GARUDAXPOSE.COM , TANGERANG — Penutupan jalan imbas penataan Pasar Penampungan di wilayah Cisoka, Kabupaten Tangerang, berujung ricuh. Minimnya jalur alternatif serta kebijakan petugas di lapangan memicu rasa frustrasi warga, hingga menyebabkan seorang pengendara sepeda motor terjatuh saat berusaha mencari jalan keluar pada Jumat (19/6/2026).
Insiden ini terjadi tepatnya di akses jalan Perapatan Square Cisoka dan depan gang menuju Perumahan Green Emerald Cisoka yang ditutup total oleh petugas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Berdasarkan pantauan di lokasi, penutupan ini membuat para pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat kebingungan. Terlebih, titik penutupan dinilai terlalu jauh dari lokasi utama pembongkaran lapak pedagang pasar.
Kondisi semakin diperparah dengan tidak memadainya jalan alternatif. Akses jalan menuju Perumahan Grand Emerald diketahui telah ditutup secara mandiri oleh warga setempat, sementara jalur Central Duren Cisoka 1 mengalami kemacetan parah. Puncak kepadatan terjadi sekitar pukul 17.36 WIB, bertepatan dengan jam sibuk warga yang hendak berangkat maupun pulang kerja.
Pengendara Terjatuh dan Kekecewaan Warga
Melihat akses jalan raya yang sebenarnya kosong dan tidak adanya aktivitas alat berat yang menghalangi, masyarakat beserta pengguna jalan sempat memohon kepada petugas Dishub untuk membuka sedikit akses. Namun, permintaan tersebut tidak diindahkan oleh petugas yang berjaga.
Akibat jalan yang ditutup mati, beberapa pengguna kendaraan roda dua yang kehabisan kesabaran terpaksa nekat menerobos dengan naik ke atas trotoar dan pembatas jalan. Nahas, seorang pengendara motor perempuan terjatuh saat mencoba melewati pembatas di samping gang Perumahan Green Emerald Cisoka.
Jatuhnya pengendara tersebut sontak menyulut emosi masyarakat sekitar dan pengguna jalan lainnya. Warga yang sebelumnya sekadar menonton pun ikut meluapkan kekecewaannya kepada petugas Dishub di lokasi. Warga menilai penutupan jalan tidak efisien karena area tersebut hanya dilalui oleh aparat dan warga yang menonton, tanpa ada alat berat yang beroperasi di titik tersebut.
Dalam luapan emosinya, salah seorang warga memprotes keras kebijakan penutupan jalan yang dianggap merugikan masyarakat kecil.
“Kasi aja motor lewat, ini jalan umum! Motor mah biarin lewat, ujung-ujungnya malah celaka, ngeguling kan? Ini fasilitas masyarakat, kasihan masyarakat,” ungkap salah satu warga di lokasi kejadian dengan nada emosi.
Hingga berita ini diturunkan, warga dan pengguna jalan berharap adanya evaluasi dari pihak terkait mengenai manajemen rekayasa lalu lintas selama proses penataan Pasar Penampungan Cisoka berlangsung. Masyarakat meminta agar penutupan jalan disesuaikan dengan radius aman alat berat sehingga tidak mematikan mobilitas warga, terutama di jam-jam sibuk.










