GarudaXpose.com | Lumajang – Ratusan warga Desa Tumpeng, Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lumajang, memadati jalan desa untuk mengikuti pawai tumpeng dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah, Sabtu (20/6/2026).
Kegiatan budaya dan religi yang telah menjadi tradisi tahunan tersebut berlangsung meriah dengan tetap mengedepankan keamanan dan ketertiban.
Sebanyak 30 tumpeng diarak oleh warga dari Dusun Tumpeng Timur menuju Lapangan Desa Tumpeng.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pawai yang diikuti sekitar 750 peserta itu menjadi daya tarik tersendiri karena menampilkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menyambut tahun baru Islam.
Untuk memastikan kegiatan berjalan aman, jajaran Polsek Candipuro bersama Koramil Candipuro dan anggota Linmas diterjunkan melakukan pengamanan di sepanjang rute pawai.
Pengamanan dimulai sejak kegiatan berlangsung pukul 14.30 WIB hingga selesai sekitar pukul 17.00 WIB.
Kapolsek Candipuro AKP Lugito mengatakan pihaknya menempatkan personel di sejumlah titik guna mengantisipasi gangguan keamanan maupun kemacetan selama pawai berlangsung.
“Pawai tumpeng ini merupakan tradisi masyarakat yang rutin dilaksanakan setiap tahun dalam rangka memperingati Tahun Baru Islam. Kami dari Polsek Candipuro bersama Koramil dan Linmas melakukan pengamanan agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, tertib, dan lancar,” ujar AKP Lugito kepada wartawan.
Menurutnya, tingginya antusiasme warga menunjukkan kuatnya nilai gotong royong dan kebersamaan yang masih terjaga di tengah masyarakat Desa Tumpeng.
AKP Lugito mengapresiasi seluruh peserta yang tetap mematuhi aturan selama kegiatan berlangsung sehingga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap kondusif.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang telah menjaga ketertiban selama kegiatan. Alhamdulillah, pawai berjalan dengan aman, lancar, dan tidak ditemukan gangguan kamtibmas yang berarti,” katanya.
Selain menjadi momentum peringatan 1 Muharram, pawai tumpeng juga dimanfaatkan masyarakat sebagai sarana mempererat silaturahmi antarwarga.
Sepanjang perjalanan, peserta membawa berbagai tumpeng hasil kreasi masing-masing dusun yang kemudian dipusatkan di Lapangan Desa Tumpeng.












