Laporan Tak Ditindak, Ratusan Warga Brebes Bongkar Paksa Warung Diduga Jual Tramadol

- Penulis

Minggu, 31 Mei 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Photo Doc Pembokaran Warung Aceh: Agus

BREBES,GarudaXpose.com//–Aksi ratusan warga berakhir dengan perobohan warung yang diduga menjadi lokasi transaksi obat keras Tramadol dan Eximer di Desa Kertabesuki, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes.

Ratusan warga melakukan penggerebekan dan merobohkan bangunan semipermanen yang dikenal warga sebagai “Warung Aceh”. Warung tersebut diduga kuat menjadi tempat transaksi obat keras golongan G jenis Tramadol dan Eximer tanpa izin edar resmi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Aksi dilakukan oleh ratusan warga Desa Kertabesuki, Kecamatan Wanasari. Sasaran pembongkaran adalah sebuah warung di kawasan Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), sebelah barat Jembatan Pemali. Dugaan warga mengarah pada pemilik warung, namun identitasnya belum diungkap aparat.


Peristiwa terjadi pada Sabtu malam, 30 Mei 2026, sekitar pukul 20.30 WIB. Rekaman video amatir aksi tersebut viral di media sosial pada malam yang sama, salah satunya melalui unggahan akun Instagram @updatebrebes_.

Lokasi kejadian di Jalan Lingkar Utara (Jalingkut), tepatnya di sebelah barat Jembatan Pemali, Desa Kertabesuki, Kecamatan Wanasari, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah.

Warga mengaku kecewa karena laporan terkait dugaan peredaran obat keras di warung tersebut sudah disampaikan berulang kali kepada aparat kepolisian, namun dinilai tidak ada tindakan tegas. Warga menyebut aktivitas transaksi menyasar kalangan remaja sehingga dikhawatirkan merusak moral generasi muda dan memicu keresahan sosial.

Awalnya, puluhan warga mendatangi warung untuk memastikan dugaan tersebut. Setelah cekcok dengan penjaga warung, jumlah massa semakin banyak hingga mencapai ratusan orang. Emosi warga tersulut ketika menemukan sejumlah barang bukti berupa paket obat yang diduga Tramadol dan Eximer.

Dalam video yang beredar, massa tampak bahu-membahu merobohkan dinding dan atap bangunan menggunakan balok kayu, linggis, dan alat seadanya hingga rata dengan tanah. Proses pembongkaran berlangsung sekitar 45 menit dan disaksikan warga sekitar.

“Warung ini sudah dilaporkan beberapa kali, tapi tidak ada tindakan sama sekali dari aparat kepolisian. Karena itu, warga turun tangan sendiri. Ini demi anak-anak kami,” ujar salah satu warga yang ikut aksi, Sabtu malam.

Aksi massa baru berhenti setelah perwakilan pemerintah desa dan tokoh masyarakat datang ke lokasi untuk menenangkan warga. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini.

Puncak Kejadian
Puncak ketegangan terjadi saat massa berhasil masuk ke dalam warung dan menemukan tumpukan obat keras dalam kemasan strip tanpa izin edar. Temuan itu langsung dibakar warga di lokasi sebagai simbol penolakan. Setelahnya, bangunan diratakan. Situasi kembali kondusif menjelang tengah malam setelah warga membubarkan diri dengan tertib atas imbauan tokoh desa.

Aksi tersebut memicu diskusi luas di media sosial. Mayoritas warganet mendukung langkah warga namun menyoroti lambannya penegakan hukum dan bahaya main hakim sendiri. Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian setempat belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan peredaran obat maupun aksi perobohan tersebut.

Kapolsek Wanasari yang dihubungi melalui pesan singkat belum merespons. Sementara Camat Wanasari menyatakan akan segera menggelar pertemuan antara warga, aparat desa, dan kepolisian untuk mencegah konflik susulan.***

(Agus)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Salah Perhitungan Saat Menyalip, Pemotor Asal Situbondo Tewas dalam Kecelakaan di Gending
Warga Kampung Sempur Jayanti Digegerkan Penemuan Jenazah Pria di Dalam Rumah
Satgas RI-PNG Yonif 645 Perkenalkan Anggota Pos dan Laksanakan Karya Bakti di Gereja Distrik Apalapsili
Komitmen Polsek Tigaraksa Tindak Tegas Peredaran Obat Ilegal, Dua Pelaku Diamankan
BPBD Lakukan Evakuasi Cepat, Jenazah Nelayan Asal Jember Terdampar di Pantai Savana Pandanwangi
Pemeriksaan Ketat Lapas Banyuwangi Bongkar Modua Penyelundupan Sabu di Area Sensitif Pengunjung Wanita
Diduga Langgar Aturan Mendahului, Bus AKAS Asri Alami Kecelakaan Beruntun dengan Dua Dump Truck di Probolinggo
Balap Liar di Simpang Lima Banyuwangi Dibubarkan Polisi, Empat Motor Spek Balap Disita

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 14:44 WIB

Diduga Salah Perhitungan Saat Menyalip, Pemotor Asal Situbondo Tewas dalam Kecelakaan di Gending

Senin, 20 Juli 2026 - 09:08 WIB

Warga Kampung Sempur Jayanti Digegerkan Penemuan Jenazah Pria di Dalam Rumah

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:47 WIB

Satgas RI-PNG Yonif 645 Perkenalkan Anggota Pos dan Laksanakan Karya Bakti di Gereja Distrik Apalapsili

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:31 WIB

Komitmen Polsek Tigaraksa Tindak Tegas Peredaran Obat Ilegal, Dua Pelaku Diamankan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:17 WIB

BPBD Lakukan Evakuasi Cepat, Jenazah Nelayan Asal Jember Terdampar di Pantai Savana Pandanwangi

Berita Terbaru