RAKYAT MERASAKAN, SEOLAH-OLAH “KEBEBASAN YANG BELUM MERDEKA” Freedom Not Yet Be Free

- Penulis

Sabtu, 20 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: H.Syahrir Nasution SE, M.M Managing  Directur : PECI – Indonesia
Garudaxpose.com l Medan (Sumut)—
Managing Derector PECI – Indonesia
Tidak terasa, bangsa Indonesia akan memasuki usia kemerdekaan yang ke-81 tahun pada 17 Agustus 2026 mendatang. Delapan puluh satu tahun bukanlah usia yang muda bagi sebuah negara. Jika ditamsilkan dengan usia manusia, angka tersebut menunjukkan kematangan, kedewasaan, dan pengalaman panjang dalam menjalani kehidupan berbangsa dan bernegara.
Namun di tengah perjalanan panjang tersebut, masih terdengar berbagai suara kritis dari masyarakat, terutama dari kalangan yang telah merasakan kehidupan sejak masa penjajahan, masa awal kemerdekaan, hingga era modern saat ini. Mereka mempertanyakan makna kemerdekaan yang sesungguhnya dan menyampaikan kekecewaan atas berbagai persoalan yang masih membelenggu kehidupan rakyat.
“Merdeka seharusnya memberikan kebebasan yang nyata bagi rakyat untuk hidup lebih baik,” demikian ungkapan yang sering terdengar dari para sesepuh di desa-desa maupun dusun-dusun terpencil.
Menurut mereka, kemerdekaan bukan sekadar terbebas dari penjajahan fisik, melainkan juga terbebas dari kemiskinan, keterbelakangan, ketidakadilan, dan kesenjangan sosial. Namun realitas yang mereka saksikan hingga kini menunjukkan bahwa masih banyak masyarakat yang berjuang keras memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.
Di sektor ekonomi misalnya, harga kebutuhan pokok terus mengalami kenaikan sementara daya beli masyarakat masih terbatas. Lapangan pekerjaan yang layak belum sepenuhnya tersedia bagi seluruh rakyat. Petani, nelayan, buruh, dan pelaku usaha kecil masih menghadapi berbagai tantangan yang membuat kesejahteraan mereka sulit meningkat secara signifikan.
Ironisnya, persoalan tersebut tidak hanya dirasakan masyarakat yang tinggal di pedesaan. Warga perkotaan pun mengalami kondisi yang hampir sama. Tingginya biaya hidup, sulitnya mendapatkan pekerjaan yang sesuai, mahalnya biaya pendidikan dan kesehatan, hingga keterbatasan akses terhadap hunian yang layak membuat sebagian masyarakat merasa termarginalkan di negeri yang telah merdeka selama puluhan tahun.
Sebagian masyarakat bahkan menilai bahwa kemerdekaan yang mereka rasakan masih sebatas simbol dan seremonial. Setiap tahun peringatan Hari Kemerdekaan dirayakan dengan meriah, namun masih banyak rakyat yang belum benar-benar merasakan hasil pembangunan secara merata.
Padahal para pendiri bangsa telah mewariskan cita-cita luhur sebagaimana tertuang dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan mewujudkan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.
Oleh karena itu, memasuki usia kemerdekaan ke-81 tahun, momentum ini hendaknya menjadi bahan refleksi bersama bagi seluruh elemen bangsa. Pemerintah, legislatif, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat sipil perlu memperkuat komitmen untuk menghadirkan pembangunan yang lebih berkeadilan dan berpihak kepada kepentingan rakyat banyak.
Kemerdekaan sejati bukan hanya tentang berkibarnya bendera Merah Putih atau berlangsungnya upacara kenegaraan setiap tahun. Kemerdekaan sejati adalah ketika setiap warga negara dapat hidup dengan layak, memperoleh pekerjaan yang memadai, mendapatkan pendidikan dan layanan kesehatan yang berkualitas, serta merasakan keadilan tanpa diskriminasi.
Di usia Indonesia yang ke-81 tahun, harapan rakyat tetap sama: agar kemerdekaan tidak hanya menjadi catatan sejarah, tetapi benar-benar hadir dalam kehidupan sehari-hari. Sebab bagi sebagian rakyat, pertanyaan yang masih menggema hingga hari ini adalah:
“Apakah kita sudah benar-benar merdeka?”
Pertanyaan tersebut bukan untuk meragukan perjuangan para pahlawan bangsa, melainkan sebagai pengingat bahwa cita-cita kemerdekaan harus terus diperjuangkan dan diwujudkan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia.
Merdeka bukan hanya bebas dari penjajahan, tetapi juga bebas dari kemiskinan, ketidakadilan, dan keterbatasan hidup. Itulah kemerdekaan yang sesungguhnya.
(M.SN)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Temu Kangen Reuni Alumni SMP Negeri 2 Kalibalangan Lampung Utara Angkatan 1992, Menjalin Kembali Persaudaraan yang Tak Lekang oleh Waktu
Sambut HUT BHAYANGKARA Ke – 80, POLSEK Lingga Bayu Gelar Gerakan Indonesia Asri Bersama Masyarakat
Hasibuan Mampu Pemerhati Lingkungan Palas Dengan Gaji Minim Tetap Luangkan Biaya Untuk Hijaukan Kota
Rutan Kelas I Palembang Salurkan Bantuan Sosial kepada Keluarga Warga Binaan, Wujud Kepedulian dan Penguatan Hubungan dengan Masyarakat
POLSEK Lingga Bayu Gelar Anjangsana Ke Warakawuri Dan Purnawirawan POLRI Dalam Rangka HUT BHAYANGKARA Ke — 80
Ijazah Jokowi Masih Menjadi Kontroversi, Penangkapan Roy Suryo dan dr. Tifa Mengundang Perdebatan Baru ko
Dukungan Guntur Priambodo Berbuah Prestasi, Jatim Borong 6 Medali di Kejurnas Balap Sepeda
Kepala Rutan Kelas I Palembang Tinjau Pelatihan Barista, Bekali Warga Binaan dengan Keterampilan Produktif

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 10:05 WIB

Temu Kangen Reuni Alumni SMP Negeri 2 Kalibalangan Lampung Utara Angkatan 1992, Menjalin Kembali Persaudaraan yang Tak Lekang oleh Waktu

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:26 WIB

Sambut HUT BHAYANGKARA Ke – 80, POLSEK Lingga Bayu Gelar Gerakan Indonesia Asri Bersama Masyarakat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 03:49 WIB

Hasibuan Mampu Pemerhati Lingkungan Palas Dengan Gaji Minim Tetap Luangkan Biaya Untuk Hijaukan Kota

Jumat, 19 Juni 2026 - 22:15 WIB

Rutan Kelas I Palembang Salurkan Bantuan Sosial kepada Keluarga Warga Binaan, Wujud Kepedulian dan Penguatan Hubungan dengan Masyarakat

Jumat, 19 Juni 2026 - 16:15 WIB

POLSEK Lingga Bayu Gelar Anjangsana Ke Warakawuri Dan Purnawirawan POLRI Dalam Rangka HUT BHAYANGKARA Ke — 80

Berita Terbaru