Desa sebagai Simpul Utama Produksi Narasi Pembangunan Berbasis Realitas Sosial

- Penulis

Kamis, 11 Juni 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang – Pemerintah Kabupaten Lumajang menegaskan bahwa desa kini memiliki peran yang semakin strategis dalam arsitektur tata kelola pemerintahan modern, yakni sebagai infrastruktur produksi narasi pembangunan berbasis kebijakan partisipatif yang berfungsi memperkuat legitimasi kebijakan, validitas informasi publik, serta kualitas hubungan antara pemerintah dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Indonesiagoid (IGID) Menyapa Lumajang dengan tema “Guyub Rame, Jaga Info: Dari Desa untuk Indonesia” yang digelar di Graha Nagara Bhakti Kantor BKPSDM Kabupaten Lumajang, Rabu (10/6/2026).

Bupati Lumajang, Indah Amperawati, menyampaikan bahwa transformasi tata kelola informasi publik saat ini telah bergeser dari model komunikasi hierarkis menuju ekosistem komunikasi partisipatif, di mana produksi informasi pembangunan tidak lagi dimonopoli oleh institusi pemerintah, tetapi turut melibatkan ruang sosial masyarakat di tingkat desa sebagai sumber data, narasi, dan verifikasi realitas pembangunan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam perspektif tersebut, desa tidak lagi hanya diposisikan sebagai unit administratif penerima program pembangunan, melainkan sebagai node utama dalam ekosistem informasi pembangunan, yang memiliki fungsi strategis dalam membentuk narasi berbasis realitas sosial yang lebih otentik, kontekstual, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“Desa merupakan titik paling otentik dalam ekosistem produksi narasi pembangunan karena berada paling dekat dengan realitas sosial masyarakat,” ujarnya.

Lebih lanjut, Pemkab Lumajang memandang penguatan kapasitas komunikasi desa sebagai bagian dari reformasi tata kelola informasi publik berbasis partisipasi, transparansi, dan akuntabilitas sosial, yang tidak hanya memperkuat diseminasi informasi pembangunan, tetapi juga membangun mekanisme kontrol sosial yang sehat dalam ekosistem pemerintahan daerah.

Dalam kerangka ini, narasi pembangunan tidak lagi bersifat satu arah, tetapi terbentuk melalui interaksi antara pemerintah, komunitas, dan masyarakat desa sebagai bagian dari sistem informasi yang saling menguatkan, sehingga menghasilkan kualitas komunikasi publik yang lebih kredibel, adaptif, dan berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Literasi Digital Diperkuat untuk Jaga Kohesi Sosial di Era Disrupsi Informasi
Hoaks Jadi Ancaman Baru, Lumajang Perkuat Ketahanan Informasi Masyarakat
Turyapada Tower Bali Sudah Berfungsi dan Dimanfaatkan 30 Stasiun Televisi
Permikomnas Wilayah IV Banten Audiensi dengan Diskominfo, Soroti Blank Spot Internet di Banten Selatan
Ayo Mari Kita Bijak Tangani Sampah, Baca Dulu Fakta dan Latar Belakang TPA Suwung Bali
Modernisasi Berbasis Tehnologi, Lumajang Integrasikan Teknologi dan Manajemen Produksi
Melaui Pengajuan Program LSDP, Lumajang Dorong Transformasi Pengelolaan Sampah Berbasis Sistem Terpadu
Gubernur Koster Siap Kawal Percepatan Transformasi Digital

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 09:09 WIB

Desa sebagai Simpul Utama Produksi Narasi Pembangunan Berbasis Realitas Sosial

Kamis, 11 Juni 2026 - 08:15 WIB

Literasi Digital Diperkuat untuk Jaga Kohesi Sosial di Era Disrupsi Informasi

Rabu, 10 Juni 2026 - 16:23 WIB

Hoaks Jadi Ancaman Baru, Lumajang Perkuat Ketahanan Informasi Masyarakat

Selasa, 19 Mei 2026 - 05:05 WIB

Turyapada Tower Bali Sudah Berfungsi dan Dimanfaatkan 30 Stasiun Televisi

Kamis, 14 Mei 2026 - 15:46 WIB

Permikomnas Wilayah IV Banten Audiensi dengan Diskominfo, Soroti Blank Spot Internet di Banten Selatan

Berita Terbaru