GarudaXpose.com | Lumajang — Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebih (panic buying) menyusul tipisnya ketahanan stok bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan penugasan di wilayah tersebut.
Berdasarkan hasil pemantauan pasokan energi daerah per Sabtu (5/9/2026) pagi, ketahanan stok BBM jenis Pertalite dan Biosolar di Lumajang berada di tingkat mengkhawatirkan, yakni masing-masing hanya cukup untuk kebutuhan setengah hari (0,5 hari) dan 0,6 hari.
Data dari Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Sekretariat Daerah Kabupaten Lumajang mencatat ketersediaan Pertalite saat ini berada di angka 150,2 kiloliter (KL), sementara Biosolar menyisakan 117,3 KL.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kondisi ini menempatkan kedua jenis BBM kebutuhan publik tersebut pada posisi kritis jika tidak segera mendapat suplai tambahan dari distribusi harian Pertamina.
Di sisi lain, stok BBM non-subsidi terpantau jauh lebih aman. Ketersediaan Pertamax tercatat sebanyak 141,6 KL dengan ketahanan 3,9 hari, Pertamina Dex sebesar 28,7 KL (15,1 hari), dan Pertamax Turbo mencapai 42,4 KL yang diperkirakan bertahan hingga 53,2 hari.
Kepala Bagian Perekonomian dan SDA Setda Kabupaten Lumajang, Bonni Momenta, menegaskan bahwa estimasi ketahanan stok tersebut dihitung secara real-time berdasarkan angka konsumsi harian saat pemantauan dilakukan.
Pemerintah daerah memastikan terus berkoordinasi dengan pihak terkait guna mengamankan arus distribusi.
”Angka ketahanan ini adalah gambaran dinamis pada saat pemantauan pagi hari dan jangan diartikan sebagai batas pasti habisnya stok. Pasokan baru terus bergerak masuk sesuai jadwal distribusi Pertamina,” ujar Bonni dalam keterangan resminya.
Pemerintah Daerah mengimbau publik untuk memantau perkembangan ketersediaan energi melalui saluran data resmi demi mencegah spekulasi pasar serta menjaga kestabilan mobilitas warga dan logistik ekonomi daerah.












