GARUDAXPOSE.COM | BANYUWANGI — Polemik terkait keterangan Sulastri mengenai persoalan uang yang sebelumnya menjadi perbincangan kembali mendapat tanggapan dari Rifai. Dalam keterangannya, Rifai secara tegas membantah pernyataan Sulastri dan menyampaikan bahwa persoalan tersebut sejatinya telah ia anggap selesai.
Sebelumnya, Sulastri memberikan penjelasan, “Bukan saya yang mengasihkan, tapi saya memang tidak boleh membawa uang tersebut. Alasannya, uang itu mau diantar ke bank lainnya yang lebih aman.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Pernyataan tersebut kemudian mendapat tanggapan langsung dari Rifai. Ia menilai keterangan yang disampaikan Sulastri tidak benar dan memberikan penjelasan mengenai penggunaan uang tersebut serta kondisi ketika Sulastri tinggal di rumah kontrakannya.
RIFAI TEGASKAN KETERANGAN SULASTRI TIDAK BENAR
Dalam konfirmasinya, Rifai menyatakan keberatan terhadap penjelasan Sulastri mengenai uang tersebut.
Menurut Rifai, keterangan Sulastri tidak sesuai dengan apa yang ia ketahui dan alami. Ia pun menegaskan bahwa dirinya memiliki penjelasan tersendiri mengenai persoalan yang kini kembali dipertanyakan.
“Keterangan Sulastri tersebut tidak benar. Dan sekali lagi, saya sebenarnya sudah menganggap persoalan dengan Sulastri sudah selesai,” demikian inti penegasan Rifai dalam keterangannya.
Pernyataan itu menunjukkan bahwa Rifai tidak sependapat dengan versi cerita yang disampaikan Sulastri. Meski demikian, perbedaan keterangan kedua pihak tetap perlu ditelusuri melalui bukti dan klarifikasi lanjutan agar duduk persoalan menjadi terang.
RIFAI SEBUT UANG DIGUNAKAN UNTUK MENGURUS DAN MEMENUHI KEBUTUHAN SULASTRI
Rifai juga menjelaskan bahwa menurut keterangannya, uang tersebut digunakan untuk mengurus Sulastri, termasuk memenuhi berbagai kebutuhannya selama tinggal di rumah kontrakan miliknya.
Ia menyebut Sulastri pernah tinggal di rumah kontrakannya selama kurang lebih empat bulan. Dalam kurun waktu tersebut, menurut Rifai, terdapat kebutuhan yang harus dipenuhi selama Sulastri tinggal bersamanya.
“Uang tersebut untuk mengurus Sulastri, termasuk memenuhi kebutuhannya selama ikut di rumah kontrakan saya selama sekira empat bulan,” demikian penjelasan Rifai.
Keterangan tersebut menjadi bagian penting dari klarifikasi Rifai. Ia ingin menjelaskan konteks penggunaan uang itu berdasarkan pengalamannya selama Sulastri tinggal di rumah kontrakannya.
Namun, untuk memastikan secara utuh peruntukan, jumlah, serta alur uang yang dipersoalkan, diperlukan penjelasan lebih terperinci dan bukti pendukung yang relevan dari pihak-pihak terkait.
DUA KETERANGAN BERBEDA, FAKTA HARUS DIBUKA SECARA TERANG
Dari hasil konfirmasi yang disampaikan, terdapat perbedaan mendasar antara keterangan Sulastri dan Rifai.
Di satu sisi, Sulastri menyatakan dirinya tidak diperbolehkan membawa uang tersebut dengan alasan uang akan diantarkan ke bank lain yang dinilai lebih aman. Di sisi lain, Rifai membantah keterangan tersebut dan menyatakan uang itu digunakan untuk mengurus serta memenuhi kebutuhan Sulastri selama kurang lebih empat bulan tinggal di rumah kontrakannya.
Perbedaan ini perlu dijelaskan secara objektif. Sejumlah hal yang masih perlu diperjelas antara lain asal-usul uang, siapa yang menguasai atau menyerahkan uang tersebut, jumlah yang dipersoalkan, tujuan penggunaannya, serta bukti transaksi atau pengeluaran apabila tersedia.
Kejelasan mengenai hal-hal tersebut penting agar persoalan tidak berkembang hanya berdasarkan pernyataan sepihak, melainkan bertumpu pada fakta yang dapat diperiksa.
RIFAI MENGAKU MENGANGGAP PERSOALAN TELAH SELESAI
Rifai menegaskan bahwa dirinya sebenarnya sudah menganggap persoalan dengan Sulastri selesai. Karena itu, munculnya kembali perbedaan keterangan membuat ia merasa perlu menyampaikan klarifikasi mengenai versinya.
