Garudaxpose.com, Tapteng| Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gerindra Sumatera Utara menegaskan dukungannya terhadap stabilitas jalannya pemerintahan di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng). Gerindra juga mengajak seluruh pihak mengesampingkan kepentingan politik dan bersama-sama memperkuat proses pemulihan pascabencana di daerah tersebut.
Ketua DPD Partai Gerindra Sumut, Ade Jona Prasetyo, mengatakan partainya mendorong seluruh elemen untuk bersatu dan saling mendukung dalam menghadapi proses pemulihan Tapteng pascabencana.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Gerindra mendukung stabilitas jalannya pemerintahan di Tapteng. Gerindra mengajak semua pihak bersatu dan saling mendukung untuk pemulihan pascabencana di Kabupaten Tapteng,” kata Ade Jona Prasetyo dalam keterangannya, Selasa (8/9/2026).
Ade Jona juga memberikan penegasan terkait pernyataan DPC Gerindra Tapteng yang sebelumnya ikut dalam sikap bersama lima partai politik mengenai wacana pemakzulan Bupati Tapteng, Masinton Pasaribu.
Menurutnya, sikap yang disampaikan DPC Gerindra Tapteng tersebut dilakukan tanpa koordinasi dengan DPD Gerindra Sumut maupun DPP Partai Gerindra.
“Saya selaku Ketua DPD Partai Gerindra Sumut menyampaikan sikap DPC Gerindra Kabupaten Tapteng itu di luar koordinasi dengan DPD maupun DPP,” tegasnya.
DPC Gerindra Tapteng Tarik Pernyataan
Sebelumnya, lima partai politik di Tapteng, yakni Gerindra, NasDem, Golkar, PKB dan PAN, menyampaikan sikap bersama terkait wacana pemakzulan Bupati Tapteng Masinton Pasaribu.
Wacana tersebut mencuat dengan salah satu alasan yang disampaikan terkait rendahnya penyerapan APBD Kabupaten Tapteng tahun anggaran 2026.
Dalam video yang beredar di media sosial, Ketua DPC Gerindra Tapteng Hazmi Arif Simatupang menyampaikan kritik terhadap pengelolaan pemerintahan dan anggaran daerah.
“Kami duduk bersama dalam rangka menyikapi hal-hal yang saat ini sedang berkembang di Kabupaten Tapanuli Tengah, khususnya tentang kepemimpinan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu yang kami anggap lalai dan lemah di dalam menjalankan roda pemerintahan,” ujar Hazmi dalam video tersebut.
Hazmi saat itu juga menyoroti informasi mengenai realisasi penyerapan APBD Tapteng tahun 2026 yang disebut baru mencapai sekitar 30 persen hingga Agustus.
“Untuk itu kami lima partai ingin menyampaikan sikap bersama, pertama kami menyesalkan pengelolaan anggaran yang tidak profesional dan tidak mempunyai kemampuan dalam mengelola anggaran APBD,” katanya.
Namun, sikap tersebut kemudian ditarik oleh DPC Gerindra Tapteng.
Hazmi menyatakan DPC Gerindra Tapteng tidak lagi terlibat dalam sikap bersama lima partai politik tersebut.
“Saya Hazmi Arif Simatupang Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Tapanuli Tengah dengan ini menyatakan menarik pernyataan yang telah kami sampaikan di dalam sikap bersama 5 partai politik, Partai Golkar, Partai NasDem, Partai Gerindra, Partai PKB dan Partai PAN yang disampaikan beberapa waktu yang lalu,” ujar Hazmi.
“Dan untuk selanjutnya DPC Partai Gerindra tidak lagi terlibat di dalam sikap bersama tersebut,” sambungnya.
Masinton Minta Fokus Pemulihan
Sebelumnya, Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu juga telah merespons wacana pemakzulan yang mencuat.
Masinton mengajak seluruh elemen politik, pemerintahan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat untuk menghentikan tarik-menarik kepentingan politik dan mengarahkan energi pada pemulihan pascabencana serta pembangunan daerah.
“Mengajak seluruh elemen politik, lembaga pemerintahan, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan, serta seluruh masyarakat untuk bersama-sama menghentikan tarik-menarik kepentingan politik dan mengarahkan seluruh energi pada pemulihan bencana dan pembangunan daerah,” kata Masinton.(ps)











