Sampah Sungai Kalimati Kembali Menumpuk Meski Telah Dibersihkan, Pemkab Cari Solusi Bersama Warga

- Penulis

Kamis, 15 Oktober 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAXPOSE.COM |BANYUWANGI – Permasalahan sampah di muara Sungai Kalimati, Desa Kedungrejo, Kecamatan Muncar, menjadi perhatian Pemkab Banyuwangi. Setelah sebelumnya sempat bersih usai dibersihkan melalui aksi bersama Pemkab, Sungai Watch, warga setempat, dan berbagai pihak, namun beberapa minggu kemudian sampah kembali menumpuk.

 

Untuk mencari solusi bersama, Pemkab Banyuwangi mengumpulkan ratusan warga yang bermukim di bantaran Sungai Kalimati di kawasan TPI Pelabuhan Muncar, Selasa (13/10/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Pertemuan tersebut dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi Suratno, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Nanien Oktaviantie, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Dinas PU Pengairan, Dinas Tenaga Kerja, Camat Muncar, Kepala Desa Kedungrejo, Sungai Watch, serta Banyuwangi Hijau.

 

Dalam pertemuan itu, warga menyampaikan sejumlah faktor yang menyebabkan penumpukan sampah. Di antaranya kiriman sampah dari laut saat air pasang, kebiasaan sebagian warga sekitar membuang sampah ke sungai, serta sampah yang dibuang orang luar dusun.

 

Kepala Dusun Kalimati, Muniradi, mengatakan warga siap terlibat menjaga kebersihan lingkungan.

 

“Warga sepakat mulai untuk tidak membuang sampah ke sungai, dan sepakat ikut mengawasi serta memberikan sanksi kepada siapa saja yang membuang sampah ke Sungai Kalimati,” katanya.

 

Asisten Perekonomian dan Pembangunan Pemkab Banyuwangi, Suratno, mengatakan hasil rembuk bersama warga menghasilkan komitmen untuk mengubah pola penanganan sampah. Warga yang sebelumnya membuang sampah ke sungai akan diarahkan mengikuti program Banyuwangi Hijau untuk pengelolaan sampah rumah tangga.

 

“Warga siap melakukan pemilahan sampah organik dan anorganik dari rumah. Sampah tersebut nantinya diangkut oleh teman-teman dari Banyuwangi Hijau dari rumah ke rumah. Mekanismenya, termasuk berapa kali pengangkutan dalam seminggu, akan diatur lebih lanjut,” ucapnya.

 

Pemkab Banyuwangi segera melakukan normalisasi sungai dengan menerjunkan alat berat untuk mengangkut sampah yang menumpuk.

 

“DLH juga memasang amrol atau kontainer di sekitar sini, sehingga warga tidak bingung mau buang sampah ke mana. Setelah sampah penuh, langsung diangkut oleh petugas,” tambah Suratno.

 

Selain menangani sampah, Pemkab Banyuwangi akan mengevaluasi dugaan pembuangan limbah industri di sekitar Sungai Kalimati.

 

Suratno mengatakan, Dinas Lingkungan Hidup bersama Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Perindustrian akan melakukan pemeriksaan terhadap aspek lingkungan dan pengelolaan limbah pabrik di kawasan tersebut.

 

“Tentu kita cek laboratoriumnya nanti. Kalau tidak sesuai ketentuan, akan kami minta segera disesuaikan. Jika tidak mengindahkan, kita beri sanksi sesuai perundang-undangan,” kata Suratno.

 

Kepala DPMD Banyuwangi, Nanien Oktaviantie, mengatakan pihaknya akan mendorong pembentukan bank sampah di Dusun Kalimati setelah program Banyuwangi Hijau berjalan. Keberadaan bank sampah diharapkan dapat membantu mengurangi timbunan sampah sekaligus memberikan tambahan penghasilan bagi warga.

 

“Kita juga dorong ke depannya Dusun Kalimati ini bisa jadi percontohan penanganan sampah. Selain itu, kawasan ini juga bisa dijadikan destinasi untuk menambah kesejahteraan masyarakat sekitar,” kata Nanin. (Kabiro)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sambut Hari Santri, Puluhan Ribu Santri Banyuwangi Ikuti Kegiatan Cek Kesehatan Gratis
Sulastri Kembali Bersuara soal Uang dan Mobil Pribadi, Pertanyakan Tanggung Jawab TR: “Saya Tidak Mau Dianggap Bodoh!”
Gubernur Koster Kembali Tinjau Depo, Pastikan Percepat Distribusi BBM
Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat
Wamen Ossy Tinjau Langsung Kebakaran Kantah Karawang, Prioritaskan Keselamatan dan Pemulihan Layanan
Kolaborasi Pemkab Banyuwangi, PMI, dan JFF, Operasi Katarak Gratis Telah Bantu 4.869 Warga  
Klarifikasi Kasus Sulastri di Pesanggaran: Peristiwa Disebut Terjadi pada 2012
Dari Potensi ke Aksi! Bupati Lumajang Bunda Indah Perkuat Tata Kelola Karbon Demi Pembangunan Berkelanjutan

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:01 WIB

Sambut Hari Santri, Puluhan Ribu Santri Banyuwangi Ikuti Kegiatan Cek Kesehatan Gratis

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:59 WIB

Sampah Sungai Kalimati Kembali Menumpuk Meski Telah Dibersihkan, Pemkab Cari Solusi Bersama Warga

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:11 WIB

Sulastri Kembali Bersuara soal Uang dan Mobil Pribadi, Pertanyakan Tanggung Jawab TR: “Saya Tidak Mau Dianggap Bodoh!”

Kamis, 15 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Gubernur Koster Kembali Tinjau Depo, Pastikan Percepat Distribusi BBM

Kamis, 15 Oktober 2026 - 06:31 WIB

Kemenag Kabupaten Tangerang Berikan Pembinaan Guru PAI, Untuk Menbangun Ekosistem Pendidikan Kuat

Berita Terbaru