SULASTRI DISEBUT LEBIH DAHULU MEMINTA BANTUAN RIFAI
Dalam klarifikasinya, Rifai menyampaikan bahwa Sulastri sendiri yang lebih dahulu menghubunginya untuk meminta bantuan agar dirawat dan diurus. Menurut Rifai, saat itu Sulastri menyampaikan bahwa pada pokoknya tidak ada pihak yang merawat dan mengurus dirinya.
Atas permintaan tersebut, menurut keterangan Rifai, ia memberikan bantuan dan menampung Sulastri di rumah kontrakannya selama kurang lebih empat bulan. Selama tinggal di tempat tersebut, Rifai menyatakan bahwa uang yang dipersoalkan digunakan untuk mengurus Sulastri, termasuk memenuhi kebutuhan selama masa tinggalnya.
Sementara itu, dari keterangan Sulastri, nominal uang yang disebut dalam persoalan ini adalah Rp27 juta ditambah Rp8 juta, atau total Rp35 juta. Sulastri juga menyampaikan bahwa dirinya tidak diperbolehkan membawa uang tersebut dengan alasan akan diantarkan ke bank lain yang dinilai lebih aman.
Perbedaan keterangan mengenai uang tersebut menjadi bagian yang perlu diklarifikasi lebih lanjut. Untuk memperoleh gambaran yang utuh, diperlukan penjelasan mengenai asal-usul uang, alur penyerahan atau penguasaannya, serta rincian penggunaan dana yang dipersoalkan.
Rifai menegaskan bahwa dirinya membantah keterangan Sulastri dan sebenarnya telah menganggap persoalan tersebut selesai. Namun, demi menjaga keberimbangan pemberitaan, Sulastri tetap perlu diberikan kesempatan untuk menanggapi klarifikasi Rifai.
GarudaXpose.com menekankan bahwa kedua keterangan tersebut perlu diuji melalui bukti yang relevan. Besarnya nominal uang yang disebutkan tidak dengan sendirinya membuktikan adanya pelanggaran, sehingga kesimpulan harus menunggu kejelasan fakta dan keterangan dari pihak-pihak terkait.
Meski demikian, penilaian mengenai apakah persoalan tersebut benar-benar telah selesai tentu perlu melihat konteks permasalahan, komunikasi kedua pihak, serta ada atau tidaknya hal yang masih diperselisihkan.
GarudaXpose.com memandang bahwa setiap persoalan yang menyangkut uang dan hubungan antarindividu harus diselesaikan dengan mengedepankan keterbukaan, bukti yang dapat dipertanggungjawabkan, serta komunikasi yang baik.
GARUDAXPOSE.COM MENGEDepANKAN KONFIRMASI DAN KEBERIMBANGAN
Redaksi GarudaXpose.com menegaskan bahwa pemberitaan ini disusun berdasarkan keterangan yang disampaikan oleh Sulastri dan klarifikasi Rifai sebagaimana tersedia dalam bahan konfirmasi.
Pernyataan Rifai mengenai ketidakbenaran keterangan Sulastri merupakan bantahan dari pihak yang bersangkutan, bukan kesimpulan hukum yang telah dibuktikan. Demikian pula, penjelasan Sulastri mengenai uang tersebut tetap perlu dipahami dalam konteks keterangannya sendiri.
Untuk menjaga prinsip keberimbangan, Sulastri tetap perlu diberikan kesempatan menyampaikan tanggapan atas bantahan Rifai, termasuk menjelaskan lebih lanjut alasan dirinya tidak diperbolehkan membawa uang tersebut dan maksud pemindahan uang ke bank lain yang disebutkannya.
Apabila terdapat bukti transfer, catatan pengeluaran, percakapan, saksi, atau dokumen lain yang relevan, informasi tersebut dapat membantu memperjelas duduk perkara secara lebih objektif.
Perbedaan keterangan antara Sulastri dan Rifai hendaknya tidak menjadi alasan untuk membangun kesimpulan tanpa dasar yang jelas. Yang dibutuhkan adalah keterbukaan, klarifikasi yang dapat diuji, dan bukti yang relevan.
GarudaXpose.com akan mengedepankan prinsip verifikasi, keberimbangan, dan praduga tak bersalah dalam menyajikan perkembangan persoalan ini. Tujuan pemberitaan bukan untuk menghakimi salah satu pihak, melainkan memberikan ruang bagi fakta agar dapat dipahami secara utuh oleh masyarakat.
(Kabiro)
GARUDAXPOSE.COM — Tajam dalam Pemberitaan, Berimbang dalam Fakta.















