Bupati Lumajang : Menjadi Pahlawan Masa Kini Tidak Harus Angkat Senjata, Melainkan dengan Berkarya dan Berbuat Nyata untuk Bangsa

- Penulis

Selasa, 11 November 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

GarudaXpose.com I Lumajang – Suasana hening menyelimuti Taman Makam Pahlawan (TMP) Kusuma Bangsa Lumajang, Senin (10/11/2025). Dalam keheningan itu, langkah-langkah penuh hormat dari Bupati Lumajang Indah Amperawati dan Wakil Bupati Yudha Adji Kusuma mengiringi prosesi ziarah dan tabur bunga, memperingati Hari Pahlawan ke-80 Tahun 2025.

Upacara yang dipimpin Komandan Kodim 0821 Lumajang sebagai Inspektur Upacara berlangsung khidmat, diikuti jajaran Forkopimda, Perangkat Daerah, TNI, Polri, dan ASN. Semua larut dalam penghormatan mendalam kepada para pejuang yang telah mengorbankan jiwa raga demi kemerdekaan Indonesia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Dalam momen penuh makna itu, Bupati Lumajang, Indah Amperawati (Bunda Indah) menyampaikan pesan yang menembus sekat waktu, bahwa menjadi pahlawan masa kini tidak lagi dimaknai dengan mengangkat senjata, melainkan dengan berkarya, berintegritas, dan berbuat nyata untuk bangsa.

“Momentum Hari Pahlawan ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus melanjutkan semangat juang para pahlawan dengan bekerja dan berkarya nyata bagi bangsa, khususnya untuk kemajuan Lumajang,” ujar Bunda Indah usai prosesi tabur bunga.

Ia menegaskan, perjuangan masa kini berada pada medan yang berbeda: bukan di medan pertempuran fisik, melainkan di arena moral, etika, dan tanggung jawab sosial. Semangat pahlawan harus hidup dalam kerja-kerja pelayanan publik, pengabdian kepada masyarakat, dan pembangunan yang berpihak pada kemanusiaan.

“Para pahlawan telah menebus kemerdekaan dengan darah dan pengorbanan. Tugas kita hari ini adalah menjaga dan mengisi kemerdekaan itu dengan kejujuran, kepedulian, dan semangat kebangsaan,” lanjutnya.

Bunda Indah juga mengajak seluruh ASN dan masyarakat Lumajang untuk meneladani karakter para pahlawan pantang menyerah, rela berkorban, dan setia pada nilai-nilai luhur bangsa. Ia menekankan bahwa kemajuan daerah tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kekuatan moral dan gotong royong masyarakat.

“Pahlawanku Teladanku, Terus Bergerak, Melanjutkan Perjuangan bukan hanya tema peringatan, tetapi juga panggilan nurani untuk menjadikan setiap langkah kita bermanfaat bagi sesama,” ungkapnya penuh haru.

Prosesi tabur bunga di atas pusara para pahlawan menjadi simbol perjalanan panjang bangsa yang dibangun di atas keberanian dan cinta tanah air. Setiap kelopak bunga yang jatuh di atas makam seakan menyampaikan pesan abadi: bahwa pengorbanan mereka tidak akan pernah sia-sia.

Bagi Pemerintah Kabupaten Lumajang, upacara ziarah ini bukan sekadar ritual tahunan, melainkan media pembelajaran karakter kebangsaan, agar generasi muda tidak melupakan akar perjuangan dan nilai-nilai patriotisme.

Kehadiran para pelajar dan ASN dalam upacara tersebut juga dimaknai sebagai bentuk peneguhan komitmen, bahwa semangat kepahlawanan harus diwariskan lintas generasi.

“Menjadi pahlawan masa kini berarti hadir dengan solusi, bukan keluhan; membangun dengan keikhlasan, bukan ambisi pribadi; dan menjaga keutuhan bangsa dengan cinta, bukan kebencian,” tegas Bunda Indah.

Ia juga menyoroti pentingnya kesatuan sosial di tengah tantangan zaman digital dan modernisasi. Menurutnya, kemajuan teknologi tak boleh mengikis nilai gotong royong, empati, dan nasionalisme. Justru di era modern, semangat pahlawan harus menjadi kompas moral dalam menghadapi disrupsi dan perbedaan pandangan.

“Lumajang akan maju jika setiap warganya menjadi pahlawan di bidangnya masing-masing guru yang tulus mendidik, petani yang tekun menanam, aparat yang jujur melayani, dan generasi muda yang kreatif berkarya untuk negeri,” tungkasnya.

Dengan penuh hormat, tabur bunga diakhiri dengan doa bersama untuk arwah para pahlawan. Langit pagi Lumajang seakan turut bersaksi atas janji yang diucapkan dalam diam: semangat juang tidak akan padam, karena kemerdekaan ini akan terus dijaga dengan cinta dan kerja nyata.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA
Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait
Gara-Gara Pipa Air Bocor, Lansia di Lumajang Dibacok Tetangga Hingga Kritis
Duka Sumber Arum: Warga Meninggal, Dentuman Sound Horeg Kembali Jadi Sorotan
Perdebatan Mengenai Kedudukan Spiritual dan Keberlangsungan Karamah Para Wali yang Telah Wafat Kembali menjadi Sorotan
Pemerintah Kabupaten Lumajang Menghimbau Masyarakat Tetap Tenang, Menyusul Tipisnya Ketahanan Stok BBM Bersubsidi
Kawasan Hutan Pinus di Pronojiwo-Lumajang Mengalami Kebakaran Hebat
POLRESTA BANYUWANGI BERSAMA PERSONEL GABUNGAN INTENSIFKAN PENANGANAN KARHUTLA

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 01:28 WIB

ALIANSI PEDULI BANTEN SOROTI KINERJA PEMKAB TANGERANG, TERKAIT JALAN RUSAK SELAMA SEKITAR 20 TAHUN DI KP CIPARI CISOKA, PEMERINTAH KEMANA SAJA

Senin, 7 September 2026 - 01:21 WIB

Jalan Ancur Di Kp Cipari Cisoka, Ini Kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah : Kirim Titik Lokasi Segera Ya, Biar Saya Bantu Usulkan Ke Dinas Terkait

Senin, 7 September 2026 - 01:12 WIB

Gara-Gara Pipa Air Bocor, Lansia di Lumajang Dibacok Tetangga Hingga Kritis

Minggu, 6 September 2026 - 23:51 WIB

Duka Sumber Arum: Warga Meninggal, Dentuman Sound Horeg Kembali Jadi Sorotan

Minggu, 6 September 2026 - 02:45 WIB

Perdebatan Mengenai Kedudukan Spiritual dan Keberlangsungan Karamah Para Wali yang Telah Wafat Kembali menjadi Sorotan

Berita Terbaru