Gubernur; KONI Harus Fokus Bina Cabor Berbasis Kearifan Lokal Bali

- Penulis

Selasa, 24 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur Koster Buka Musorprov KONI, Dorong Pencapaian Prestasi Terbaik Olahraga Bali


Gubernur Bali, Tegaskan Olahraga akan Dijadikan Icon Terbaik untuk Datangkan Wisatawan Berkualitas


Garudaxpose.com l Denpasar-Bali – Gubernur Bali Wayan Koster didampingi Wakil Gubernur Bali Nyoman Giri Prasta, dan Ketua DPRD Bali Dewa Made Mahayadnya menghadiri langsung Musyawarah Olahraga Provinsi (Musorprov) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Bali, di Gedung Wiswa Sabha Utama, Kantor Gubernur Bali, Senin (23/3) kemarin.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pada kesempatan ini, secara tegas dan lugas disampaikan Gubernur Bali Wayan Koster, jika selain budaya dan adat-istiadat, olahraga juga akan di jadikan icon terbaik untuk mendatangkan wisatawan berkualitas.

“Dengan pelaksanaan sejumlah event olahraga, yang mampu melibatkan atlet luar negeri tentu saja akan meningkatkan jumlah kunjungan pariwisata yang datang ke Bali. Hal ini tentu saja akan memberi peluang bagi majunya cabang olahraga, ” katanya.

Koster mengatakan untuk mencapai prestasi dan membangun Indonesia yang unggul secara jasmani dan rohani, cabang olahraga harus dijadikan sebuah event kepariwisataan yang berkualitas.

“Selama ini, hal inilah yang belum digerakkan optimal, sehingga pada periode kedua ini, olahraga akan didorong menjadi icon prestasi terbaik di Bali. Jika semua pihak bekerja sama dan berkolaborasi dengan baik, maka akan bisa mencapai lebih dari itu. Sehingga pemetaan kepengurusan yang baru akan menjadi manageman yang memajukan para atlet dan cabang olahraga yang dipimpinnya”, imbuh Gubernur Koster.

Gubernur Koster mengatakan, untuk pengurus KONI Bali diminta fokus tarung untuk olahraga yang memang menjadi potensi alamiahnya Bali.  “Jangan bertarung jenis cabor yang bukan kemampuan kita. Naturalnya Bali kita harus tahu, ” tegas Koster.

Ditambahkannya, untuk meraih prestasi yang gemilang, tentu pengurus KONI Bali, cabor dan atlet Bali harus berperan aktif melakukan pembinaan. Setiap atlet yang memiliki kemampuan, wajib fokus bertarung pada cabang olahraga yang menjadi potensi alamiahnya Bali.

“Jangan bertarung pada cabor yang kita tidak memiliki kemampuan di bidang itu, sehingga menjerumuskan kemampuan yang kita miliki. Untuk ke depan kita fokus itu dulu, bertanding itu ilmunya, menang sebelum tanding”, ungkap Gubernur Koster.

Disampaikannya lagi, bahwa secara visual, ekosistem olahraga itu sangat baik sehingga perlu kita perhatikan pembibitan, pengorganisasian dan wahana untuk mengembangkan prestasinya ini. Secara khusus cabang olahraga harus dibina dengan serius, jadi dalam memilih pengurus cabang nantinya, jangan terlalu memberikan tekanan atau mengatur, namun cukup hanya dengan niat dan rasa tanggung jawab yang dimilikinya dalam memajukan cabang olahraganya.

Gubernur Wayan Koster menyampaikan sebagai calon tunggal Ketua KONI Bali, I Nyoman Giri Prasta yang juga menjabat sebagai Wakil Gubernur Bali diharapkan mampu menampilkan dedikasi terbaik untuk semua.

Jangan sampai ada cabang olahraga yang bergerak auto pilot. Karena perhelatan PON 2028 di NTB dan NTT nanti, hal ini merupakan momentum terbaik dan menjadi wadah untuk bergerak lebih progresif ke depan.

Dan ini tentu saja menjadi tanggung jawab semua pihak terutama para atlet, pembina dan cabang olahraganya untuk menunjukkan keahlian yang dimilikinya, agar menjadi kesadaran kolektif, dan berjalan dalam satu persepsi serta satu langkah untuk menggerakkan olahraga di Bali.

Wakil Kepala Bidang Organisasi KONI Pusat, Markus Othniel Mamahit membacakan sambutan Ketua KONI pusat disampaikannya bahwa KONI Bali semangat dalam membina olahraga sehingga mampu mensukseskan pelaksanaan PON pada tahun 2024 di peringkat ke-7 dari 39 peserta, dengan perolehan 36 medali emas, 38 medali perak dan 60 medali perunggu.

Capaian ini tentunya tidak terlepas dari pimpinan daerah Bali, sehingga kolaborasi yang di bangun akan menjadi semakin baik. Memilih pemimpin masa bakti yang berikutnya dan wajib melakukan evaluasi sehingga mampu mengejar prestasi yang sebelumnya sempat turun, pada PON di NTT dan NTB pada tahun 2028.

Sehingga melalui pelaksanaan Musorprov Bali ini, diharapkan menjadi kesempatan untuk melakukan evaluasi kinerja kepengurusan sebelumnya, menyusun arah kebijakan organisasi ke depan sekaligus memilih Ketua KONI Bali periode berikutnya.

