah tersebut, sekitar dua kuintal sampah organik diolah menjadi berbagai produk yang memiliki nilai tambah.

 

“Sampah organik yang telah dipilah kami manfaatkan untuk pakan maggot, kompos, dan pupuk organik cair. Maggot kemudian digunakan sebagai pakan ternak seperti ayam, bebek, dan lele yang juga dibudidayakan oleh KSM, serta dijual kepada masyarakat,” beber Prasetyo.

 

Hal itu mendapat apresiasi dari Bupati Ipuk karena level kelurahan mampu mengolah sampah warganya secara mandiri. 

 

“Bakungan ini menjadi contoh bagaimana persoalan sampah bisa diselesaikan dari tingkat kelurahan. Kuncinya ada pada kepedulian dan gotong royong warga. Ini adalah praktik baik yang bisa direplikasi di desa lain,” kata Ipuk.

 

Ipuk mengaku pihaknya terus mendorong agar desa dan kelurahan di Banyuwangi memiliki pengolahan sampah secara mandiri untuk mendukung TPS3R kapasitas besar yang telah ada. Banyuwangi telah memiliki TPS3R berkapasitas pengolahan puluhan ton tiap harinyR di Balak Songgon, TPS Tembokrejo Muncar, hingga TPS3R Kareta yang tengah dibangun.

 

“Seperti di Bakungan ini, sampah yg organik telah diselesaikan di sini. Baru yang residu dikirim ke Balak. Kalau masyarakat terlibat aktif seperti di Bakungan, sampah bukan lagi menjadi problem serius, bahkan bisa menjadi sumber manfaat bagi lingkungan maupun ekonomi warga,” kata Ipuk.  

 

Inovasi lain yang dikembangkan Bakungan adalah sistem bank sampah digital melalui aplikasi Abank Sayang (Bank Sampah Masyarakat Bakungan). Aplikasi tersebut berisi pencatatan tabungan sampah warga, mulai dari pendaftaran, penimbangan, hingga konversi menjadi saldo. Saat ini tercatat sekitar 140 warga menjadi nasabah aktif bank sampah, mulai dari ibu-ibu PKK hingga siswa sekolah dasar.

 

“Warga cukup membawa sampah yang sudah dipilah ke TPS 3R untuk ditimbang. Nilainya langsung tercatat dalam aplikasi sebagai saldo tabungan. Saldo tersebut dapat dicairkan dalam bentuk uang tunai maupun ditukar dengan berbagai hadiah,” tutup Prasetyo. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bupati Lumajang Ir.Indah Amperawati,M.Si, Melantik Belasan Pejabat Daerah guna Dorong Efektivitas Birokrasi
Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori
Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro
Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan
Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram
Pemerintah Desa Tempeh Tengah Lumajang Tetapkan RKP Desa 2027, TNI-Polri Kawal Transparansi Pembangunan
Penetapan RKP TA 2027, Pemerintah Desa Wonotoro Siap Bekerja Bersama Rakyat
Angin Kencang Saat Kebakaran Bambu di Perumahan Bogowonto, Damkar Probolinggo Langsung Bergerak

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 23:12 WIB

Bupati Lumajang Ir.Indah Amperawati,M.Si, Melantik Belasan Pejabat Daerah guna Dorong Efektivitas Birokrasi

Rabu, 16 September 2026 - 19:04 WIB

Penusukan di Jalan Patuan Anggi, Polres Sibolga Tangkap Terduga Pelaku di Pinangsori

Rabu, 16 September 2026 - 10:55 WIB

Pelantikan Kadus Hamit di Pendopo Desa Pondokdalem, Kades Sumaryono Hadir Bersama Tiga Pilar dan Sekcam Kecamatan Semboro

Rabu, 16 September 2026 - 06:24 WIB

Warga Desa Lumut Maju Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai, Polisi Lakukan Penyelidikan

Rabu, 16 September 2026 - 06:20 WIB

Dini Hari di Pinangsori, Polisi Ringkus Pemuda Diduga Pengedar Sabu 0,39 Gram

Berita Terbaru