Keterangan: Brace Cize Antar Bintang Fajar ke Final, Pesut FC Slatri Utara Harus Puas Perebutkan Juara 3
BREBES,GarudaXpose.com//- Semifinal perdana Mahera Cup 2 Tahun 2026 menjadi mimpi buruk bagi tuan rumah. Pesut FC Slatri Utara harus mengakui keunggulan telak tamunya, Bintang Fajar FC Kemukten dengan skor 0-4 tanpa balas di Stadion Gelora Agus Salim, Desa Slatri, Kecamatan Larangan, Brebes, Kamis (15/10/2026) sore.
Kekalahan ini memupus ambisi Pesut FC melaju ke partai puncak. Skuad asuhan Mahiwo harus tersingkir dan akan memperebutkan juara 3, menunggu lawan antara Si Kancil FC vs Siramin Jaya FC yang akan berlaga di semifinal kedua Sabtu (18/10). Sementara Bintang Fajar FC Kemukten melenggang
luas ke babak final.Pertandingan yang dipimpin wasit utama Bung Ruswan dibantu asisten wasit Darsono dan Budi, wasit cadangan Sony Ade, serta pengawas pertandingan Aziz Muslim ini berlangsung dalam cuaca cerah dengan temperatur 32°C. Kick-off dimulai pukul 16.15 WIB dengan format 2×25 menit, disaksikan sekitar 2.500 penonton yang memadati sisi lapangan.
Jalannya Pertandingan Babak Pertama
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejak peluit awal dibunyikan, Bintang Fajar FC yang diasuh pelatih Umar dengan formasi pakem 4-4-2 langsung tampil menekan dan agresif.
Gol pembuka lahir cepat di menit ke-5. Pemain lincah bernomor punggung 8, Cacing, berhasil menjebol gawang tuan rumah yang dikawal Fajar Setya (No-1). Berawal dari skema bola mati dan kemelut di depan gawang, Cacing melepaskan sepakan keras yang tak mampu dibendung. Skor 0-1 untuk keunggulan Bintang Fajar.
Tertinggal, Pesut FC asuhan pelatih kepala Mahiwo yang mengandalkan formasi menyerang 4-3-3 dengan kapten tim Andik Rahmat mencoba bangkit. Beberapa kali ancaman datang lewat bola mati. Sebuah tendangan sudut berbahaya berhasil ditanduk dengan baik oleh pemain bertahan Pesut, Titan, untuk mematahkan tekanan lawan.
Bintang Fajar FC terus menekan lewat pergerakan Saiful di sisi sayap. Namun upaya tersebut harus terhenti setelah asisten wasit Darsono mengangkat bendera tanda offside.
Solidnya lini belakang Bintang Fajar yang dikomandoi kapten tim Lerdi (No-19) dan penjaga gawang Tio Riski (No-88) membuat serangan Pesut buntu.
Di menit ke-22, Bintang Fajar kembali menggandakan keunggulan. Gelandang serang bernomor 17, Cize, mencatatkan namanya di papan skor lewat sepakan terukur dari luar kotak penalti. Skor 0-2 bertahan hingga turun minum.
Babak Kedua: Pesut Mencoba Bangkit, Bintang Fajar Justru Menggila
Memasuki babak kedua, Pesut FC Slatri Utara mencoba mengambil inisiatif dengan sentuhan bola pertama. Jual beli serangan terjadi. Pemain seperti Ansori dan Andi Rahmat menjadi motor serangan tuan rumah.
Beberapa peluang emas lahir dari tendangan bebas. Salah satunya lewat eksekusi Ansori dari Pesut FC yang mencoba mengirim bola ke jantung pertahanan Bintang Fajar. Namun penyelamatan gemilang dilakukan kiper Tio Riski.
Serangan balik cepat juga diperagakan kedua tim. Pemain bernomor punggung 15, Catur, sempat mengancam gawang Bintang Fajar, namun lagi-lagi Tio Riski keluar dari sarangnya untuk mengamankan bola. Di sisi lain, pergerakan M. Nasir dari sisi kiri pertahanan Bintang Fajar juga cukup merepotkan lewat umpan-umpan terobosannya.
Pertandingan sempat terhenti beberapa menit di babak kedua setelah dua pemain, salah satunya dari Pesut Slatri Utara dan pemain Bintang Fajar, terkapar dan harus mendapatkan perawatan dari tim medis panitia. Setelah mendapatkan perawatan, kedua pemain kembali melanjutkan pertandingan.
Alih-alih memperkecil ketertinggalan, gawang Pesut justru kembali kebobolan. Menit ke-35 atau menit ke-10 babak kedua, sang kapten Lerdi (No-19/C) yang maju membantu serangan mencetak gol ketiga melalui skema serangan apik. Skor berubah menjadi 0-3.
Pesta gol Bintang Fajar ditutup oleh Cize. Pemain No-17 itu mencetak gol keduanya alias brace pada menit ke-48 babak kedua. Memanfaatkan umpan silang dari Andre Oriza dan umpan pendek dari Ambon, Cize melepaskan tendangan pamungkas yang menjadi gol penutup. Full time papan skor menunjukkan 0-4 tanpa balas.
“Pertandingan semifinal hari pertama berjalan normal dan kondusif, aman terkendali. Terima kasih untuk kedua tim yang sudah bermain sportif,” ujar Ketua Panitia Dedy Sunarto yang didampingi Kepala Desa Slatri Ahmad Dasuki.
Jadwal Selanjutnya: Eksebisi Legend Paling Dinanti!
Panitia tidak hanya menyajikan partai semifinal, tapi juga hiburan eksebisi yang dipastikan bakal menyedot animo penonton lebih besar.
Jumat (16/10) Sore – Laga Eksebisi Spesial + Doorprize Melimpah:
Panitia akan menggelar laga eksebisi meriah yang mempertemukan Cendrawasih Papua vs PSIS Legend Semarang.
Laga ini diprediksi bakal ramai dan berlangsung ngotot. Pasalnya, PSIS Legend akan menurunkan mantan-mantan pemain bintang yang punya nama di Liga Indonesia, sementara Cendrawasih Papua dikenal dengan permainan cepat dan ngotot khas Papua.
“Jangan lupa besok pertandingan Eksebisi Legend PSIS Semarang Vs Cendrawasih Papua pasti ramai dan ngotot, banyak doorprize lho besok,” tambah Dedy Sunarto.
Untuk laga eksebisi ini, tiket masuk dipatok hanya Rp20.000 dengan hadiah doorprize menarik dari panitia.
Sementara untuk penentuan finalis kedua,
Sabtu (18/10) – Semifinal Kedua Derby Saputangan:
Siramin Jaya FC vs Si Kancil FC
Pemenang dari laga ini akan menantang Bintang Fajar FC Kemukten di partai puncak Mahera Cup 2, sementara yang kalah akan berhadapan dengan Pesut FC Slatri Utara untuk perebutan juara 3***
(4905)















