Sejak 2011, Beasiswa Pemkab Banyuwangi Bantu 3.920 Mahasiswa

- Penulis

Rabu, 9 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | BANYUWANGI – Pemkab Banyuwangi terus memperluas akses pendidikan tinggi bagi putra-putri daerah melalui program beasiswa. Sejak digulirkan pada 2011 hingga 2025, tercatat sebanyak 3.920 mahasiswa telah mendapat beasiswa untuk menempuh pendidikan di berbagai perguruan tinggi di Indonesia.

 

Program tersebut kembali dilanjutkan pada 2026, melalui Beasiswa Banyuwangi Progresif. Tahun ini, sebanyak 613 putra-putri Banyuwangi mendaftar dan mengikuti proses seleksi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani mengatakan, pendidikan merupakan salah satu investasi penting untuk membangun kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) daerah.

 

“Pendidikan menjadi salah satu perhatian kami. Kami ingin anak-anak Banyuwangi memiliki kesempatan untuk bisa meraih pendidikan setinggi mungkin. Karena itu, program beasiswa terus kami lanjutkan dan kembangkan sesuai dengan kebutuhan,” kata Ipuk, Senin (7/9/2026).

 

Menurut Ipuk, pemberian beasiswa tidak hanya ditujukan untuk membantu meringankan biaya pendidikan. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan dapat membuka kesempatan bagi generasi muda Banyuwangi untuk mengembangkan potensi dan kompetensinya.

 

Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 dibuka melalui sejumlah skema. Di antaranya jalur afirmasi bagi mahasiswa yang baru memasuki perkuliahan, beasiswa berlanjut bagi mahasiswa yang sedang menempuh pendidikan, serta beasiswa bagi dokter yang melanjutkan pendidikan spesialis.

 

Program tersebut juga menyasar sejumlah bidang yang dinilai penting bagi pembangunan daerah. Salah satunya sektor kesehatan, dengan program studi meliputi Keperawatan, Kebidanan, Gizi, Sanitasi/Kesehatan Lingkungan, Psikologi, Apoteker/Farmasi, dan Kedokteran Umum.

 

Pemkab Banyuwangi juga memberikan kesempatan bagi dokter untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) maupun dokter gigi spesialis.

 

Sejumlah program spesialis yang menjadi prioritas antara lain Jantung dan Pembuluh Darah, Saraf (Neurologi), THT-KL, Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi, Orthopedi dan Traumatologi, Kedokteran Jiwa, Urologi, Penyakit Dalam, serta Mata.

 

“Kami juga meminta para penerima beasiswa, khususnya di sektor kesehatan, untuk nantinya mengabdi di Banyuwangi. Harapannya, mereka bisa ikut memperkuat ketersediaan tenaga kesehatan, khususnya dokter spesialis, di Banyuwangi secara berkelanjutan,” kata Ipuk.

 

Selain bidang kesehatan, Beasiswa Banyuwangi Progresif juga mencakup sejumlah bidang lainnya, yakni Pendidikan, Teknologi Produksi Tanaman Pangan, Teknik dan Infrastruktur, Ekonomi Kreatif dan Pariwisata, Ilmu Sosial, Hukum, serta Perikanan.

 

“Bidang-bidang tersebut kami dorong karena memiliki peran penting dalam pengembangan Banyuwangi. Jadi, selain membuka akses pendidikan, beasiswa ini juga kami arahkan untuk memperkuat kapasitas SDM di berbagai bidang,” terang Ipuk.

 

Program beasiswa pendidikan pemkab telah berjalan sejak 2011. Dari tahun ke tahun, program tersebut terus dikembangkan dan disesuaikan dengan kebutuhan pendidikan serta pembangunan daerah.

 

Ditambahkan Plt. Kepala Dinas Pendidikan Banyuwangi Alfian, pelaksanaan Beasiswa Banyuwangi Progresif 2026 tercatat sebanyak 613 pendaftar. Dari jumlah tersebut, sebanyak 124 orang telah lolos seleksi administrasi yang dilanjutkan dengan tes psikologi dan wawancara.

 

“Penetapan penerima beasiswa sekaligus pengumuman hasil akhir seleksi dijadwalkan pada akhir September 2026,” kata Alfian.

 

Ia menjelaskan, beasiswa diberikan sejak peserta dinyatakan lolos seleksi hingga menyelesaikan pendidikan. Untuk program Kedokteran, beasiswa diberikan hingga semester 12, sedangkan program studi lainnya hingga semester 8.

 

“Beasiswa yang diberikan mencakup biaya pendidikan, biaya hidup, buku dan bahan ajar, riset atau penelitian, serta praktik,” pungkasnya. (Kevin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Preemtif Subsatgas Dikmas Melaksanakan Sosialisasi Melalui Radio Sakti FM Bangli
Polres Bangli Melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung-2026
Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang
Blokade Jalan di Sekitar Jembatan Pajarakan Jadi Sorotan, Penyebab Aksi Masih Ditelusuri
Sosialisasi Ops Patuh Semeru 2026 di SMPN 1 Jember, Tanamkan Kesadaran Tertib Sejak Dini
Kasat Lantas Polres Jember Pimpin Langsung Himbauan Tertib Lalu Lintas di Jl. A. Yani
Satpol PP Bangli Tertibkan Bangunan Kanopi Dan Tembok Di Jalan Usaha Tani Tegalalang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Satgas Preemtif Subsatgas Dikmas Melaksanakan Sosialisasi Melalui Radio Sakti FM Bangli

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Polres Bangli Melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung-2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Blokade Jalan di Sekitar Jembatan Pajarakan Jadi Sorotan, Penyebab Aksi Masih Ditelusuri

Berita Terbaru