BREBES,GarudaXpose.com//-Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah Dapil XII dari Fraksi PDI Perjuangan, H. Sarei Abdul Rosyid, S.IP menggelar kegiatan Temu Kangen sekaligus Sosialisasi Peraturan Daerah tentang “Wawasan Kebangsaan”, Senin sore, 20 April 2026.
Acara yang digelar di Rumah Makan Tarwud, Desa Kluwut, Kecamatan Bulakamba ini dihadiri puluhan warga, para guru, serta karyawan SMK Larenda Kluwut. Suasana penuh keakraban mewarnai jalannya kegiatan dari awal hingga akhir.
Dihadiri Tokoh PendidikanBertindak sebagai narasumber, Larendra Restu Gusti Arrasyid, S.H. dan Kepala SMK Larenda H. Muhammad, S.H. turut memberikan pandangan terkait implementasi nilai kebangsaan di lingkungan sekolah dan masyarakat. Kehadiran para pendidik membuat diskusi semakin hidup karena banyak contoh nyata dari dunia pendidikan yang dibagikan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Serap Aspirasi, Tegaskan Fungsi Perda
Dalam sambutannya, H. Sarei Abdul Rosyid menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan agenda resmi DPRD Provinsi Jawa Tengah. Seluruh 120 anggota DPRD diwajibkan turun ke daerah pemilihan masing-masing untuk menyampaikan produk hukum daerah sekaligus menyerap aspirasi warga.
“Ini bukan reses, tapi sosialisasi Perda. Tujuannya agar masyarakat tahu apa yang sedang dibahas dan sudah disahkan di provinsi. Sekaligus kami mendengar langsung masukan dari Bapak Ibu semua,” ujar Sarei.
Ia menjelaskan, Perda Wawasan Kebangsaan disusun untuk memperkuat persatuan di tengah keberagaman. “Wawasan kebangsaan adalah cara pandang kita sebagai bangsa Indonesia yang mengutamakan persatuan wilayah. Landasannya jelas: Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Saya yakin warga Kluwut sebenarnya sudah menjalankan dalam keseharian, mungkin istilah resminya saja yang belum semua paham,” paparnya.
Digelar Rutin Tiap Bulan, Bergilir Tiap Desa
Sarei menambahkan, sosialisasi Perda seperti ini dilakukan rutin setiap bulan dan bergilir di seluruh desa yang masuk wilayah Dapil XII. “Kemarin kita di desa tetangga, sekarang di Kluwut, besok di desa lainnya. Prinsipnya kami ingin tatap muka langsung. Dari pertemuan seperti ini biasanya muncul usulan program yang benar-benar dibutuhkan warga,” ungkapnya.
Acara dibuka dengan ucapan syukur kepada Allah SWT dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Dalam kesempatan itu, Sarei juga menyampaikan permohonan maaf karena harus membagi waktu. Pukul 16.00 WIB, ia bersama tim harus bergeser ke lokasi terdekat untuk agenda serupa bersama kelompok warga lainnya.
Apresiasi dari Warga dan Sekolah
Kepala SMK Larenda, H. Muhammad, S.H. mengapresiasi kegiatan ini karena dinilai sangat relevan dengan kondisi siswa saat ini. “Anak-anak perlu terus diingatkan soal cinta tanah air dan toleransi. Sosialisasi seperti ini membantu kami di sekolah,” katanya.
Senada, Larendra Restu Gusti Arrasyid, S.H. menyebut kolaborasi antara wakil rakyat, sekolah, dan masyarakat jadi kunci agar nilai kebangsaan tidak hanya jadi teori. “Kalau tiga unsur ini jalan bareng, generasi muda kita akan kuat,” ujarnya.
Rekam Jejak Pengabdian
H. Sarei Abdul Rosyid, S.IP merupakan putra daerah Brebes yang sudah mengabdi di lembaga legislatif selama lebih dari dua dekade. Rekam jejaknya:
Ketua DPRD Kabupaten Brebes: 1999–2004
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah: 2004–2009
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah: 2009–2014
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah: 2014–2019
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah: 2019–2024
Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah: 2024–2029
Penutup: Komitmen Kawal AspirasiKegiatan ditutup dengan sesi dialog dan ramah tamah. Sejumlah warga menyampaikan usulan mulai dari perbaikan infrastruktur lingkungan hingga dukungan program untuk SMK. Semua masukan dicatat tim untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme di DPRD Provinsi.
Warga mengaku senang karena bisa bertemu dan berdiskusi langsung dengan wakilnya. “Jarang-jarang bisa ngomong langsung. Ternyata dewan mau dengerin sampai selesai,” kata salah satu warga.
Mengakhiri kegiatan, H. Sarei berkomitmen akan mengawal setiap aspirasi yang masuk. Ia berharap semangat kebersamaan dan wawasan kebangsaan terus tumbuh di Kluwut. “Kalau kita rukun, kompak, dan paham arah bangsa ini mau ke mana, pembangunan pasti lebih mudah. Mari kita jaga bareng-bareng,” pungkasnya.red*
(Gus)











