Perkuat Kesiapsiagaan Warga, Pemerintah Kelurahan Mangunharjo Dorong Penguatan Kapasitas Relawan FPRB

- Penulis

Minggu, 23 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Probolinggo – Pemerintah Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Mayangan, Kota Probolinggo, terus mendorong penguatan kesiapsiagaan masyarakat melalui peningkatan kapasitas relawan Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Komitmen tersebut terlihat dalam kegiatan peningkatan kapasitas relawan FPRB Kelurahan Mangunharjo yang digelar Minggu (23/8/2026) siang. Kegiatan berlangsung di rumah Ketua FPRB Kelurahan Mangunharjo dan diikuti puluhan relawan.

Bagi Pemerintah Kelurahan Mangunharjo, keberadaan relawan kebencanaan memiliki arti penting dalam membangun kesiapan masyarakat. Relawan dinilai menjadi salah satu unsur yang dapat membantu mempercepat penyampaian informasi serta koordinasi apabila terjadi potensi bencana.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi wadah bagi pemerintah kelurahan bersama FPRB untuk memperkuat komunikasi, mengevaluasi kesiapan organisasi dan menyamakan langkah dalam menghadapi berbagai risiko kebencanaan.

Hadir dalam kegiatan tersebut Fasilitator Rumah Zakat dan FPRB Kota Probolinggo Eko Yudha, Lurah Mangunharjo Ikromi Wida Utama, Ketua FPRB Kelurahan Mangunharjo Rudi Purwanto serta puluhan relawan FPRB Kelurahan Mangunharjo.

Lurah Mangunharjo Ikromi Wida Utama mengatakan, peningkatan kapasitas relawan merupakan bagian penting dari upaya membangun sistem kesiapsiagaan yang dimulai dari lingkungan kelurahan.

“Pemerintah kelurahan sangat mendukung kegiatan peningkatan kapasitas ini. Relawan merupakan mitra penting dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat, sehingga kemampuan mereka perlu terus diperkuat,” ujar Ikromi.

Menurutnya, masyarakat membutuhkan relawan yang tidak hanya memiliki kepedulian, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan ketika menghadapi kondisi darurat.

“Ketika terjadi bencana, dibutuhkan respons yang cepat dan terkoordinasi. Karena itu, relawan harus memahami peran masing-masing agar dapat membantu masyarakat secara tepat,” jelasnya.

Ikromi menilai penguatan kapasitas juga akan berdampak pada semakin kuatnya koordinasi antara pemerintah kelurahan dengan FPRB.

“Koordinasi harus dibangun sejak sebelum terjadi bencana. Jangan menunggu ada kejadian baru kemudian berkoordinasi. Kesiapsiagaan justru harus dipersiapkan dari sekarang,” katanya.

Ia berharap kegiatan pembinaan terhadap relawan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Pemerintah kelurahan, lanjutnya, akan terus memberikan ruang bagi FPRB untuk mengembangkan kemampuan dan program kerja.

“Harapan kami, FPRB semakin aktif dan solid. Relawan harus terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar keberadaannya benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Ikromi.

Selain peningkatan kapasitas, Pemerintah Kelurahan Mangunharjo juga memberikan perhatian terhadap program kerja yang disusun FPRB. Salah satu yang dibahas dalam pertemuan tersebut yakni rencana penanaman tanaman kelor.

Program tersebut dinilai memiliki sisi pemberdayaan karena mendorong pemanfaatan lahan secara produktif. Penanaman kelor juga diarahkan untuk mendukung ketahanan pangan masyarakat.

“Kami menyambut baik rencana penanaman kelor. Lahan yang ada bisa dimanfaatkan secara produktif dan hasilnya nantinya diharapkan dapat memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkap Ikromi.

Menurutnya, kegiatan pemberdayaan seperti penanaman kelor dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat ketangguhan masyarakat dari sisi pangan.

“Ketahanan masyarakat tidak hanya berbicara tentang bagaimana menghadapi bencana, tetapi juga bagaimana masyarakat memiliki kemampuan untuk bertahan dan memanfaatkan potensi yang ada di lingkungannya,” imbuhnya.

Ikromi menegaskan bahwa Pemerintah Kelurahan Mangunharjo terbuka terhadap kolaborasi dengan FPRB dalam menjalankan program-program yang memiliki manfaat bagi warga.

“Kami ingin membangun kolaborasi yang baik antara pemerintah kelurahan, FPRB dan masyarakat. Kalau semua bergerak bersama, tentu hasilnya akan lebih maksimal,” ujarnya.

Fasilitator Rumah Zakat dan FPRB Kota Probolinggo Eko Yudha mengapresiasi dukungan Pemerintah Kelurahan Mangunharjo terhadap peningkatan kapasitas relawan.

Menurut Eko, dukungan pemerintah kelurahan menjadi faktor penting dalam menjaga keberlanjutan kegiatan FPRB di tingkat masyarakat.

“Peningkatan kapasitas akan lebih kuat jika mendapat dukungan dari pemerintah kelurahan. Dengan sinergi yang baik, relawan memiliki ruang untuk terus berkembang dan menjalankan program secara berkelanjutan,” kata Eko.

Ia berharap komunikasi yang telah terbangun antara pemerintah kelurahan dan FPRB dapat terus dipertahankan.

“FPRB harus menjadi bagian dari sistem kesiapsiagaan kelurahan. Pemerintah kelurahan memberikan dukungan, sementara relawan menjadi penggerak di tengah masyarakat,” jelasnya.

