Terkait Polemik Anggaran Sewa Helikopter Gubernur, Ini Kata Kabiro Umum dan Perlengkapan : Ini Soal Efisiensi Waktu, Bukan Kemewahan

- Penulis

Kamis, 7 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpise.com | Palembang – Terkait polemik Penggunaan helikopter oleh Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, dalam menjalankan agenda kerja kerap menuai kritik dari sebagian masyarakat terutama di media sosial. Menanggapi hal tersebut, Kabiro Umum dan perlengkapan Dr. Darmayanti, SE MM angkat bicara dan mengajak publik untuk melihat persoalan ini melalui kacamata yang lebih objektif dan logis.

 

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Darmayanti, sangat tidak adil membandingkan standar mobilitas kepala daerah di Sumsel dengan provinsi lain, khususnya di Pulau Jawa. Ia menekankan bahwa topografi alam dan luas wilayah Sumsel memiliki tantangan yang jauh berbeda.

“Kita tidak bisa menggunakan perspektif yang sama. Di Pulau Jawa, jarak antar-kabupaten atau kota relatif dekat dan bisa ditempuh dalam hitungan satu jam melalui jalur darat. Sementara di Sumatera Selatan, jarak pusat provinsi ke kabupaten/kota rata-rata mencapai ratusan kilometer dengan waktu tempuh empat hingga delapan jam,”ujar Dr. Darmayanti. Kamis (07/04/26).

Dr. Darmanti juga menjelaskan sebuah skenario yang sering dihadapi kepala daerah, di mana terdapat dua agenda resmi yang harus dihadiri pada hari yang sama di dua wilayah berbeda. Ia mencontohkan jika seorang Gubernur harus menghadiri puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) di Kabupaten Lubuk Linggau dengan HUT Prabumulih serta HUT Empat Lawang dengan HUT Musi Rawas dalam jeda waktu yang singkat.

“Secara logika, mana mungkin itu ditempuh melalui jalur darat dalam jeda waktu dua jam? Helikopter bukan soal gaya hidup atau kemewahan, tetapi alat penunjang untuk menjawab tantangan geografis agar kehadiran pemerintah di tengah masyarakat tetap bisa dirasakan,” tegasnya.

Dirinya pun menyoroti kecenderungan masyarakat dalam membangun opini negatif terhadap fasilitas penunjang kinerja pejabat. Baginya, fasilitas seperti kendaraan dinas yang layak atau alat transportasi udara harus dipandang dari sisi fungsinya dalam mendukung produktivitas.

“Jangan mengedepankan negative thinking. Kita harus mengedepankan logika kebutuhan. Gubernur adalah wajah provinsi, dan mobilitas yang tinggi adalah tuntutan jabatan untuk melayani 17 kabupaten/kota. Jika sarana penunjangnya tidak memadai, maka produktivitas kerja pemerintah daerah yang akan terhambat,”ujarnya.

Dan, perlu saya sampaikan bahwa sewa Helikopter tersebut tercantum pada Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP) pada Biro Umum tahun 2025 dan telah dianggarkan di tahun sebelumnya.

Adapun maksud dan tujuan adanya penganggaran tersebut dikarenakan untuk keperluan Mitigasi Karhutla di Pemprov Sumsel,”dan atas perintah Bapak Herman Deru sebagai Gubernur Sumsel beliau menghapus anggaran untuk sewa Helikopter tersebut di tahun 2026 ini,”tambahnya.

