Keterangan Foto:
MENDATA – Anggota Polsek Wanasari saat mendata kronologi kejadian kandang kambing yang terbakar dan menghanguskan puluhan kambing. Foto: Dok. Polsek Wanasari
BREBES,GarudaXpose.com//– Kebakaran hebat melanda kandang kambing di Desa Jagalempeni (Jagatamu Wetan) RT 03 RW 05, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Rabu (8/7/2026) pukul 14.30 WIB.
Kandang berukuran 3 x 6 meter milik Suyad dan Widno itu ludes terbakar bersama 25 ekor kambing yang berada di dalamnya. Dugaan sementara, api berasal dari korsleting listrik instalasi lampu di dalam kandang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan keterangan yang dihimpun, kebakaran pertama kali diketahui warga setelah melihat kepulan asap mengepul dari bagian kandang. Tak butuh waktu lama, api cepat membesar dan melahap bangunan yang sebagian besar materialnya mudah terbakar.
Saat kejadian, seluruh kambing tengah berada di dalam kandang. Kobaran api yang cepat menyebar membuat pemilik tidak sempat menyelamatkan ternaknya.
Melihat api semakin membesar, pemilik kandang segera meminta bantuan ke Pemadam Kebakaran Kabupaten Brebes agar tidak merembet ke rumah warga di sekitar lokasi.
Petugas damkar yang tiba di lokasi langsung berjibaku memadamkan api dibantu warga sekitar. Warga bergotong royong menggunakan peralatan seadanya ikut membantu proses pemadaman.
Api berhasil dikuasai dan dipadamkan sekitar pukul 15.00 WIB, atau kurang lebih 30 menit setelah kebakaran terjadi. Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam peristiwa tersebut.
Meski begitu, kerugian material ditaksir mencapai Rp20 juta akibat kandang dan seluruh ternak di dalamnya hangus terbakar.
Kapolsek Wanasari Iptu Joko Widiyanto mengatakan, begitu mendapat laporan, anggota piket Polsek Wanasari langsung mendatangi tempat kejadian perkara untuk melakukan pengecekan dan pengamanan lokasi.
“Petugas kepolisian kemudian berkoordinasi dengan Pemadam Kebakaran Kabupaten Brebes untuk memastikan proses pemadaman berjalan dengan aman hingga api benar-benar padam,” ujar Iptu Joko kepada GarudaXpose.com.
Ia menambahkan, setelah api padam, warga bersama petugas masih melakukan proses pendinginan di lokasi. Hal ini untuk mengantisipasi munculnya titik api susulan yang berpotensi memicu kebakaran kembali.
“Anggota kami juga melakukan pendataan terhadap kerugian serta mengumpulkan keterangan dari para saksi sebagai bagian dari proses penyelidikan awal,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan sementara, dugaan kuat penyebab kebakaran mengarah pada korsleting listrik yang berasal dari instalasi lampu di dalam kandang. Namun untuk penyebab pasti, pihaknya masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.
Di akhir pernyataannya, Iptu Joko mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan instalasi listrik, khususnya pada bangunan peternakan dan gudang.
“Jangan sampai kelalaian kecil menimbulkan kerugian besar. Pastikan instalasi listrik aman dan dilakukan pengecekan berkala,” pungkasnya.***
(4905)











