Garudaxpose.com | Tangerang – Pemerintah Kota Tangerang Selatan melalui Dinas Kesehatan menyelenggarakan pertemuan strategis bertajuk “Koordinasi Implementasi Jejaring dan Supervisi Fasilitatif Layanan dan Program Gizi KIA Kespro”, Selasa (14/4/2026). Kegiatan ini merupakan langkah krusial dalam mempersiapkan pelaksanaan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) Tahun 2026 guna mendukung percepatan penurunan stunting di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan, dr. Allin Hendalin Mahdaniar, M.KM, memberikan perhatian serius terhadap tren prevalensi stunting di wilayahnya. Beliau mengungkapkan bahwa meskipun angka stunting nasional mengalami penurunan, Kota Tangerang Selatan justru menghadapi tantangan dengan adanya kenaikan prevalensi dalam dua tahun terakhir, yakni dari 9% pada tahun 2022, menjadi 9,2% pada 2023, dan meningkat hingga 10,5% pada tahun 2024.
“Stunting bukan sekadar masalah tinggi badan, melainkan defisiensi gizi kronis yang berdampak pada gangguan fisik dan kognitif permanen bagi anak-anak kita. Oleh karena itu, data SSGI 2026 nanti harus menjadi kompas yang akurat bagi pemerintah dalam mengambil kebijakan dan menentukan wilayah prioritas intervensi secara lebih intensif.”
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Secara khusus, dr. Allin memberikan penekanan tegas kepada seluruh jajaran lintas sektor yang hadir mengenai tiga pilar utama dalam menyukseskan survei ini:
1. Integritas dan Profesionalisme: Seluruh petugas lapangan diinstruksikan untuk menjaga ketelitian dan profesionalisme tinggi dalam setiap tahapan survei demi menjamin validitas data.
2. Kualitas Data yang Akuntabel: Pelaksanaan SSGI harus berjalan lancar agar menghasilkan data berkualitas yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar evaluasi program secara sistematis.
3. Efektivitas Intervensi: Data yang dihasilkan harus benar-benar digunakan untuk meningkatkan efisiensi program pencegahan stunting agar tepat sasaran bagi masyarakat yang membutuhkan.
Selain kehadiran 70 orang perwakilan dari Puskesmas se-Kota Tangerang Selatan, terdapat pula 21 peserta undangan dari berbagai instansi lintas sektoral. Peserta yang hadir meliputi perwakilan dari Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah , Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana , serta Yayasan Dompet Dhuafa.
Selain itu, hadir pula para Kepala Seksi Pemberdayaan Masyarakat yang mewakili Camat dari tujuh kecamatan, yaitu Serpong, Serpong Utara, Pondok Aren, Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, dan Setu. Koordinasi ini juga diperkuat dengan kehadiran para Koordinator Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PKB/PLKB) dari seluruh wilayah kecamatan di Kota Tangerang Selatan.
Melalui komitmen bersama ini, Pemerintah Kota Tangerang Selatan optimis dapat menghasilkan data gizi yang akurat demi mewujudkan masa depan generasi yang lebih sehat dan tangguh.
(Nixon)










