Lima Film Karya Sineas Muda Brebes Tayang di Padasugih, Angkat Budaya Lokal

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sineas Muda Brebes Tampilkan Identitas Daerah Lewat Layar Lebar

BREBES,GarudaXpose.com//-Lima film karya sineas muda asal Brebes, yaitu Tabet, Sawengi, Benta Benti, Berandal, dan Jendela, berhasil memukau ratusan warga dalam gelaran Brebes Night Creative (BNC) dan Ider Film. Acara tersebut berlangsung di Pelataran Balai Desa Padasugih, Kecamatan Brebes, pada Sabtu malam, 20 Juni 2026.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes ini tidak hanya menjadi ajang hiburan, tetapi juga menjadi ruang apresiasi konkret bagi pelaku industri kreatif daerah. Pemutaran film dikolaborasikan dengan berbagai pertunjukan seni tradisional, mulai dari tari, teater, hingga musik yang dibawakan oleh peserta didik TK, SD, SMP, serta sanggar seni lokal

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kepala desa Padasugih, Sugiharto, menyambut baik antusiasme warga yang memadati lokasi acara hingga selesai. Ia menilai film lokal memiliki peran penting sebagai media edukasi bagi generasi muda.

“Alhamdulillah antusias masyarakat sangat tinggi. Film-film lokal yang ditayangkan mengangkat legenda dan budaya daerah sehingga anak-anak dan generasi muda dapat mengenal asal-usul wilayahnya. Ini menjadi salah satu cara memperkuat kearifan lokal di tengah derasnya pengaruh budaya luar,” kata Sugiharto.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes serta para sineas muda yang telah menghadirkan hiburan edukatif bagi masyarakat.

Hal senada disampaikan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Brebes, Fajar Adi Widiarso, yang secara resmi membuka rangkaian acara tersebut. Menurutnya, tingginya minat masyarakat menjadi bukti bahwa film lokal memiliki potensi besar sebagai media pelestarian budaya sekaligus promosi daerah.

“Kami melihat antusiasme masyarakat yang luar biasa. Ini menjadi bukti bahwa masyarakat merindukan tontonan yang berkualitas, dekat dengan kehidupan mereka, sekaligus memperkenalkan budaya daerah,” ujar Fajar.

Ia menegaskan bahwa karya para sineas muda merupakan aset penting bagi pertumbuhan ekonomi kreatif di Brebes. Film-film yang ditayangkan mengangkat cerita kehidupan masyarakat, legenda daerah, nilai-nilai sosial, hingga penggunaan bahasa khas Brebes.

“Film lokal bukan sekadar hiburan, tetapi juga media promosi daerah yang efektif. Para sineas muda telah menghadirkan karya yang merekam identitas Brebes sehingga patut mendapat dukungan dari seluruh masyarakat,” lanjutnya.

Fajar pun mengajak masyarakat untuk terus mendukung ekosistem perfilman lokal dengan menonton, mempromosikan, dan menghargai hak cipta karya anak daerah.

Pemutaran film Tabet, Sawengi, Benta Benti, Berandal, dan Jendela sendiri mendapat sambutan hangat dari masyarakat yang hadir. Kelima film tersebut menyajikan kisah yang dekat dengan kehidupan warga sehari-hari, dengan muatan nilai budaya yang kuat dan relevan bagi generasi muda.

Melalui Brebes Night Creative dan Ider Film, Pemerintah Kabupaten Brebes berharap ekosistem perfilman dan industri kreatif lokal terus berkembang secara berkelanjutan. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas seni, sineas muda, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan lebih banyak karya kreatif yang mendukung pelestarian budaya.

“Ini adalah ruang ekspresi kita bersama. Mari kita jaga, kita tonton, dan kita dukung karya anak daerah agar industri kreatif Brebes semakin maju dan budaya kita tetap lestari,” pungkasnya.***

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Merasa Penanganan Kasus Belum Maksimal, Keluarga Boy Simamora Tempuh Jalur Propam
PT Mayora Indah Jayanti 2 Wujudkan Kepedulian Membangun Negeri Melalui Program CSR 2026 di Desa Pasir Muncang
Tata Kelola Pasar Dinilai Amburadul, LSM Seroja Desak Copot Direktur Perumda Pasar Kabupaten Tangerang
Berdiri di Lahan Pribadi, LSM Gerhana Indonesia Sebut Rencana Pembongkaran Pasar Cisoka Langgar Konstitusi
Pengendara Terjatuh dan Kekecewaan Warga, Imbas penutupan penataan pedagang
Program Jagoan Digital, Bawa Anak Banyuwangi Juara Dunia CanSat Competition (Kompetisi Teknologi Satrlit Mini) di Amerika Serikat
Bertemu Mensos, Bupati Ipuk Laporkan Progres Sekolah Rakyat dan Digitalisasi Perlinsos
Satu Panel Bersama Luhut di Indonesia Summit 2026, Bupati Ipuk Bicara Digitalisasi Pemerintah

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 15:59 WIB

Lima Film Karya Sineas Muda Brebes Tayang di Padasugih, Angkat Budaya Lokal

Sabtu, 20 Juni 2026 - 05:57 WIB

PT Mayora Indah Jayanti 2 Wujudkan Kepedulian Membangun Negeri Melalui Program CSR 2026 di Desa Pasir Muncang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:58 WIB

Tata Kelola Pasar Dinilai Amburadul, LSM Seroja Desak Copot Direktur Perumda Pasar Kabupaten Tangerang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:49 WIB

Berdiri di Lahan Pribadi, LSM Gerhana Indonesia Sebut Rencana Pembongkaran Pasar Cisoka Langgar Konstitusi

Sabtu, 20 Juni 2026 - 02:33 WIB

Pengendara Terjatuh dan Kekecewaan Warga, Imbas penutupan penataan pedagang

Berita Terbaru