Dugaan Pungli di SDN Kukun Cikande, Wali Murid Minta Dindikbud Serang Segera Bertindak

- Penulis

Rabu, 3 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaexpose.com | Serang – Wali murid SD Negeri Kukun, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang terkait dugaan pungutan Rp 200.000 kembali mencuat. Kali ini sorotan mengarah pada peran Komite Sekolah dan Kepala Sekolah yang dinilai “tutup mata”.

“Ketua Komite dan Kepsek juga sama saja, seolah tutup mata. Akhirnya kami wali murid yang pas-pasan tetap harus bayar Rp 200.000,” keluh salah satu wali murid yang Namanya minta dirahasiakan. Selasa, 02/06/26.

Komite Sekolah Dinilai Tak Berfungsi

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah wali murid menilai Komite Sekolah SDN Kukun tidak menjalankan fungsinya sebagai penampung aspirasi. Padahal sesuai Permendikbud No.75/2016, Komite bertugas mengawasi dan menampung keluhan terkait biaya pendidikan.

“Pungutan Rp 200.000 ini diminta berulang. Seharusnya Komite yang terdepan menolak kalau itu pungli. Tapi ini malah diam saja,” ujar wali murid lainnya.

Redaksi telah berupaya mengkonfirmasi Kepala SD Negeri Kukun dan Ketua Komite Sekolah terkait aduan ini. Hingga berita diturunkan, belum terkonfirmasi resmi dari keduanya.

Dindikbud Serang Didesak Bertindak

Wali murid mendesak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Serang segera melakukan audit dan pembinaan.

“Komite itu harusnya melindungi wali murid, bukan tutup mata. Kalau Kepsek dan Komite diam, siapa lagi yang kami adukan? Tolong Dindikbud Serang usut tuntas,” tegas wali murid.

Diketahui, sekolah negeri wajib gratis. Pungutan hanya boleh berupa sumbangan sukarela melalui Komite, tanpa paksaan, transparan, dan sesuai musyawarah.

 

(Sp)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Periksa Dua Mantan Pejabat Dinsos dan Belasan Petugas PKH Brebes Soal Dugaan Korupsi Bansos Covid-19
Di Alun-Alun Brebes, Gus Bill Mengubah Bawang Merah Jadi Bahasa Hati
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan UMKM di Kota Tangerang, DPRD Usulkan Dua Raperda Inisiatif 
DPD Gerindra Sumut Buka Suara soal Pemakzulan Masinton, Sikap DPC Tapteng Disebut Tanpa Koordinasi
Refleksi Dies Natalis ke-13 LSM PMPR Indonesia: Dadan Nugraha Meneguhkan Esensi Gerakan Sosial dan Integritas Kebijakan Publik
DIDUGA ADA JUAL BELI AIR IRIGASI DI SKUNDER KALIPAHIT, WARGA TEGALDLIMO PERSOALKAN PUNGUTAN Rp50 RIBU
Melalui 110 Warga Melaporkan Kejadian Diduga Pencurian Sepeda Motor Di Perum Metro Munjul Solear, Gerak Cepat Jajaran Kepolisian Polsek Cisoka Datangi TKP

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:28 WIB

KPK Periksa Dua Mantan Pejabat Dinsos dan Belasan Petugas PKH Brebes Soal Dugaan Korupsi Bansos Covid-19

Rabu, 9 September 2026 - 15:36 WIB

Di Alun-Alun Brebes, Gus Bill Mengubah Bawang Merah Jadi Bahasa Hati

Rabu, 9 September 2026 - 10:55 WIB

Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang

Rabu, 9 September 2026 - 10:03 WIB

Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan UMKM di Kota Tangerang, DPRD Usulkan Dua Raperda Inisiatif 

Rabu, 9 September 2026 - 07:29 WIB

DPD Gerindra Sumut Buka Suara soal Pemakzulan Masinton, Sikap DPC Tapteng Disebut Tanpa Koordinasi

Berita Terbaru