Lestarikan Budaya, Tingkatkan Kebijakan: SMK Larenda Kluwut Jadi Wadah Dialog Warga dan DPRD Lewat Seni Tradisional

- Penulis

Senin, 20 April 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BREBES,GarudaXpose.com//-Pelestarian kebudayaan tradisional kini didorong sebagai jembatan untuk meningkatkan kualitas kebijakan publik. Hal ini terlihat dalam acara “Temu Kangen” antara Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Fraksi PDI Perjuangan Dapil XII, H. Sarei Abdul Rosyid, S.IP., dengan masyarakat Desa Cimohong, yang digelar di Aula SMK Larenda Kluwut, Bulakamba, Brebes, Senin sore (20,April,2026).

Acara yang dihadiri Pembina SMK Larenda Kluwut, Ibu Hj. Siti Aminah, dan Kepala SMK Larenda, Muhammad, S.H., ini dibuka dengan suguhan kesenian angklung. Suasana akrab tercipta sebelum dialog dimulai, membuktikan bahwa media tradisional mampu mencairkan komunikasi antara wakil rakyat dan warga.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Budaya Jadi Ruang AspirasiDalam dialognya, H. Sarei Abdul Rosyid menegaskan pentingnya menjaga kesenian tradisional seperti wayang, kuda lumping, sandiwara, dan angklung.

“Kapan lagi kita jaga warisan leluhur kalau bukan sekarang? Lewat kesenian, kita tidak hanya melestarikan budaya, tapi juga membuka ruang bagi masyarakat menyampaikan aspirasi. Dari sinilah kebijakan bisa lahir lebih membumi,” tegasnya di hadapan warga Desa Cimohong.
Menurutnya, media tradisional adalah cara efektif menyerap kebutuhan warga karena suasananya lebih terbuka, tidak kaku, dan mudah dipahami semua kalangan.

SMK Larenda: Sekolah yang Juga Jaga Budaya
Kepala SMK Larenda, Muhammad, S.H., menambahkan bahwa pihak sekolah sangat mendukung pelestarian budaya di lingkungan pendidikan. Ia juga menyampaikan perkembangan program kerja sama sekolah dengan dunia industri.
“Program bersama PT Daihatsu Astra sudah berjalan 80 persen. Selain itu, ada juga dukungan unit praktik mobil Suzuki dari Kota Tegal. Harapannya, siswa tidak hanya unggul secara kejuruan, tapi juga paham dan cinta budaya daerahnya,” jelas Muhammad.
Kehadiran Pembina SMK Larenda Kluwut, Ibu Hj. Siti Aminah, dan tokoh masyarakat Larendra Restu Gusti Arrasyid, S.H., turut memperkuat pesan bahwa sekolah bisa menjadi pusat kegiatan budaya sekaligus pembangunan karakter generasi muda.

Mengapa Lewat Media Tradisional?
Mudah dipahami: Pesan lewat wayang, kuda lumping, atau sandiwara langsung menyentuh warga tanpa bahasa yang rumit.
Membangun kebersamaan: Kesenian mengumpulkan warga, sehingga dialog kebijakan jadi lebih hidup.
Menjaga identitas: Kebijakan yang lahir dari akar budaya akan lebih diterima dan dijaga masyarakat.

Suara Warga: Butuh Wadah Rutin untuk Budaya
Dalam sesi dialog, sejumlah warga Desa Cimohong menyampaikan harapan agar kegiatan serupa dibuat rutin. Karsono, salah satu sesepuh kesenian kuda lumping, mengaku kelompoknya kesulitan tampil karena minimnya panggung dan dukungan alat.
“Anak muda sekarang jarang yang mau belajar. Kalau ada acara seperti ini, kami jadi semangat. Tolong Pak Dewan, buatkan agenda tahunan untuk kesenian desa,” pintanya.
Menanggapi hal itu, H. Sarei Abdul Rosyid berkomitmen mendorong anggaran pembinaan sanggar seni di tingkat desa melalui pokok pikiran DPRD. Ia juga mengajak SMK Larenda menjadi mitra sanggar agar siswa bisa belajar langsung dari para pelaku seni.

