Helikopter Water Bombing Tiba di Ijen, Pemadaman Karhutla Dilakukan dari Udara

- Penulis

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | BANYUWANGI – Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Kawah Ijen, Banyuwangi, diperkuat dengan operasi udara. Helikopter water bombing milik BPBD Jawa Timur tiba di Paltuding Kawah Ijen, Minggu pagi (6/9/2026) dan langsung dikerahkan untuk membantu memadamkan api di medan yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

 

“Alhamdulilah pengajuan kami untuk bantuan helikopter water boombing direspon cepat oleh Pemprov Jatim. Terima kasih Ibu Gubernur, semoga kebakaran di Kawah Ijen segera padam,” kata Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

 

Tenaga Ahli BPBD Provinsi Jawa Timur, Bagio, mengatakan operasi pemadaman dari udara diprioritaskan di sekitar jalur pendakian. Area tersebut dinilai penting karena menjadi salah satu kawasan wisata yang banyak dikunjungi wisatawan, termasuk wisatawan mancanegara.

“Untuk operasi pemadaman (udara) ini, kita prioritaskan jalur pendakian,” ujar Bagio.

 

Menurutnya, jumlah penyiraman yang dapat dilakukan dalam sehari belum bisa dipastikan. Operasi helikopter bergantung pada ketersediaan sumber air dan kondisi cuaca di kawasan Gunung Ijen.

 

“Kalau seperti di Semeru, sehari bisa 20 kali, karena lokasi air dekat. Kalau disini (Ijen) kita ngak bisa mutusin. Tergantung dengan weather. Apalagi di atas anginnya kenceng sekali,” tutur dia.

 

Untuk memenuhi kebutuhan air, petugas telah menyiapkan sejumlah sumber air yang dapat digunakan. Di antaranya embung di kawasan Medco Geothermal.

 

Ke depan menurutnya BPBD Jatim akan mengusulkan pembuatan embung khusus ke perhutani dan BKSDA di kawasan Ijen untuk mendukung penanganan kebakaran apabila terjadi peristiwa serupa pada waktu mendatang.

 

“Karena kebanyakan di Jawa Timur ini kita ngak siap untuk itu. Jadi yang sering kita ngambil (air) di kolamnya orang, hotel, embung petani. Tapi tidak masalah kalau keadaan darurat,” kata Bagio.

 

Kawasan di sekitar titik kebakaran telah disterilkan dari wisatawan. Jalur pendakian juga masih ditutup selama proses penanganan berlangsung.

 

“Petugas di lapangan terus melakukan pemantauan visual terhadap kondisi kebakaran. Pemantauan tersebut dilakukan untuk menentukan titik api yang menjadi prioritas sebelum helikopter dikerahkan,” ucapnya.

 

Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Timur, Nur Patria Murniawan menambahkan, helikopter ini memadamkan dua titik api yang masih berkobar di kawasan hulu.

 

“Jadi yang mengarah ke jalur pendakian, sama satu lagi yang jelas yang mengarah ke bawah. Jangan sampai api malah turun dan merembet ke Gunung Ranti,” kata Patria.

 

Patria menjelaskan, salah satu titik kebakaran berada di kawasan yang cukup panjang dan mengarah ke bawah. Namun, di area tersebut terdapat jurang yang dalam.

 

Sementara api yang bergerak ke arah atas disebut telah berhenti di sekitar bibir kawah. Meski demikian, kondisi kawasan tersebut cukup kompleks karena terdapat banyak punggung bukit yang menyerupai labirin.

 

Kondisi medan tersebut menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan strategi pemadaman dari udara, termasuk penentuan sumber air yang digunakan helikopter.

 

“Untuk pengambilan air tadi sudah dipastikan oleh BPBD untuk mengambil dari dua embung di Medco. Karena yang paling deket dan paling memungkinkan secara obstacle,” terangnya. (Kevin)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Masinton: Jangan Habiskan Energi untuk Konflik Politik, Rakyat Masih Hadapi Dampak Bencana
Koster; Pelaksanaan Perayaan Rahina Tumpek Uye Dirayakan Serentak
ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA
Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait
Kurangi Sampah dari Sumbernya, Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Produk Guna Ulang
Dari Rekayasa Lalu Lintas hingga Tambahan Kapal, Penanganan Antrean Ketapang Dibahas Lintas Instansi
Semarak Maulid Nabi, Warga Dusun Sumberjati Desa Dasri Gelar Arak-Arakan Meriah
Warga Mangunharjo Sisihkan Waktu Minggu Pagi, Gorong-Gorong Jalan Patimura Dibersihkan Bersama

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 05:10 WIB

Masinton: Jangan Habiskan Energi untuk Konflik Politik, Rakyat Masih Hadapi Dampak Bencana

Senin, 7 September 2026 - 01:28 WIB

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA

Senin, 7 September 2026 - 01:21 WIB

Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait

Senin, 7 September 2026 - 00:35 WIB

Kurangi Sampah dari Sumbernya, Banyuwangi Kembangkan Ekosistem Produk Guna Ulang

Senin, 7 September 2026 - 00:28 WIB

Helikopter Water Bombing Tiba di Ijen, Pemadaman Karhutla Dilakukan dari Udara

Berita Terbaru