“Terkait terdapat sejumlah helikopter yang terparkir, itu urusan pribadi Bapak Gubernur tidak ada sangkut pautnya dengan Pemprov Sumsel dan Itu bukan ranah kami (Biro Umum),”pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Aksi lanjutan, JAKOR Sumsel Sambangi Kejati Sumsel Terkait Dugaan KKN di KPU Ogan Ilir Tahun 2024
Kecamatan Adalah Wajah Negara: Di Titik Inilah Kepemimpinan Pemerintah Diuji
BUPATI PMA LANTIK 27 KEPALA SEKOLAH JAGA ETIKA, BANGUN SEKOLAH INOVATIF DAN KONDUSIF
BUPATI PUTRA MAHKOTA ALAM HASIBUAN RESMI TETAPKAN MTQ KE-16 PANGGUNG SIAP 70%, FOKUS KENYAMANAN PESERTA
Meningkatkan Sinergi Dan Menjalin Kerjasama Antara Jajaran Imigrasi Dengan Media Massa, Imigrasi Ngurah Rai Gelar Media Gathering
BUMD PT BPR Sumsel Siap Laksanakan Gebrak Rutilahu Tahun 2026, Ini Disampaikan Dirut BPR Sumsel
“Jalan Dibiarkan Hancur, Siapa Diuntungkan?” — Dugaan Pembiaran Sistematis di Jalur Simpang Gambir–Jembatan Merah
Pemda Madina di Persimpangan: Membela Rakyat atau Mengamini Kepentingan Korporasi? RILISAN: Mandailing Natal — Posisi Pemerintah Daerah Mandailing Natal (Pemda Madina) kini semakin terang diuji di tengah tarik-menarik kepentingan antara masyarakat dan perusahaan. Situasi ini bukan sekadar dinamika administratif, melainkan telah menjelma menjadi ujian moral dan keberpihakan kekuasaan. Di satu sisi, masyarakat menaruh harapan besar agar pemerintah hadir sebagai pelindung hak-hak mereka—terutama dalam persoalan sumber daya alam, lingkungan hidup, dan ruang hidup yang semakin terdesak. Namun di sisi lain, geliat kepentingan korporasi yang kian agresif justru menimbulkan pertanyaan serius: ke mana arah kebijakan Pemda Madina sebenarnya berpihak? Realitas di lapangan menunjukkan bahwa konflik kepentingan ini tidak lagi bersifat laten. Ia telah terbuka, terasa, dan berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Ketika izin, kebijakan, dan pengawasan terkesan lebih condong mengakomodasi perusahaan, publik mulai mempertanyakan komitmen pemerintah terhadap prinsip keadilan sosial. Pemda Madina tidak bisa lagi berdiri di wilayah abu-abu. Sikap tegas dan keberanian politik sangat dibutuhkan untuk memastikan bahwa kepentingan rakyat tidak dikorbankan demi investasi semata. Sebab, pembangunan tanpa keadilan hanya akan melahirkan ketimpangan dan konflik berkepanjangan. Momentum ini menjadi titik krusial: apakah pemerintah akan berdiri bersama masyarakat sebagai pemilik sah negeri ini, atau justru larut dalam arus kepentingan korporasi yang berorientasi keuntungan? Publik menunggu jawaban, bukan dalam bentuk retorika, melainkan melalui kebijakan nyata dan keberpihakan yang jelas.

Berita Terkait

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:58 WIB

Aksi lanjutan, JAKOR Sumsel Sambangi Kejati Sumsel Terkait Dugaan KKN di KPU Ogan Ilir Tahun 2024

Kamis, 7 Mei 2026 - 09:35 WIB

Kecamatan Adalah Wajah Negara: Di Titik Inilah Kepemimpinan Pemerintah Diuji

Kamis, 7 Mei 2026 - 06:37 WIB

BUPATI PMA LANTIK 27 KEPALA SEKOLAH JAGA ETIKA, BANGUN SEKOLAH INOVATIF DAN KONDUSIF

Kamis, 7 Mei 2026 - 02:07 WIB

Terkait Polemik Anggaran Sewa Helikopter Gubernur, Ini Kata Kabiro Umum dan Perlengkapan : Ini Soal Efisiensi Waktu, Bukan Kemewahan

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:11 WIB

BUPATI PUTRA MAHKOTA ALAM HASIBUAN RESMI TETAPKAN MTQ KE-16 PANGGUNG SIAP 70%, FOKUS KENYAMANAN PESERTA

Berita Terbaru