Pendidikan Vokasi Bertemu Kearifan Lokal
Pembina SMK Larenda, Hj. Siti Aminah, menyambut baik gagasan tersebut. Menurutnya, pendidikan vokasi tidak boleh lepas dari akar budaya.
“Anak-anak kami belajar otomotif, tapi mereka juga harus tahu angklung, wayang, dan sandiwara. Itu jati diri kita. Ke depan, kami akan jadwalkan ekstrakurikuler seni tradisional dan gelar pentas rutin tiap semester,” ungkapnya.
Muhammad, S.H. menambahkan, unit praktik mobil dari Daihatsu dan Suzuki bukan hanya untuk lomba kejuruan, tapi juga bisa dipakai mendukung kegiatan warga. “Kalau ada kirab budaya atau pentas desa, mobil-mobil ini bisa jadi armada pendukung. Sekolah harus hadir untuk masyarakat,” katanya.

Rencana Tindak Lanjut
Di akhir dialog, disepakati tiga poin penting:
Pendataan sanggar seni di Desa Cimohong dan sekitarnya oleh pihak SMK Larenda bersama perangkat desa.
Pengajuan program Festival Budaya Larenda dalam musyawarah perencanaan pembangunan tingkat kecamatan.
Pelatihan singkat untuk guru dan siswa tentang manajemen pertunjukan rakyat agar sekolah bisa mendampingi kelompok seni.

Acara “Temu Kangen” ini menjadi bukti bahwa peningkatan kualitas kebijakan tidak harus selalu lewat forum formal. Dengan menghidupkan kembali angklung, wayang, dan kuda lumping, suara warga Desa Cimohong bisa tersampaikan lebih jujur, dan wakil rakyat bisa merumuskan kebijakan yang benar-benar dibutuhkan.

Seperti kata warga yang hadir: “Kalau bukan kita yang nguri-uri budaya, siapa lagi?”

Pungkasnya, sinergi antara wakil rakyat, sekolah, dan pelaku seni di SMK Larenda Kluwut menunjukkan jalan baru dalam merumuskan kebijakan: dimulai dari tabuhan angklung, dilanjutkan dialog yang tulus, dan diakhiri komitmen nyata. Ketika budaya dijaga, kebijakan akan berpihak. Ketika warga didengar lewat bahasa yang mereka pahami, pembangunan pun tak kehilangan arah. Semoga langkah kecil dari Kluwut ini menjadi contoh bahwa melestarikan tradisi sama artinya dengan merawat masa depan.red*

(Gus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Gelar Apel Gabungan, Polresta Tangerang Siaga Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau
Masyarakat Kp Bojongloa Cisoka Lelah Liat Pengukuran, Jalan Tetap Tak Ada Perbaikan, Bupati Tangerang Minta Tinjau
Jalan Rusak Di Kp Cipari Cisoka Sudah kami Sampaikan Pada Bupati Dan Wakil Bupati Tangerang Dan sudah Terbalaskan, Ini Kata Wahyu Nugraha Sekretaris DPD Partai Golkar
ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA
Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait
PC SEMMI Sukabumi Kutuk Keras Keterlibatan 518 ASN Kota Sukabumi dalam Judi Online, Desak Sanksi Hukum dan Penghentian Tunjangan
Belum Mendapat Jawaban Resmi, Ketua Aliansi Peduli Banten Layangkan Surat Resmi Proyek yang Disoroti
Laksamana Muda Purn. Dr. Nazali Lempo, SH., MH., M.Tr.Opsla., CHRMP: Figur Berintegritas dan Berpengalaman yang Layak Dipertimbangkan sebagai Jaksa Agung Republik Indonesia

Berita Terkait

Selasa, 8 September 2026 - 15:50 WIB

Gelar Apel Gabungan, Polresta Tangerang Siaga Hadapi Erupsi Gunung Anak Krakatau

Selasa, 8 September 2026 - 12:44 WIB

Masyarakat Kp Bojongloa Cisoka Lelah Liat Pengukuran, Jalan Tetap Tak Ada Perbaikan, Bupati Tangerang Minta Tinjau

Selasa, 8 September 2026 - 00:07 WIB

Jalan Rusak Di Kp Cipari Cisoka Sudah kami Sampaikan Pada Bupati Dan Wakil Bupati Tangerang Dan sudah Terbalaskan, Ini Kata Wahyu Nugraha Sekretaris DPD Partai Golkar

Senin, 7 September 2026 - 01:28 WIB

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA

Senin, 7 September 2026 - 01:21 WIB

Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait

Berita Terbaru