I Nyoman Giri Prasta sebagai calon tunggal Ketua KONI Bali, menyampaikan bahwa saat membicarakan terkait olahraga, ada atlet, pelatih, Pembina dan official namun tidak kalah pentingnya venue. Ke depan pihaknya akan melakukan evaluasi bertalian dengan atlet-atlet mulai dari tingkat banjar, desa, kelurahan, kecamatan dan kabupaten.

Sehingga potensi ini akan tertangani dengan baik dan terpola, salah satunya adalah sport scientist yang menggunakan teknologi, yakni dengan satu catatan harus bergerak bersama.

Sehingga penataan cabang olahraga yang akurat, baik antara pengurus provinsi Bali, pengurus kabupaten-kota dan termasuk cabang olahraga harus bersinergi dan kolaborasi. Maka dari itu, penataan akurat harus dilakukan, sehingga mampu mewujudkan jargon Bali bagi setiap atlet yang berlaga “kami datang untuk menang”.

“Pendataan atlet harus akurat, dari banjar, desa, kelurahan, kecamatan hingga kabupaten/kota. Sulit memang bicara data, tapi lebih sulit lagi kalau tanpa data,” tegasnya.

la juga menyoroti pentingnya pemanfaatan sains dan teknologi dalam menjaring potensi atlet, serta mendorong sinergi seluruh elemen olahraga di Bali. Mulai dari pengurus KONI, cabang olahraga (cabor), hingga pemerintah daerah.

Menatap agenda besar, Giri Prasta menegaskan kesiapan Bali menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang disebut sebagai momentum “tuan ruman di halaman sendiri”, serta Porprov Bali 2027 di Kabupaten Buleleng.

Terkait cabang olahraga olimpic, ia menegaskan pendekatan realistis berbasis potensi lokal dan kesiapan infrastruktur. Menurutnya, tidak semua cabor harus dipaksakan berkembang jika tidak didukung kondisi daerah.

“Kita harus lihat kearifan lokal dan nature Bali. Tidak semua cabor bisa dipaksakan, terutama yang membutuhkan venue khusus berstandar tinggi,” katanya.

Dalam hal pendanaan, Giri Prasta membuka peluang kolaborasi antara sektor pemerintah, swasta, dan publik. la juga mendorong optimalisasi Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (TJSP) sebagai “bapak angkat” bagi cabang olahraga.”Program tiap cabor harus jelas dulu, baru kita hitung kebutuhan anggarannya. TJSP akan kita dorong jadi bapak angkat olahraga tanpa melanggar regulasi,” ujarnya.

Terkait anggaran KONI Bali, ia mengakui masih akan melakukan kajian lebih detail. Namun, ia memastikan peluang penambahan anggaran melalui APBD perubahan tetap terbuka jika dibutuhkan. “Kalau anggaran dirasa kurang, bisa kita tambahkan di APBD perubahan. Astungkara, ke depan pendanaan olahraga kita upayakan aman,” tandasnya.(Tutt/Tra).


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KPK Periksa Dua Mantan Pejabat Dinsos dan Belasan Petugas PKH Brebes Soal Dugaan Korupsi Bansos Covid-19
Di Alun-Alun Brebes, Gus Bill Mengubah Bawang Merah Jadi Bahasa Hati
Eks Persab Jadi Tembok Di Bawah Terik 31 Derajat dan 500 Pasang Mata, Pasukan Dino Suparjo Pamerkan Sepak Bola Total 4-4-2 yang Mematikan
Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang
Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan UMKM di Kota Tangerang, DPRD Usulkan Dua Raperda Inisiatif 
DPD Gerindra Sumut Buka Suara soal Pemakzulan Masinton, Sikap DPC Tapteng Disebut Tanpa Koordinasi
Refleksi Dies Natalis ke-13 LSM PMPR Indonesia: Dadan Nugraha Meneguhkan Esensi Gerakan Sosial dan Integritas Kebijakan Publik
DIDUGA ADA JUAL BELI AIR IRIGASI DI SKUNDER KALIPAHIT, WARGA TEGALDLIMO PERSOALKAN PUNGUTAN Rp50 RIBU

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 16:28 WIB

KPK Periksa Dua Mantan Pejabat Dinsos dan Belasan Petugas PKH Brebes Soal Dugaan Korupsi Bansos Covid-19

Rabu, 9 September 2026 - 15:36 WIB

Di Alun-Alun Brebes, Gus Bill Mengubah Bawang Merah Jadi Bahasa Hati

Rabu, 9 September 2026 - 14:31 WIB

Eks Persab Jadi Tembok Di Bawah Terik 31 Derajat dan 500 Pasang Mata, Pasukan Dino Suparjo Pamerkan Sepak Bola Total 4-4-2 yang Mematikan

Rabu, 9 September 2026 - 10:55 WIB

Dua Kali Seminggu Cuci Darah, Nasib Siti Junita Akhirnya Jadi Perhatian Pemkab Tangerang

Rabu, 9 September 2026 - 10:03 WIB

Tingkatkan Kualitas Pelayanan dan UMKM di Kota Tangerang, DPRD Usulkan Dua Raperda Inisiatif 

Berita Terbaru