Guru Disalahkan karena Tegakkan Disiplin, Kepsek Dinonaktifkan: Gubernur Banten Diminta Bijak, Wartawan Bela Dunia Pendidikan

- Penulis

Rabu, 15 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Serang – Dunia pendidikan Banten kembali diguncang polemik setelah seorang Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) di Kecamatan Cimarga, Kabupaten Lebak, dinonaktifkan menyusul dugaan menampar siswa yang kedapatan merokok di lingkungan sekolah.

Langkah ini diambil oleh Pemerintah Provinsi Banten, namun justru menuai gelombang kritik dan keprihatinan dari kalangan pendidik serta insan pers. Rabu (15/10/25)

Kronologi berawal ketika kepala sekolah tersebut menegur keras seorang siswa yang merokok di area sekolah. Namun tindakan tegas itu justru berujung laporan hukum oleh orang tua siswa ke Polres Lebak.
“Sudah (dilaporkan ke polisi), itu udah ramai juga,” ujar Kanit PPA Satreskrim Polres Lebak, Ipda Limbong, kepada wartawan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menanggapi hal itu, Gubernur Banten Andra Soni menyatakan bahwa pihaknya sedang memproses penonaktifan kepala sekolah tersebut.
“Itu sedang kita proses untuk dinonaktifkan,” katanya singkat.

Namun, keputusan ini justru memunculkan kritik tajam.
Ketua Persatuan Wartawan Nusantara (PWN), Binter Saputra Ginting, SE, menilai langkah gubernur terlalu tergesa-gesa dan terkesan tidak memahami esensi penegakan disiplin di sekolah.

“Ini keputusan yang tidak bijak. Jika setiap tindakan disiplin guru dipersoalkan, maka jangan salahkan nanti kalau sekolah kehilangan wibawa. Siswa akan merasa bebas melakukan pelanggaran apa pun, termasuk merokok di lingkungan sekolah,” tegas Binter.

Ia menegaskan bahwa guru dan kepala sekolah adalah garda terdepan pembentuk karakter anak bangsa, bukan pihak yang harus dicurigai ketika menegakkan aturan.

“Kita harusnya memberi perlindungan moral kepada pendidik, bukan menghukumnya. Kalau guru takut menegur siswa karena takut dilaporkan, maka pendidikan karakter akan hancur,” ujarnya.

Binter juga mengingatkan aparat penegak hukum dan orang tua agar tidak serta-merta mengkriminalisasi tindakan kedisiplinan guru, karena jika dibiarkan, justru akan melahirkan generasi yang tidak menghormati aturan dan otoritas.

“Bayangkan kalau siswa yang merokok di sekolah tidak diberi sanksi, bahkan guru yang menegur justru dipermasalahkan. Besok-besok, anak bisa bebas merokok di halaman, kantin, bahkan di dalam kelas. Ini bukan hanya persoalan satu sekolah, tapi soal masa depan moral generasi muda,” tegasnya lagi.

Publik kini menunggu kebijakan yang lebih arif dari Pemerintah Provinsi Banten agar tidak hanya melihat dari sisi hukum formal, tetapi juga konteks pendidikan dan moralitas.
Sementara itu, para pendidik di berbagai daerah berharap kasus ini menjadi momentum untuk menegakkan kembali martabat profesi guru, bukan melemahkannya di mata hukum dan publik.

“Guru bukan musuh anak-anak, mereka adalah orang tua kedua di sekolah. Kalau guru tidak lagi dihormati, maka kita sedang mencabut akar moral bangsa ini,” tutup Binter dengan nada prihatin.

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Salah Perhitungan Saat Menyalip, Pemotor Asal Situbondo Tewas dalam Kecelakaan di Gending
Warga Kampung Sempur Jayanti Digegerkan Penemuan Jenazah Pria di Dalam Rumah
Satgas RI-PNG Yonif 645 Perkenalkan Anggota Pos dan Laksanakan Karya Bakti di Gereja Distrik Apalapsili
Komitmen Polsek Tigaraksa Tindak Tegas Peredaran Obat Ilegal, Dua Pelaku Diamankan
BPBD Lakukan Evakuasi Cepat, Jenazah Nelayan Asal Jember Terdampar di Pantai Savana Pandanwangi
Pemeriksaan Ketat Lapas Banyuwangi Bongkar Modua Penyelundupan Sabu di Area Sensitif Pengunjung Wanita
Diduga Langgar Aturan Mendahului, Bus AKAS Asri Alami Kecelakaan Beruntun dengan Dua Dump Truck di Probolinggo
Balap Liar di Simpang Lima Banyuwangi Dibubarkan Polisi, Empat Motor Spek Balap Disita

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 14:44 WIB

Diduga Salah Perhitungan Saat Menyalip, Pemotor Asal Situbondo Tewas dalam Kecelakaan di Gending

Senin, 20 Juli 2026 - 09:08 WIB

Warga Kampung Sempur Jayanti Digegerkan Penemuan Jenazah Pria di Dalam Rumah

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:47 WIB

Satgas RI-PNG Yonif 645 Perkenalkan Anggota Pos dan Laksanakan Karya Bakti di Gereja Distrik Apalapsili

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:31 WIB

Komitmen Polsek Tigaraksa Tindak Tegas Peredaran Obat Ilegal, Dua Pelaku Diamankan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:17 WIB

BPBD Lakukan Evakuasi Cepat, Jenazah Nelayan Asal Jember Terdampar di Pantai Savana Pandanwangi

Berita Terbaru