GarudaXpose.com | Lumajang — PT Pertamina Patra Niaga memperkuat penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite untuk mengurai antrean panjang yang terjadi di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di kawasan Jember, Lumajang, dan sekitarnya, Jawa Timur.
Area Manager Communication, Relations dan CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menjelaskan bahwa antrean kendaraan memanjang sejak Sabtu (5/9) lalu akibat dua faktor utama: kendala logistik dan lonjakan konsumsi akibat aksi beli berlebihan (panic buying) oleh masyarakat.
Gangguan distribusi dipicu oleh kemacetan parah sepanjang 12 kilometer di jalur Ketapang, Banyuwangi. Kemacetan tersebut merusak skema waktu tempuh mobil tangki penyalur dari Integrated Terminal (IT) Tanjungwangi menuju SPBU sasaran.
”Kami memahami adanya antrean yang terjadi di sejumlah SPBU Jember, Lumajang, dan sekitarnya. Pertamina terus memperkuat penyaluran dan mengatur prioritas pengiriman, khususnya untuk SPBU di pusat kota,” ujar Ahad dalam keterangannya, Selasa (8/9).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Guna meredam kelangkaan dan mempercepat pemulihan stok (build up stock), Pertamina meningkatkan realisasi penyaluran Pertalite hingga 110 persen dari rata-rata konsumsi harian normal.
Selain meningkatkan volume pasokan, Pertamina Patra Niaga menerapkan strategi alih pasokan (supply switch) dengan mengerahkan armada bantuan dari IT Surabaya dan IT Malang. Langkah ini diambil untuk membackup suplai wilayah terdampak sekaligus memangkas hambatan akibat kemacetan di Banyuwangi.
Pertamina juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian setempat guna mengamankan kelancaran lalu lintas armada tangki serta memantau kondisi di lapangan secara berkala.
Masyarakat diimbau untuk tetap tenang dan membeli BBM sesuai kebutuhan normal agar tidak memperberat tekanan ketersediaan di SPBU. Publik juga diminta aktif mengawasi distribusi di lapangan dan melaporkan indikasi penyalahgunaan atau kecurangan pelayanan melalui Pertamina Contact Center 135














