GUNUNG SEMERU SIAGA: TERCATAT 29 KALI LETUSAN DAN DISERTAI HUJAN, PUNCAK TERTUTUP KABUT

- Penulis

Kamis, 10 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAXPOSE.COM | ​LUMAJANG — Gunung Semeru yang membentang di wilayah Lumajang dan Malang, Jawa Timur, terus menunjukkan aktivitas vulkanik yang dinamis.

Berdasarkan laporan resmi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada periode pengamatan Kamis, 10 September 2026, pukul 00.00 hingga 06.00 WIB, gunung tertinggi di Pulau Jawa tersebut masih berada pada Status Level III (Siaga).

​Selama enam jam pemantauan, Pos Pengamatan Gunungapi Semeru mencatat sebanyak 29 kali gempa letusan dengan amplitudo 10–22 mm dan durasi berkisar antara 73 hingga 162 detik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain itu, instrumen seismograf merekam 11 kali gempa guguran, 2 kali gempa hembusan, 3 kali tremor harmonik, serta 1 kali gempa tektonik jauh.

​Secara visual, visualisasi puncak kawah Gunung Semeru tidak teramati secara langsung lantaran tertutup kabut tebal (skala 0-III).

Kondisi cuaca di sekitar kawasan puncak terpantau mendung hingga hujan dengan intensitas curah hujan mencapai 11,4 mm per hari, disertai angin lemah yang bertiup ke arah barat laut serta suhu udara berkisar 19–20 °C.

​Menyikapi perkembangan tersebut, PVMBG mengimbau masyarakat untuk mematuhi zona bahaya yang telah ditetapkan:

​Sektor Tenggara (Besuk Kobokan): Warga dilarang melakukan aktivitas apa pun di sepanjang aliran Besuk Kobokan hingga sejauh 13 km dari pusat erupsi. Di luar jarak tersebut, batas aman aktivitas berada pada radius minimal 500 meter dari tepi sungai hingga jarak 17 km guna mengantisipasi perluasan awan panas dan aliran lahar.

​Radius Bahaya Puncak: Masyarakat dan wisatawan dilarang mendekati kawah/puncak Gunung Semeru dalam radius 5 km karena potensi bahaya lontaran batu pijar.

​Kewaspadaan Lahar: Potensi awan panas, guguran lava, dan banjir lahar dingin perlu diwaspadai di sepanjang daerah aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru, khususnya di aliran Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta anak-anak sungai sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengamat sebut Budaya Saling Tutupi dan Politik Uang Jadi Pemicu Maraknya Korupsi
Refleksi Dies Natalis ke-13 LSM PMPR Indonesia: Dadan Nugraha Meneguhkan Esensi Gerakan Sosial dan Integritas Kebijakan Publik
Gunung Semeru Level III Siaga, Kegempaan Didominasi Puluhan Kali Letusan
Gelar Apel Gabungan, Polresta Tangerang Siaga Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau
Masyarakat Kp Bojongloa Cisoka Lelah Liat Pengukuran, Jalan Tetap Tak Ada Perbaikan, Bupati Tangerang Minta Tinjau
LSM Lira Soroti Dugaan Aktivitas Tambang Ilegal di Kecamatan Salam
Antrean BBM di Jember dan Lumajang, Pertamina Pasok Pertalite hingga 110 Persen dan Alihkan Jalur Distribusi
Jalan Rusak Di Kp Cipari Cisoka Sudah kami Sampaikan Pada Bupati Dan Wakil Bupati Tangerang Dan sudah Terbalaskan, Ini Kata Wahyu Nugraha Sekretaris DPD Partai Golkar

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 03:05 WIB

GUNUNG SEMERU SIAGA: TERCATAT 29 KALI LETUSAN DAN DISERTAI HUJAN, PUNCAK TERTUTUP KABUT

Kamis, 10 September 2026 - 02:39 WIB

Pengamat sebut Budaya Saling Tutupi dan Politik Uang Jadi Pemicu Maraknya Korupsi

Rabu, 9 September 2026 - 06:45 WIB

Refleksi Dies Natalis ke-13 LSM PMPR Indonesia: Dadan Nugraha Meneguhkan Esensi Gerakan Sosial dan Integritas Kebijakan Publik

Rabu, 9 September 2026 - 05:08 WIB

Gunung Semeru Level III Siaga, Kegempaan Didominasi Puluhan Kali Letusan

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Gelar Apel Gabungan, Polresta Tangerang Siaga Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau

Berita Terbaru

Bali

Acara Indonesia Carbon and Biodiversity Summit 2026

Kamis, 10 Sep 2026 - 01:59 WIB