Wawali Arya Wibawa Hadiri Karya Penglukatan Wayang Sapuh Leger Astapungku di Pura Kahyangan Badung, Desa Adat Denpasar

- Penulis

Sabtu, 14 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ket. Foto :

 

GarudaXpose.com (Denpasar-BALI)
Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menghadiri pelaksanaan Karya Penglukatan Wayang Sapuh Leger Astapungku yang digelar di Pura Kahyangan Badung, Desa Adat Denpasar yang bertepatan dengan rahina Tumpek Wayang pada, Sabtu (14/3).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Turut hadir dalam kesempatan tersebut Camat Denpasar Barat, I Wayan Yusswara, Bendesa Desa Adat Denpasar, A.A. Ngurah Alit Wirakesuma, Penglingsir Puri Agung Pemecutan, Penglingsir Puri Agung Denpasar, Tokoh Masyarakat setempat, serta pengempon dan Krama Pura Kahyangan Badung, Desa Adat Denpasar.

Kegiatan sakral ini dilaksanakan oleh krama Desa Adat Denpasar sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan sekala dan niskala serta melestarikan tradisi leluhur Bali.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa menyampaikan apresiasi kepada seluruh krama Desa Adat Denpasar yang telah melaksanakan karya dengan penuh gotong royong dan rasa bhakti.

Menurutnya, pelaksanaan upacara penglukatan Wayang Sapuh Leger ini memiliki makna penting sebagai sarana penyucian diri sekaligus menjaga kelestarian budaya dan adat istiadat Bali.

“Kegiatan ini bukan hanya bentuk sradha bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tetapi juga menjadi wujud nyata pelestarian tradisi, budaya, dan kearifan lokal yang harus terus dijaga oleh generasi mendatang,” ujarnya.

Pemerintah Kota Denpasar, lanjut Arya Wibawa akan terus mendukung kegiatan adat dan keagamaan yang menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Bali, khususnya di Kota Denpasar.

Sementara Ketua Panitia, Gede Agus Kurniawan mengatakan Upacara Penglukatan Wayang Sapuh Leger sendiri merupakan ritual penyucian yang dalam tradisi Hindu Bali diyakini dapat menetralisir pengaruh buruk bagi seseorang yang lahir pada wuku tertentu atau yang secara spiritual memerlukan prosesi penyucian melalui pertunjukan wayang sakral.

Pelaksanaan karya berlangsung khidmat dengan diikuti oleh lebih dari 500 peserta dari krama Desa Adat Denpasar yang turut serta dalam rangkaian persembahyangan dan prosesi penglukatan. Suasana kebersamaan dan kekompakan masyarakat terlihat jelas dalam setiap tahapan upacara.

“Hari ini ada 500 peserta yang merupakan Krama Desa Adat Denpasar, yang ikut acara ini,” ungkapnya.

Melalui pelaksanaan karya ini diharapkan masyarakat senantiasa diberikan keselamatan, keharmonisan, serta keseimbangan kehidupan, baik secara sekala maupun niskala. (don)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gubernur Koster Jelaskan Soal Ranperda Perubahan APBD 2026 dan 2027
Dukung Kelancaran Pelayanan, BPN Badung Gelar Pelatihan Penggunaan APAR
Koster; Pelaksanaan Perayaan Rahina Tumpek Uye Dirayakan Serentak
Info Bali Terkait Kader Posyandu dan IKM Bali Kreatif
Gubernur Koster Tegaskan Soal Perayaan Rahina Tumpek Landep 
Gubernur Koster Sebut PLN Bali Akan Kelola Penuh PLTS Bangli dan Karangasem
Gubernur Koster Hadiri Puncak Dies Natalis ke-59 FEB dan Unud
Gubernur Koster Bersama Danrem Lepas Bantuan Logistik Sekitar 9 Truck

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 11:40 WIB

Gubernur Koster Jelaskan Soal Ranperda Perubahan APBD 2026 dan 2027

Selasa, 8 September 2026 - 11:04 WIB

Dukung Kelancaran Pelayanan, BPN Badung Gelar Pelatihan Penggunaan APAR

Senin, 7 September 2026 - 02:06 WIB

Koster; Pelaksanaan Perayaan Rahina Tumpek Uye Dirayakan Serentak

Jumat, 4 September 2026 - 04:52 WIB

Info Bali Terkait Kader Posyandu dan IKM Bali Kreatif

Kamis, 3 September 2026 - 05:55 WIB

Gubernur Koster Tegaskan Soal Perayaan Rahina Tumpek Landep 

Berita Terbaru