Eko juga mendorong agar setiap program yang disusun FPRB memiliki tindak lanjut yang jelas sehingga tidak berhenti sebagai rencana.

“Program kerja harus diterjemahkan menjadi kegiatan nyata. Termasuk penanaman kelor, perlu disiapkan secara bertahap agar pelaksanaannya dapat berjalan dan manfaatnya bisa dirasakan masyarakat,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua FPRB Kelurahan Mangunharjo Rudi Purwanto mengatakan, dukungan pemerintah kelurahan memberikan motivasi bagi para relawan untuk terus meningkatkan kapasitas.

“Dukungan dari pemerintah kelurahan sangat penting bagi kami. Dengan adanya sinergi, kami lebih mudah menyusun program dan melakukan koordinasi dengan masyarakat,” ujar Rudi.

Ia menjelaskan bahwa kegiatan peningkatan kapasitas menjadi momentum untuk menyatukan langkah seluruh anggota FPRB.

“Kami ingin seluruh relawan memiliki pemahaman yang sama dan mengetahui tugas masing-masing. Dengan begitu, ketika dibutuhkan, kami bisa bergerak secara bersama-sama,” katanya.

Rudi menambahkan, program penanaman kelor juga akan menjadi bagian dari rencana kerja FPRB Mangunharjo.

“Kami akan menindaklanjuti rencana ini bersama pemerintah kelurahan dan para relawan. Harapannya, penanaman kelor bisa menjadi kegiatan produktif yang melibatkan masyarakat,” ungkapnya.

Ia menegaskan FPRB Mangunharjo siap terus mendukung program pemerintah kelurahan, khususnya yang berkaitan dengan kesiapsiagaan dan pemberdayaan masyarakat.

“Kami siap bersinergi dengan pemerintah kelurahan. Bagi kami, yang paling penting adalah bagaimana keberadaan FPRB dapat memberikan manfaat nyata dan membantu menciptakan masyarakat yang lebih siap menghadapi risiko bencana,” pungkas Rudi.

Kegiatan tersebut menjadi gambaran bahwa penguatan kesiapsiagaan di tingkat kelurahan membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat.

Melalui dukungan Pemerintah Kelurahan Mangunharjo terhadap peningkatan kapasitas FPRB, diharapkan koordinasi kebencanaan dapat semakin kuat dan respons terhadap potensi risiko di lingkungan masyarakat dapat dilakukan secara lebih terarah.

Di sisi lain, penyusunan program penanaman kelor menunjukkan bahwa agenda kesiapsiagaan juga dapat dikembangkan bersamaan dengan pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan lahan produktif.

Dengan sinergi pemerintah kelurahan, FPRB dan masyarakat, Kelurahan Mangunharjo diharapkan semakin siap menghadapi berbagai potensi bencana sekaligus mampu membangun ketahanan masyarakat secara berkelanjutan.

Penulis : Septyan Dwi Cahyo

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

DPD Gerindra Sumut Buka Suara soal Pemakzulan Masinton, Sikap DPC Tapteng Disebut Tanpa Koordinasi
Refleksi Dies Natalis ke-13 LSM PMPR Indonesia: Dadan Nugraha Meneguhkan Esensi Gerakan Sosial dan Integritas Kebijakan Publik
DIDUGA ADA JUAL BELI AIR IRIGASI DI SKUNDER KALIPAHIT, WARGA TEGALDLIMO PERSOALKAN PUNGUTAN Rp50 RIBU
Melalui 110 Warga Melaporkan Kejadian Diduga Pencurian Sepeda Motor Di Perum Metro Munjul Solear, Gerak Cepat Jajaran Kepolisian Polsek Cisoka Datangi TKP
Rotasi Jabatan di Kodim 0825/Banyuwangi, Sejumlah Perwira Dipercaya Emban Tugas Baru
Karhutla Kawah Ijen Mulai Mereda, Tim Gabungan Lakukan Mopping Up
Kemacetan Pelabuhan Ketapang Terurai, Dermaga Bulusan Segera Diperbaiki
Serahkan Insentif Guru Rohani Lintas Agama, Bupati Ipuk: Bagian dari Penguatan Pendidikan Karakter

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 07:29 WIB

DPD Gerindra Sumut Buka Suara soal Pemakzulan Masinton, Sikap DPC Tapteng Disebut Tanpa Koordinasi

Rabu, 9 September 2026 - 06:45 WIB

Refleksi Dies Natalis ke-13 LSM PMPR Indonesia: Dadan Nugraha Meneguhkan Esensi Gerakan Sosial dan Integritas Kebijakan Publik

Rabu, 9 September 2026 - 05:56 WIB

DIDUGA ADA JUAL BELI AIR IRIGASI DI SKUNDER KALIPAHIT, WARGA TEGALDLIMO PERSOALKAN PUNGUTAN Rp50 RIBU

Rabu, 9 September 2026 - 03:36 WIB

Melalui 110 Warga Melaporkan Kejadian Diduga Pencurian Sepeda Motor Di Perum Metro Munjul Solear, Gerak Cepat Jajaran Kepolisian Polsek Cisoka Datangi TKP

Rabu, 9 September 2026 - 02:14 WIB

Rotasi Jabatan di Kodim 0825/Banyuwangi, Sejumlah Perwira Dipercaya Emban Tugas Baru

Berita Terbaru