GarudaXpose.com | Lumajang — Gunung Semeru di Jawa Timur kembali mengalami erupsi pada Kamis (10/9/2026) malam. Petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat letusan terjadi tepat pada pukul 18:58 WIB.
Meskipun tinggi kolom abu vulkanik tidak teramati secara visual, erupsi ini terekam jelas pada seismogram dengan amplitudo maksimum 22 milimeter dan durasi sementara sekitar 1 menit 59 detik. Saat laporan kebencanaan diterbitkan, aktivitas erupsi dilaporkan masih terus berlangsung.
Hingga saat ini, tingkat aktivitas Gunung Semeru masih dipertahankan pada Status Level III (Siaga). Mengingat potensi bahaya yang ada, pihak berwenang mengeluarkan sejumlah rekomendasi penting bagi masyarakat di sekitar kawasan lereng Gunung Semeru.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sektor Tenggara dan Besuk Kobokan, masyarakat dilarang keras melakukan aktivitas apa pun di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, batas aman beraktivitas berada minimal 500 meter dari tepi sungai. Hal ini untuk mengantisipasi perluasan awan panas guguran dan aliran lahar yang berpotensi menerjang hingga jarak 17 kilometer.
Radius bahaya puncak, area dalam radius 5 kilometer dari kawah utama disterilkan dari seluruh kegiatan warga guna menghindari risiko bahaya lontaran batu pijar.
Potensi Lahar dan Awan Panas, warga diminta terus meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman awan panas, guguran lava, dan aliran lahar di sepanjang lembah sungai yang berhulu di puncak, khususnya di daerah aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai sekitarnya.
PVMBG mengimbau warga sekitar untuk tetap tenang, mematuhi arahan petugas di lapangan, dan hanya memantau perkembangan informasi resmi melalui pos pengamatan gunung api setempat.













