dr. Tuahman Purba Tegaskan Kolaborasi Jadi Kunci Percepatan Penurunan Stunting di Sumut

- Penulis

Sabtu, 15 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Medan – Ketua Forum Masyarakat Peduli Stunting (FORMAPSU) Sumatera Utara, dr. Tuahman Purba, M.Kes, menyerukan agar program penanganan dan pencegahan stunting di daerah ini diperkuat secara signifikan. Menurutnya, meskipun telah banyak upaya dilakukan, angka stunting masih memerlukan perhatian serius dan kolaborasi yang lebih intensif dari berbagai pihak.

Dalam diskusi terkait stunting di Medan hari ini, dr. Tuahman Purba menekankan bahwa stunting bukanlah masalah yang dapat diselesaikan oleh satu sektor saja. Ia mendorong agar seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah daerah, lembaga swadaya masyarakat (LSM), pihak swasta, akademisi, hingga keluarga, terlibat aktif dalam gerakan percepatan penurunan stunting.

“Kita tidak bisa hanya mengandalkan program dari dinas kesehatan. Stunting terkait erat dengan masalah sanitasi, gizi, pola asuh, dan ekonomi. Oleh karena itu, diperlukan kerja sama yang solid antara Dinas Kesehatan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPA), Dinas Pertanian, Dinas Pendidikan, bahkan sampai ke tingkat desa/kelurahan,” ujar dr. Tuahman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lebih lanjut, dr. Tuahman Purba menegaskan komitmen FORMAPSU untuk menjadi mitra strategis dalam upaya penurunan stunting di Sumatera Utara.

“Kami dari Forum Masyarakat Peduli Stunting siap berkolaborasi dengan berbagai pihak, dan utamanya dengan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), untuk penguatan dan perluasan program stunting di seluruh wilayah. Kami siap mendukung intervensi gizi spesifik dan sensitif agar benar-benar menjangkau kelompok sasaran,” tegas dr. Tuahman.

dr. Tuahman juga menyoroti pentingnya fokus pada periode 1.000 hari pertama kehidupan (HPK), yang dimulai sejak konsepsi hingga anak berusia dua tahun. Ia meminta adanya peningkatan edukasi dan pendampingan bagi ibu hamil dan ibu yang memiliki balita.

“Periode emas ini adalah kunci. Pemerintah daerah harus memastikan setiap ibu hamil mendapatkan layanan kesehatan yang memadai, termasuk pemberian tablet tambah darah dan pemeriksaan rutin. Setelah anak lahir, penting sekali untuk menggalakkan kembali pemberian ASI eksklusif dan pemberian makanan pendamping ASI (MPASI) yang bergizi,” tambahnya.

FORMAPSU mengapresiasi langkah-langkah yang telah diambil oleh Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/Kota. Namun, dr. Tuahman mengingatkan bahwa tantangan ke depan masih besar, terutama dalam hal akuntabilitas data dan pemerataan intervensi gizi spesifik dan sensitif.

“Intervensi yang sudah ada harus tepat sasaran dan berkelanjutan. Kita harus memastikan bahwa alat ukur seperti antropometri di Posyandu berfungsi dengan baik, dan hasilnya digunakan untuk mengambil kebijakan yang responsif. Mari bersama-sama wujudkan generasi emas Sumatera Utara yang sehat dan bebas dari stunting,” pungkasnya.

Dengan adanya penegasan kolaborasi dari FORMAPSU ini, diharapkan program stunting di Sumatera Utara akan semakin terarah, meluas, dan mencapai target penurunan sesuai dengan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN).

FORMAPSU merupakan sebuah organisasi forum yang hadir dalam rangka untuk memperkuat dan memperluas gerakan peduli terhadap persoalan stunting. Berbagai latar belakang aktivis kesehatan dan aktivis sosial telah bergabung dalam forum ini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masinton: Jangan Habiskan Energi untuk Konflik Politik, Rakyat Masih Hadapi Dampak Bencana
Koster; Pelaksanaan Perayaan Rahina Tumpek Uye Dirayakan Serentak
ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA
Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait
Kurangi Sampah dari Sumbernya, Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Produk Guna Ulang
Helikopter Water Bombing Tiba di Ijen, Pemadaman Karhutla Dilakukan dari Udara
Dari Rekayasa Lalu Lintas hingga Tambahan Kapal, Penanganan Antrean Ketapang Dibahas Lintas Instansi
Semarak Maulid Nabi, Warga Dusun Sumberjati Desa Dasri Gelar Arak-Arakan Meriah

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 05:10 WIB

Masinton: Jangan Habiskan Energi untuk Konflik Politik, Rakyat Masih Hadapi Dampak Bencana

Senin, 7 September 2026 - 02:06 WIB

Koster; Pelaksanaan Perayaan Rahina Tumpek Uye Dirayakan Serentak

Senin, 7 September 2026 - 01:28 WIB

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA

Senin, 7 September 2026 - 01:21 WIB

Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait

Senin, 7 September 2026 - 00:35 WIB

Kurangi Sampah dari Sumbernya, Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Produk Guna Ulang

Berita Terbaru