Diduga Halangi Wartawan Liput Proyek Irigasi, Pengawas Proyek di Carenang Langgar UU Pers

- Penulis

Sabtu, 25 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Serang – Tugas kontrol sosial media dan Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) kembali mendapat tantangan di lapangan. Insiden terjadi saat dua awak media bersama perwakilan LSM melakukan pemantauan proyek irigasi di Desa Teras, Kecamatan Carenang, Kota Serang, yang merupakan kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cidanau Ciujung Cidurian. Sabtu (25/10/25)

Ketika sedang mengambil foto di area pintu irigasi, seorang pria yang diduga pengawas proyek dan mengaku bernama Rudi, tiba-tiba menegur dan melarang mereka melakukan peliputan dengan nada keras.
“Dari mana? Sudah izin belum ambil foto di sini?” ujar Rudi, sebagaimana disampaikan salah satu wartawan yang ada di lokasi.

Bahkan, Rudi sempat menelpon seseorang yang disebut-sebut diduga “beking”-nya, sambil menyebut nama aparat kepolisian dari Polsek setempat, seolah ingin menggertak dan menakut-nakuti awak media yang tengah bertugas. Akibatnya, sempat terjadi adu mulut antara pihak pengawas dan jurnalis di lapangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Padahal, kegiatan jurnalistik tersebut dilakukan di ruang publik terbuka dan berkaitan langsung dengan penggunaan anggaran negara untuk proyek irigasi bernilai miliaran rupiah.

Larangan dan sikap represif oknum pengawas proyek tersebut menimbulkan tanda tanya besar. “Kenapa wartawan dan LSM tidak boleh mengontrol pekerjaan proyek negara? Ini justru patut dicurigai. Jangan-jangan ada yang disembunyikan,” tegas salah satu aktivis LSM yang turut hadir di lokasi.

Menurutnya, proyek yang dibiayai uang rakyat wajib terbuka untuk diawasi oleh publik. “Jangan hanya bagus dilihat dari luar, tapi di dalamnya rapuh. Masyarakat berhak tahu kualitas dan transparansi penggunaan dana negara,” ujarnya.

UU Pers Melindungi Jurnalis

Tindakan melarang atau menghalangi kerja jurnalistik termasuk dalam pelanggaran Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.
Dalam Pasal 4 ayat (2) ditegaskan:

“Terhadap pers nasional tidak dikenakan penyensoran, pembredelan, atau pelarangan penyiaran.”

Sedangkan ayat (3) menyebutkan:

“Untuk menjamin kemerdekaan pers, pers nasional mempunyai hak mencari, memperoleh, dan menyebarluaskan gagasan dan informasi.”

Lebih lanjut, dalam Pasal 18 ayat (1) dijelaskan:

“Setiap orang yang dengan sengaja menghambat atau menghalangi pelaksanaan ketentuan Pasal 4 ayat (2) dan ayat (3) dipidana dengan pidana penjara paling lama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta.”

Artinya, tindakan oknum pengawas proyek yang melarang wartawan mengambil gambar dan melakukan peliputan dapat dikategorikan sebagai tindakan melanggar hukum dan berpotensi dijerat pidana.

Kutipan Resmi Dewan Pers.
Menanggapi banyaknya kasus penghalangan terhadap kerja jurnalistik, Anggota Dewan Pers Bidang Advokasi, Arif Zulkifli, menegaskan bahwa tindakan semacam itu tidak dapat dibenarkan dalam bentuk apa pun.

“Wartawan memiliki hak konstitusional yang dijamin undang-undang. Siapa pun yang menghalangi tugas jurnalistik berarti melanggar hukum dan dapat dijerat pidana. Dewan Pers mendesak aparat penegak hukum untuk memberikan perlindungan kepada wartawan di lapangan,” tegas Arif saat dikonfirmasi.

Ia juga menambahkan, setiap pihak yang merasa keberatan atas pemberitaan tidak boleh melakukan intimidasi, melainkan harus menempuh mekanisme hak jawab atau hak koreksi sebagaimana diatur dalam Pasal 5 UU Pers.

“Kalau ada yang merasa dirugikan oleh pemberitaan, silakan gunakan hak jawab. Itu jalur resmi dan beradab, bukan dengan cara mengancam atau melarang jurnalis,” tambahnya.

Media Bukan Musuh, Tapi Mitra Pengawasan Publik
Kebebasan pers adalah bagian dari demokrasi dan kontrol sosial publik. Media dan LSM memiliki peran strategis sebagai pengawas independen terhadap pelaksanaan proyek pemerintah agar berjalan transparan, akuntabel, dan sesuai dengan spesifikasi teknis.

“Oknum pengawas proyek itu jelas tidak memahami hukum. Justru seharusnya mendukung keterbukaan informasi publik, bukan malah mengintimidasi wartawan,” ujar Oji salah satu tokoh pemerhati kebebasan pers di Banten.

Pemerintah daerah maupun BBWS Cidanau Ciujung Cidurian diminta tidak menutup mata atas insiden ini. Aparat penegak hukum juga diharapkan menindak tegas tindakan penghalangan kerja jurnalistik agar kejadian serupa tidak terulang.

Transparansi proyek dengan anggaran miliaran rupiah harus dijaga. Pemasangan material dan konstruksi bangunan irigasi mesti sesuai spesifikasi teknis, kuat, dan tahan lama—bukan sekadar tampak bagus di permukaan.

Catatan Redaksi:
Kebebasan pers adalah hak konstitusional yang dilindungi undang-undang. Setiap tindakan intimidasi terhadap wartawan merupakan bentuk pelecehan terhadap demokrasi dan transparansi publik.

(Spi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diduga Salah Perhitungan Saat Menyalip, Pemotor Asal Situbondo Tewas dalam Kecelakaan di Gending
Warga Kampung Sempur Jayanti Digegerkan Penemuan Jenazah Pria di Dalam Rumah
Satgas RI-PNG Yonif 645 Perkenalkan Anggota Pos dan Laksanakan Karya Bakti di Gereja Distrik Apalapsili
Komitmen Polsek Tigaraksa Tindak Tegas Peredaran Obat Ilegal, Dua Pelaku Diamankan
BPBD Lakukan Evakuasi Cepat, Jenazah Nelayan Asal Jember Terdampar di Pantai Savana Pandanwangi
Pemeriksaan Ketat Lapas Banyuwangi Bongkar Modua Penyelundupan Sabu di Area Sensitif Pengunjung Wanita
Diduga Langgar Aturan Mendahului, Bus AKAS Asri Alami Kecelakaan Beruntun dengan Dua Dump Truck di Probolinggo
Balap Liar di Simpang Lima Banyuwangi Dibubarkan Polisi, Empat Motor Spek Balap Disita

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 14:44 WIB

Diduga Salah Perhitungan Saat Menyalip, Pemotor Asal Situbondo Tewas dalam Kecelakaan di Gending

Senin, 20 Juli 2026 - 09:08 WIB

Warga Kampung Sempur Jayanti Digegerkan Penemuan Jenazah Pria di Dalam Rumah

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:47 WIB

Satgas RI-PNG Yonif 645 Perkenalkan Anggota Pos dan Laksanakan Karya Bakti di Gereja Distrik Apalapsili

Minggu, 19 Juli 2026 - 10:31 WIB

Komitmen Polsek Tigaraksa Tindak Tegas Peredaran Obat Ilegal, Dua Pelaku Diamankan

Jumat, 17 Juli 2026 - 07:17 WIB

BPBD Lakukan Evakuasi Cepat, Jenazah Nelayan Asal Jember Terdampar di Pantai Savana Pandanwangi

Berita Terbaru