Pantai Bukan Sekadar Wisata, Tapi Ruang Hidup yang Harus Dijaga

- Penulis

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com I Lumajang – Menjaga kebersihan pantai bukan sekadar rutinitas, tetapi menjadi fondasi utama dalam memastikan keberlanjutan wisata dan kehidupan pesisir. Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa kualitas lingkungan adalah kunci utama agar kawasan wisata tetap hidup, produktif, dan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Di kawasan Pantai Bambang dan Pantai Mbah Drajid, peningkatan kunjungan pasca Lebaran menjadi momentum penting untuk memperkuat kesadaran bersama tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir. Sampah yang tidak terkelola dengan baik tidak hanya mengganggu kenyamanan wisatawan, tetapi juga berpotensi merusak biota laut dan keseimbangan alam.

Bupati Lumajang Indah Amperawati menegaskan bahwa pembangunan pariwisata harus berjalan seiring dengan perlindungan lingkungan. Menurutnya, keberhasilan wisata tidak hanya dilihat dari jumlah kunjungan, tetapi dari sejauh mana lingkungan tetap terjaga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Wisata yang baik adalah wisata yang menjaga alamnya. Kebersihan pantai harus menjadi budaya bersama, karena dari situlah keberlanjutan bisa terjamin,” ujarnya, Sabtu (28/3/2026).

Ia menekankan bahwa lingkungan yang bersih akan menciptakan siklus positif, yakni wisatawan merasa nyaman, kunjungan meningkat, dan ekonomi masyarakat ikut tumbuh. Sebaliknya, jika kebersihan diabaikan, dampaknya tidak hanya pada penurunan minat wisata, tetapi juga pada kerusakan ekosistem pesisir.

Sementara itu, Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma menambahkan bahwa langkah konkret telah dilakukan melalui aksi bersih pantai yang melibatkan berbagai pihak, termasuk generasi muda.

“Bersih pantai bukan kegiatan sesaat, tetapi bagian dari komitmen bersama. Kami ingin membangun kesadaran bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab kita semua,” ungkapnya.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari strategi preventif untuk menekan volume sampah, terutama plastik sekali pakai yang berpotensi mencemari laut. Selain itu, edukasi kepada pengunjung juga terus dilakukan agar setiap orang memiliki kesadaran untuk tidak meninggalkan sampah di kawasan wisata.

Pendekatan ini memperlihatkan bahwa pengelolaan wisata di Lumajang tidak lagi hanya berorientasi pada kunjungan, tetapi mulai beralih pada kualitas dan keberlanjutan. Lingkungan ditempatkan sebagai aset utama yang harus dijaga bersama.

Di sisi lain, keterlibatan masyarakat lokal, termasuk pelaku UMKM, menjadi elemen penting dalam menjaga kebersihan kawasan. Lingkungan yang bersih akan meningkatkan daya tarik wisata, yang pada akhirnya berdampak langsung pada pendapatan mereka.

Kesadaran kolektif inilah yang menjadi kunci. Ketika masyarakat, pemerintah, dan wisatawan memiliki komitmen yang sama, maka kawasan wisata tidak hanya menjadi tempat rekreasi, tetapi juga ruang edukasi tentang pentingnya menjaga alam.

Lumajang menunjukkan bahwa menjaga pantai tetap bersih bukan sekadar upaya estetika, melainkan investasi jangka panjang bagi keberlanjutan lingkungan, ekonomi, dan kehidupan masyarakat pesisir.

Dari hamparan pasir di selatan Lumajang, pesan itu menguat: alam yang dijaga hari ini adalah warisan berharga untuk generasi yang akan datang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Sonny T. Danaparamita Gelar Safari Gemarikan, Dorong Konsumsi Ikan untuk Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas
Wisatawan Betah Berlama-lama di Senja AWT Banyuwangi
Segoro Topeng Kaliwungu Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Berbasis Pariwisata
Diskominfo Lumajang Perkuat Promosi Pariwisata melalui Ekosistem Digital Terintegrasi
90 Ribu Wisatawan Liburan di Banyuwangi Selama Libur Panjang
Diluncurkan Menteri Pariwisata, Banyuwangi Titik Awal Geopark Run Series 2026
Spanduk Perlawanan Berdiri di Tengah Sawah, Pesan Tegas Warga Salakan Tolak Geolistrik
Tumpeng Sewu Kemiren, Bupati Ipuk: Simbol Kekuatan Gotong Royong dan Budaya Banyuwangi

Berita Terkait

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:32 WIB

Sonny T. Danaparamita Gelar Safari Gemarikan, Dorong Konsumsi Ikan untuk Wujudkan Generasi Sehat dan Cerdas

Minggu, 7 Juni 2026 - 09:28 WIB

Wisatawan Betah Berlama-lama di Senja AWT Banyuwangi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:49 WIB

Segoro Topeng Kaliwungu Didorong Jadi Penggerak Ekonomi Daerah Berbasis Pariwisata

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:39 WIB

Diskominfo Lumajang Perkuat Promosi Pariwisata melalui Ekosistem Digital Terintegrasi

Sabtu, 6 Juni 2026 - 05:11 WIB

90 Ribu Wisatawan Liburan di Banyuwangi Selama Libur Panjang

Berita Terbaru

Pendidikan

JAWARA: Pendidikan Kesetaraan Jadi Pilar SDM Unggul Brebes

Senin, 8 Jun 2026 - 08:45 WIB

Bali

Info Jembrana Soal Toleransi dan Kader Posyandu

Senin, 8 Jun 2026 - 08:38 WIB