Sinergi Dengan Polsek Gading Himpaudi Probolinggo Antisipasi Bullying di PAUD

- Penulis

Rabu, 7 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Garudaxpose.com | Probolinggo – Upaya pencegahan bullying sejak usia dini terus digencarkan di Kabupaten Probolinggo. Salah satunya melalui pertemuan rutin dan pembinaan Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) se-Kabupaten Probolinggo yang digelar di Desa Wangkal, Kecamatan Gading, Selasa (6/1/2026), dengan melibatkan jajaran Polsek Gading.

Kegiatan ini dirangkaikan dengan sosialisasi pencegahan bullying sebagai bentuk sinergi antara Himpaudi dan kepolisian dalam menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak usia dini.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Melalui kegiatan ini, para pendidik PAUD dibekali pemahaman mengenai pentingnya deteksi dini serta penanganan bullying di lingkungan sekolah.

Pertemuan tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang terdiri dari perwakilan Ketua Himpaudi Kecamatan, pengurus Himpaudi Kabupaten Probolinggo, pengurus Himpaudi Kecamatan Gading, pengawas, penilik, serta Koordinator Wilayah (Korwil) Bidang Pendidikan dan Kebudayaan (Dikdaya) Kecamatan Gading.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo Siti Aisah, Kanit Binmas Polsek Gading Aipda Soewondo, petugas SPKT Polsek Gading Aipda Fajar Setiawan, serta Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Gading Nurhadi Purwanto.

Ketua Himpaudi Kabupaten Probolinggo, Siti Aisah, menyampaikan bahwa sosialisasi pencegahan bullying bertujuan memberikan pemahaman yang komprehensif kepada guru PAUD mengenai pengertian bullying, bentuk-bentuk bullying, serta dampak negatifnya terhadap perkembangan anak usia dini.

“Kegiatan ini bertujuan agar guru PAUD memahami apa itu bullying, bentuk-bentuk yang mungkin terjadi di lingkungan PAUD, dampaknya bagi anak, serta langkah-langkah pencegahan dan penanganan yang tepat,” ujarnya.

Menurut Siti Aisah, guru PAUD memiliki peran strategis dalam mendeteksi secara dini serta menangani potensi terjadinya bullying di lingkungan sekolah. Oleh karena itu, peningkatan pengetahuan dan keterampilan pendidik menjadi sangat penting.

“Harapannya, setelah sosialisasi ini, guru PAUD mampu menangani kasus bullying secara efektif dan menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, serta mendukung tumbuh kembang anak,” tegasnya.

Sementara itu, Korwil Bidang Dikdaya Kecamatan Gading, Nurhadi Purwanto, menekankan pentingnya komunikasi dan koordinasi lintas sektor dalam mencegah terjadinya bullying di lingkungan lembaga pendidikan, khususnya PAUD.

“Perlu kerja sama antara pendidik, orang tua, aparat kepolisian, dan unsur terkait lainnya. Bersama Himpaudi, kita wujudkan pembelajaran yang aman dan nyaman agar tercipta pendidikan anak usia dini yang ramah dan lebih SAE,” ungkapnya.

Dalam sesi sosialisasi, Kanit Binmas Polsek Gading Aipda Soewondo menjelaskan secara rinci mengenai definisi bullying, jenis-jenis bullying, hingga dampak jangka pendek dan jangka panjang yang dapat dialami oleh korban.

“Bullying adalah perilaku agresif yang dilakukan secara berulang kali oleh individu atau kelompok terhadap orang lain yang lebih lemah dengan tujuan menyakiti atau merendahkan,” jelasnya.

Ia menyebutkan bahwa bullying dapat berbentuk fisik seperti memukul dan menendang, verbal berupa ejekan dan hinaan, sosial seperti mengucilkan atau menyebarkan rumor, serta cyber bullying yang dilakukan melalui media sosial.

Aipda Soewondo juga mengingatkan dampak serius bullying terhadap anak, mulai dari isolasi sosial, penurunan prestasi akademik, gangguan psikologis seperti kecemasan dan depresi, hingga masalah kesehatan fisik.

“Korban bullying sering menunjukkan perubahan perilaku, menjadi pendiam, enggan berangkat ke sekolah, prestasi menurun, bahkan mengalami luka yang tidak dapat dijelaskan,” tambahnya.

Ia menegaskan bahwa pencegahan bullying merupakan tanggung jawab bersama. “Setiap tindakan bullying harus segera ditindaklanjuti. Kita semua bertanggung jawab menciptakan lingkungan sekolah yang aman, inklusif, dan saling menghormati,” pungkasnya.

Melalui kegiatan ini, Himpaudi Kabupaten Probolinggo berharap seluruh pendidik PAUD semakin siap menjadi garda terdepan dalam mencegah bullying serta mampu menciptakan lingkungan belajar yang sehat, aman, dan ramah bagi anak usia dini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pentingnya Kesadaran Hukum, Polres Lumajang Edukasi Pelajar Cegah Perundungan di Sekolah
Khasiat Ajaib Si Biru Bunga Telang: Solusi Alami Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Tubuh
Polisi Kerahkan untuk Pengamanan Peringatan Maulid Nabi di SMA Negeri 1 Tempeh, Lalu Lintas Diatur
Dari Lahan Sekolah untuk Swasembada Pangan: SMPN 2 Jatibarang Panen Jagung dan Belajar Budidaya Melon Premium di Garuda Farm
Gubernur Koster Hadiri Puncak Dies Natalis ke-59 FEB dan Unud
KKN UPGRIS Bantu UMKM Desa Ngemplak Naik Kelas Lewat Branding Kreatif dan Digitalisasi Usaha
Pemkab Banyuwangi Terus Perkuat Mutu Pendidikan Lewat Kolaborasi dengan Dunia Usaha
Sambangi SMPN 3 Kalipuro, Polwan Banyuwangi Beri Edukasi Kenakalan remaja

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 03:19 WIB

Pentingnya Kesadaran Hukum, Polres Lumajang Edukasi Pelajar Cegah Perundungan di Sekolah

Minggu, 6 September 2026 - 03:19 WIB

Khasiat Ajaib Si Biru Bunga Telang: Solusi Alami Kaya Antioksidan untuk Kesehatan Tubuh

Sabtu, 5 September 2026 - 04:51 WIB

Polisi Kerahkan untuk Pengamanan Peringatan Maulid Nabi di SMA Negeri 1 Tempeh, Lalu Lintas Diatur

Jumat, 4 September 2026 - 04:23 WIB

Dari Lahan Sekolah untuk Swasembada Pangan: SMPN 2 Jatibarang Panen Jagung dan Belajar Budidaya Melon Premium di Garuda Farm

Rabu, 2 September 2026 - 11:23 WIB

Gubernur Koster Hadiri Puncak Dies Natalis ke-59 FEB dan Unud

Berita Terbaru