Photo Doc. Dr.H.Tahroni.M.Pd
BREBES,GarudaXpose.com//–Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes bersama Yayasan Rumah Cinta Brebes kembali menggelar Gerakan Berkurban rutin tahunan di kampung halaman pada Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H.
Sebanyak 9 ekor sapi dan 15 ekor kambing dikurbankan dan didistribusikan ke wilayah Kabupaten Brebes. Seluruh hewan kurban telah melalui pemeriksaan kesehatan dan memenuhi syariat Islam.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kegiatan diinisiasi oleh para guru besar dan dosen asal Brebes yang mengajar di berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia. Beberapa di antaranya: Dr. Ir. Fatah Nurdin, M.M. (UNJ), Prof. Dr. Sutoro, M.Kes., AIFO (Uncen), Prof. Dr. Abdul Rohman, SE., M.Si., Ak., CA (Undip), Prof. Dr. Suwarno Hadisusanto, S.U. (UGM), Dr. Sunarto (Unpad), Prof. Dr. Hamidah, S.E., M.Si. (UNJ), Prof. Ir. Mahreni, M.T., Ph.D (UPN Veteran Yogyakarta), Prof. Dr. Ir. Chunaeni Latief, M.Sc. (BRIN/LAPAN), Prof. Ma’mun Murod, M.Si. (UMJ), serta Dr. Tahroni, M.Pd yang juga Sekretaris Daerah Kabupaten Brebes. Ketua Yayasan Rumah Cinta Brebes, M. Munawir Lasiyono, S.T, M.T (UBisa), mengoordinir penyaluran hewan kurban bersama tim relawan.
Pelaksanaan kurban bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha 10 Dzulhijjah 1447 H, bertepatan Jumat, 30 Mei 2026. Penyembelihan dilakukan serentak di titik-titik distribusi mulai pagi hari usai Salat Id.
Hewan kurban tersebar di 17 kecamatan di Kabupaten Brebes, meliputi 16 desa: Jatisawit, Padakaton, Negarayu, Prapag Kidul, Terlangu, Klampok, Cimohong, Kaligiri, Jagalempeni, Pesantunan, Kauman, Kluwut, Kaligangsa Wetan, Pasarbatang, Kedungneng, dan Klampis. Kecamatan penerima antara lain Bumiayu, Ketanggungan, Tonjong, Losari, Brebes, Wanasari, Bulakamba, Sirampog, dan Jatibarang. Penyaluran diprioritaskan untuk warga dhuafa, janda, lansia, dan pondok pesantren.
Gerakan ini menjadi bentuk kepedulian kaum intelektual Brebes untuk berbagi dengan masyarakat kampung halaman sekaligus wujud ketaatan kepada Allah SWT. Sekretaris Daerah Brebes Dr. Tahroni, M.Pd menyebut ibadah kurban memperkuat solidaritas dan membantu masyarakat membutuhkan. “Kurban bukan sekadar menyembelih hewan, tapi menyembelih sifat ego dan mempertebal empati sosial,” ujarnya. Pembina FKGD, Prof. Dr. Ir. Darsono Wisadirana, MS dari Universitas Brawijaya, mengapresiasi kepedulian para guru besar dan dosen asal Brebes dan berharap partisipasi terus meningkat. “Ini contoh nyata bahwa gelar akademik harus berdampak langsung ke masyarakat,” tegasnya.
Forum Komunikasi Guru Besar dan Dosen Putera Puteri Brebes / Yayasan Rumah Cinta Brebes yang berdiri sejak 11 September 2018 dan telah berbadan hukum ini rutin menggelar kurban setiap tahun. Tahun lalu, 11 sapi dan 22 kambing disalurkan ke 9 kecamatan dan 19 desa. Menurut M. Munawir Lasiyono, pengumpulan dana dilakukan secara kolektif dari para anggota FKGD selama 3 bulan sebelum Idul Adha. Proses pembelian, distribusi, hingga pelaporan dilakukan transparan dan melibatkan perwakilan tokoh masyarakat di setiap desa penerima.
Kegiatan tahun ini merupakan tahun ke-8. FKGD menargetkan tahun depan jumlah hewan kurban bertambah dan menjangkau kecamatan yang belum terlayani. Selain kurban, Yayasan Rumah Cinta Brebes juga aktif dalam program beasiswa, bakti sosial kesehatan, dan pemberdayaan UMKM.
Pungkasnya, gerakan kurban ini diharapkan tidak hanya menjadi tradisi tahunan, tetapi juga menginspirasi diaspora Brebes di berbagai bidang untuk pulang membangun kampung. “Brebes maju dimulai dari warganya yang peduli. Semoga keberkahan Idul Adha menyatukan kita semua,” pungkas Mas Munawir.***
(Agus)










