Tingkat Aktivitas G. Semeru Diturunkan Dari Level IV (Awas) Menjadi Level III (Siaga).

- Penulis

Sabtu, 29 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com I Lumajang – Pada Rabu, 19 November 2025 pukul 14.13 WIB, telah terjadi erupsi di Gunung Semeru, Jawa Timur. Erupsi berupa Awan Panas dengan jarak luncur 13,8 km ke arah Besuk Kobokan.

Awan Panas terekam pada Seismograf G. Semeru dengan amplitudo maksimum 47 mm dan lama gempa 14283 detik (+ 4 jam).

Hasil evaluasi terpadu terhadap data pemantauan menunjukkan bahwa aktivitas Gunungapi Semeru pasca 19 November 2025 masih didominasi oleh proses permukaan tanpa indikasi adanya peningkatan suplai magma baru dari kedalaman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara visual, teramati letusan berulang berskala kecil–menengah dengan kolom asap putih–kelabu
setinggi 300–1000 meter.

Guguran lava teramati dengan jarak luncur 800–1000 meter ke
Besuk Kobokan. Foto morfologi puncak dan sekitarnya menunjukkan perubahan yang jelas dimana tumpukan material erupsi dan akumulasi lava yang sebelumnya terlihat menonjol telah hilang atau tererosi, yang menandakan bahwa awan panas 19 November 2025 telah
mengikis dan mengangkut sebagian besar material tidak stabil di sekitar Kawah Jonggring Seloko.

Aktivitas letusan berskala kecil-menengah tidak diikuti oleh indikasi penguatan suplai magma baru. Hal ini diperkuat oleh rendahnya aktivitas gempa vulkanik, menandakan
bahwa tekanan magmatik di kedalaman tidak mengalami peningkatan signifikan.

Parameter variasi kecepatan seismik (dv/v) sempat mengalami penurunan menjelang kejadian awan panas 19 November 2025 dan kemudian cenderung kembali stabil, menandakan bahwa sistem vulkanik sedang berada dalam fase relaksasi dan tidak
mengalami pressurisasi.

Data tiltmeter tidak menunjukkan pola inflasi atau deflasi yang konsisten, sehingga tidak terdapat bukti deformasi magmatik pasca kejadian. Begitu pula dengan data GPS, baik vektor maupun baseline, menunjukkan pergerakan acak tanpa pola
pemanjangan jarak.

Dengan tidak ditemukannya anomali yang signifikan pada data
pemantauan dapat disimpulkan bahwa aktivitas saat ini didominasi oleh proses permukaan berupa akumulasi material, ketidakstabilan lereng dan pelepasan gas dangkal.

Data kegempaan dan deformasi menunjukkan bahwa tidak terdapat bukti intrusi baru atau peningkatan tekanan magmatik. Ancaman utama dalam waktu dekat yaitu berupa awan
panas guguran dan potensi lahar seiring intensitas hujan yang meningkat.

Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi maka maka terhitung dari tanggal 29 November 2025 pukul 09:00 WIB, tingkat aktivitas G. Semeru diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga).

Dengan rekomendasi utama: masyarakat/ pengunjung/
wisatawan tidak melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak (pusat erupsi). Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak
melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga
jarak 17 km dari puncak.

Masyarakat tidak beraktivitas dalam radius 5 km dari Kawah/ Puncak Gunung Api Semeru karena rawan terhadap bahaya lontaran batu panas (pijar).

Untuk rekomendasi-rekomendasi selengkapnya dan untuk mengetahui perkembangan aktivitas G. Semeru, masyarakat dapat melihatnya di website Badan Geologi. aplikasi
Magma Indonesia yang dapat diunduh di Google Playstore, atau media sosial Badan Geologi (facebook, x, instagram, dan youtube).

Demikian disampaikan, atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.
a.n. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Plt. Kepala Badan Geologi
Lana Saria
Sumber : Badan Geologi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA
Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait
Gara-Gara Pipa Air Bocor, Lansia di Lumajang Dibacok Tetangga Hingga Kritis
Duka Sumber Arum: Warga Meninggal, Dentuman Sound Horeg Kembali Jadi Sorotan
Perdebatan Mengenai Kedudukan Spiritual dan Keberlangsungan Karamah Para Wali yang Telah Wafat Kembali menjadi Sorotan
Pemerintah Kabupaten Lumajang Menghimbau Masyarakat Tetap Tenang, Menyusul Tipisnya Ketahanan Stok BBM Bersubsidi
Kawasan Hutan Pinus di Pronojiwo-Lumajang Mengalami Kebakaran Hebat
POLRESTA BANYUWANGI BERSAMA PERSONEL GABUNGAN INTENSIFKAN PENANGANAN KARHUTLA

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 01:28 WIB

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA

Senin, 7 September 2026 - 01:21 WIB

Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait

Senin, 7 September 2026 - 01:12 WIB

Gara-Gara Pipa Air Bocor, Lansia di Lumajang Dibacok Tetangga Hingga Kritis

Minggu, 6 September 2026 - 23:51 WIB

Duka Sumber Arum: Warga Meninggal, Dentuman Sound Horeg Kembali Jadi Sorotan

Minggu, 6 September 2026 - 02:45 WIB

Perdebatan Mengenai Kedudukan Spiritual dan Keberlangsungan Karamah Para Wali yang Telah Wafat Kembali menjadi Sorotan

Berita Terbaru