Garudaxpose.com, Kota Tangerang – Komisi III DPRD Kota Tangerang menyoroti hasil LKPJ 2025 yang disampaikan Bappeda, khususnya pada indikator makro ekonomi. Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) tercatat belum mencapai target yang ditetapkan.
“Iya, tadi Komisi III membahas terkait dengan LKPJ tahun 2025 dengan Bappeda, yaitu terkait dengan indikator makro, yaitu LPE yang memang kita ini baru 96%. Karena targetnya 5,4, realisasinya 5,2,” ujar Sumarti ketua Komisi III DPRD Kota Tangerang pada Selasa, 14 April 2026.
Capaian tersebut dinilai masih perlu didorong agar sesuai dengan rencana pembangunan jangka menengah. Apalagi target jangka panjang Kota Tangerang cukup tinggi dan menantang.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Untuk itu Komisi III menanggapi supaya dengan target yang tadi ending akhirnya nanti 2029 itu harus mencapai 8, makanya terus harus digenjot dengan upaya-upaya pertumbuhan ekonominya,” katanya.
Fokus pada Infrastruktur dan Akses Ekonomi
Untuk mengejar target tersebut, pembangunan infrastruktur menjadi salah satu strategi utama. Sektor transportasi dinilai memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah
“Untuk pertumbuhan ekonomi tentunya ada dengan pembangunan. Pembangunan yang khususnya terhadap transportasi, Dinas Perhubungan yang sudah menyiapkan untuk Sycopic,” paparnya.
Selain itu, pembukaan akses jalan di kawasan strategis seperti sekitar bandara juga akan dilakukan. Langkah ini diharapkan membuka peluang investasi baru di sektor usaha.
“Dan juga nanti akan membuka akses-akses jalan yang Bandara, yang selama ini memang di situ rencananya itu banyak gudang sehingga jalannya memang belum ada akses,” ungkapnya.
Dorong Investasi dan Aktivitas Usaha
Pembukaan akses jalan diyakini dapat menarik minat investor untuk masuk ke Kota Tangerang. Kawasan yang sebelumnya belum berkembang akan mulai dilirik untuk kegiatan ekonomi.
“Ini nanti akan dibuka supaya dari pengembang itu nanti bisa mengajukan baik itu restoran maupun juga untuk gudang,” jelasnya.
Dengan meningkatnya aktivitas usaha, diharapkan terjadi efek berantai terhadap pertumbuhan ekonomi. Sektor jasa, logistik, dan perdagangan diproyeksikan ikut terdongkrak.

Komisi III menegaskan bahwa pencapaian target ekonomi tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) harus terlibat aktif dalam mendorong pertumbuhan.
“Pansus Komisi III tentunya dengan dinas terkait, karena memang Komisi III ini terkait dengan keuangan, tentunya terus akan menggali potensi yang ada di daerah,” tuturnya.
Sinergi antarinstansi dinilai menjadi kunci keberhasilan pembangunan ekonomi. Komisi III juga akan terus mengawasi dan mengevaluasi kinerja OPD ke depan.
Evaluasi LKPJ 2025 menjadi bahan penting untuk memperbaiki arah kebijakan pembangunan. Komisi III menegaskan komitmennya untuk terus mengawal pertumbuhan ekonomi agar sesuai target yang telah ditetapkan.(ADV)













