Buruh Batubara Sumsel Beri Waktu 3×24 Jam Gubernur Cari Solusi

- Penulis

Senin, 12 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | Palembang – kebijakan Gubernur Sumatera Selatan H Herman Deru terkait larangan melintas di jalan umum bagi angkutan Batubara kini mulai menimbulkan dampak bagi buruh ataupun karyawan bagi perusahaan batubara.

Pasalnya semenjak kebijakan ini dikeluarkan tak kurang dari 15 ribu karyawan terpaksa dirumahkan karena tidak adanya kegiatan di perusahaan.

Dari beberapa perusahaan yang terdampak PT SLR dan PT SDJ merupakan 2 terbesar paling banyak merumahkan para pekerjanya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tentu saja kondisi seperti ini tidak bisa didiamkan berlarut – larut, karena dikhawatirkan dapat membawa dampak buruk tidak hanya bagi perekonomian tetapi juga sosial, sehingga perlu kajian ulang dan peran serta banyak pihak untuk menuntaskan permasalahan tersebut.

Seperti yang dikatakan oleh Aka Cholik Darlin Koordinator Umum Forum Komunikasi Solidaritas Vendor Buruh Karyawan SLR SDJ, pada hakikatnya kebijakan Gubernur Sumatera Selatan bukanlah hal yang salah hanya saja perlu pertimbangan yang lebih baik.

” Sebagai masyarakat, tentunya kami mendukung setiap kebijakan Gubernur Sumatera Selatan terutama masalah larangan melintas bagi angkutan batubara di jalan umum, yang ditujukan bagi keselamatan dan kenyamanan masyarakat itu sendiri”, kata Aka Cholik Darlin

Dilanjutkannya, Namun setiap kebijakan pastinya akan membawa dampak bagi semua pihak baik itu masyarakat ataupun bagi perusahaan pelaku usaha itu sendiri.

Dari Fakta dilapangan, semenjak adanya kebijakan tersebut hampir 20 ribu buruh atau karyawan perusahaan yang bergerak di bidang batubara tersebut terpaksa dirumahkan oleh perusahaan batubara.

Kembali kepada Aka Cholik melihat dampak yang begitu besar dan menyangkut kehidupan para karyawan, lalu mencoba mendatangi Komisi IV dan V untuk segera memfasilitasi penyelesaian masalah tersebut.

” Tentu saja dengan kondisi seperti ini, kami sebagai bagian dari buruh yang terdampak, hari ini kami mendatangi komisi IV dan V DPRD Provinsi Sumatera Selatan, agar bersedia memfasilitasi dengan Pemerintah Provinsi untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak “, beber Aka Cholik Darlin

Menutup perbincangannya Aka Cholik, jika dalam 3 x 24 jam belum ada komunikasi ataupun solusi dari pemerintah Provinsi Sumatera Selatan, maka sebanyak 15 ribu karyawan dan buruh akan melakukan aksi damai dikantor Gubernur Sumatera Selatan.

” Mengingat ini menyangkut hajat hidup banyak orang, jika dalam 3 x 24 jam belum ada komunikasi ataupun audiensi bersama Pemprov Sumsel dalam mencari solusi mengatasi permasalahan ini terpaksa 15 ribu karyawan dan buruh akan melakukan aksi damai “, kata Aka Cholik Darlin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Satgas Preemtif Subsatgas Dikmas Melaksanakan Sosialisasi Melalui Radio Sakti FM Bangli
Polres Bangli Melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung-2026
Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang
Blokade Jalan di Sekitar Jembatan Pajarakan Jadi Sorotan, Penyebab Aksi Masih Ditelusuri
Sosialisasi Ops Patuh Semeru 2026 di SMPN 1 Jember, Tanamkan Kesadaran Tertib Sejak Dini
Kasat Lantas Polres Jember Pimpin Langsung Himbauan Tertib Lalu Lintas di Jl. A. Yani
Satpol PP Bangli Tertibkan Bangunan Kanopi Dan Tembok Di Jalan Usaha Tani Tegalalang

Berita Terkait

Rabu, 28 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Satgas Preemtif Subsatgas Dikmas Melaksanakan Sosialisasi Melalui Radio Sakti FM Bangli

Rabu, 28 Oktober 2026 - 12:46 WIB

Polres Bangli Melaksanakan Apel Gelar Pasukan Operasi Patuh Agung-2026

Rabu, 28 Oktober 2026 - 08:42 WIB

Rabu, 28 Oktober 2026 - 07:51 WIB

Ombudsman RI Lakukan Monitoring dan Pengawasan Layanan Pemasyarakatan di Rutan Kelas I Palembang

Rabu, 28 Oktober 2026 - 04:36 WIB

Blokade Jalan di Sekitar Jembatan Pajarakan Jadi Sorotan, Penyebab Aksi Masih Ditelusuri

Berita Terbaru