GARUDAXPOSE.COM | LUMAJANG — Gunung Semeru di Jawa Timur kembali menunjukkan aktivitas vulkanik. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat terjadinya erupsi pada Sabtu (12/9/2026) malam pukul 22.53 WIB, dengan tinggi kolom abu teramati mencapai kurang lebih 300 meter di atas puncak atau 3.976 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal yang bergerak condong ke arah timur laut.
Berdasarkan rekaman seismogram, erupsi ini memiliki amplitudo maksimum 15 milimeter dan berlangsung selama kurang lebih 2 menit 28 detik.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Hingga saat ini, status Gunung Semeru masih bertahan di Level III (Siaga).
Menanggapi kondisi tersebut, pihak otoritas mengeluarkan sejumlah rekomendasi keselamatan penting bagi warga setempat maupun wisatawan:
Sterilisasi Sektor Tenggara:
Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Di luar radius tersebut, masyarakat diminta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 kilometer.
Pembatasan Radius Puncak:
Aktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Semeru dihentikan total guna mengantisipasi bahaya lontaran batu pijar.
Waspada Banjir Lahar: Masyarakat di sekitar DAS yang berhulu di puncak Semeru—seperti Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat—diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas guguran, aliran lava, serta potensi lahar dingin, terutama saat hujan deras turun














