BANYUWANGI, GARUDAXPOSE.COM — Persoalan yang mengaitkan Sulastri dengan dugaan pengambilan uang dan hubungan dengan Rifai kembali menjadi perhatian setelah muncul perbedaan keterangan mengenai latar belakang hubungan, bantuan yang pernah diberikan, serta kronologi peristiwa.
Informasi yang diterima redaksi menyebut persoalan tersebut berkaitan dengan kejadian lama, sekitar 2012. Karena itu, kronologi masa lalu perlu dipisahkan dari informasi baru yang beredar agar tidak terjadi kekeliruan dalam memahami duduk perkara.
Kronologi 2012
Seseorang yang mengaku sebagai saudara Sulastri menyampaikan bahwa Sulastri pernah datang meminta bantuan sekitar 2012. Menurutnya, persoalan yang kini kembali dibicarakan perlu dilihat berdasarkan hubungan para pihak dan rangkaian kejadian pada masa itu.
Namun, waktu kejadian, bentuk persoalan, serta peristiwa yang sebenarnya masih perlu diperkuat melalui dokumen, saksi, dan keterangan langsung dari pihak terkait. Persoalan yang disebut terjadi pada 2012 juga perlu dibedakan dari dugaan pengambilan uang dalam pemberitaan sebelumnya. Keduanya tidak dapat dianggap sebagai satu rangkaian tanpa bukti yang menunjukkan keterkaitan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Tanggapan Sulastri
Dalam pesan tertanggal 15 Oktober 2026, Sulastri mempertanyakan pernyataan bahwa Rifai pernah membantunya.
“Rifai pernah membantu apa sama saya, kalau aku nggak punya apa-apa nggak mungkin Rifai menyekap aku,” demikian pesan Sulastri kepada redaksi.
Sulastri juga menyebut adanya hubungan kekerabatan antara keluarga mereka. Ia mengatakan bahwa ibu Rifai memiliki hubungan keluarga dengan garis keturunan kakak dari kakeknya.
Ia kemudian menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui tempat tinggal Rifai sebelum dibawa ke tempat tinggal yang disebut berada di Pakis Asri.
“Coba kalau Rifai alasannya saudaraku, waktu saya nggak punya apa-apa, apakah Rifai peduli sama aku?” tulis Sulastri.
Pernyataan tersebut masih memerlukan pendalaman. Redaksi belum dapat menyimpulkan secara mandiri apakah penyekapan benar terjadi, bagaimana kondisi saat itu, maupun apa yang sebenarnya berlangsung di antara kedua pihak.
Rifai perlu memberikan klarifikasi
Keterangan mengenai hubungan keluarga dan bantuan masa lalu perlu diperjelas. Hubungan kekerabatan atau bantuan yang pernah diberikan tidak dengan sendirinya membuktikan maupun menggugurkan dugaan pelanggaran hukum.
Rifai perlu memberikan tanggapan langsung mengenai dugaan penyekapan, persoalan uang, hubungan kekerabatan, bentuk bantuan, serta waktu terjadinya peristiwa. Sampai naskah ini disusun, jawaban lengkap Rifai atas pernyataan Sulastri belum tercantum dalam bahan yang diterima redaksi.
Langkah verifikasi
Penelusuran perlu mencakup kronologi para pihak, kemungkinan adanya penyerahan uang, bukti komunikasi, saksi, dokumen, dan bukti transaksi apabila tersedia. Keterangan perangkat desa atau pihak yang mengenal para pihak dapat menjadi informasi pendukung.
Apabila terdapat laporan resmi, aparat kepolisian diharapkan memeriksa keterangan para pihak dan menelusuri dugaan perbuatan yang dilaporkan secara objektif. Penilaian mengenai ada atau tidaknya tindak pidana harus didasarkan pada bukti dan proses hukum yang berlaku.
GarudaXpose.com mengedepankan asas praduga tak bersalah, hak jawab, dan keberimbangan. Keterangan Sulastri perlu didengar, klarifikasi Rifai perlu diberikan ruang yang setara, sementara kronologi yang disebut bermula pada 2012 harus diverifikasi agar tidak terjadi kekeliruan.
Fokus utama bukan membangun penghakiman melalui pemberitaan, melainkan mengungkap fakta, memeriksa bukti, dan memastikan setiap pihak memperoleh kesempatan untuk menjelaskan keterangannya.
GarudaXpose.com akan mengedepankan verifikasi, keberimbangan, dan kepentingan publik dalam menelusuri perkembangan persoalan ini.(kabiro)
GARUDAXPOSE.COM — Bersama Rakyat Mengawal Kebenaran.















