Keterangan : Empat korban dalam satu rumah, termasuk bayi 1 tahun terluka. Pelaku Diska Romadhon (28) kabur ke Tegal usai menghabisi keluarganya dengan golok, namun berhasil dibekuk Tim Resmob Polres Brebes. Motif asmara jadi pemicu.
BREBES,GarudaXpose.com//– Ketenangan malam di Desa Randusanga Kulon, Kecamatan Brebes, Kabupaten Brebes, mendadak pecah. Jeritan histeris dari dalam sebuah rumah mengundang warga berdatangan, Selasa (13/10/2026) malam. Kasus kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) paling brutal tahun ini terjadi di sana.
Seorang suami bernama Diska Romadhon (28) tega menghabisi keluarganya sendiri menggunakan sebilah golok.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Satu Keluarga Jadi Korban, Bayi 1 Tahun Ikut Terluka
Korban tak hanya satu orang. Ada empat orang yang menjadi sasaran amukan pelaku di dalam rumah tersebut.
Mereka adalah istrinya sendiri, Fitri Andiani (25), ayah mertuanya Taripin (53), ibu mertuanya Suripah (53), serta darah dagingnya sendiri, anak kandung berinisial TA yang baru berusia 1 tahun.
Menurut informasi di lapangan, pelaku membabatkan golok ke arah kepala istrinya dan kedua mertuanya. Sadisnya, sang bayi yang berada di lokasi juga mengalami luka sayatan benda tajam di bagian jempol tangan. Diduga korban berusaha melindungi diri atau terkena sabetan saat kejadian mencekam itu berlangsung.
Warga Desa Randusanga Kulon yang mendengar kegaduhan langsung berhamburan ke lokasi. Situasi saat itu panik. Darah berceceran di dalam rumah.
Detik-Detik Penyelamatan Warga
Beruntung, aksi cepat warga berhasil menyelamatkan nyawa para korban. Tanpa menunggu lama, tetangga dan warga sekitar langsung mengevakuasi keempat korban yang bersimbah darah ke IGD RSUD Brebes.
Hingga berita ini diturunkan, keempat korban masih menjalani perawatan intensif oleh tim medis RSUD Brebes akibat luka bacok di bagian vital.
Sementara itu, usai melakukan aksinya, Diska tidak menunjukkan penyesalan. Ia langsung kabur meninggalkan lokasi menggunakan sepeda motor, meninggalkan keluarganya dalam kondisi kritis.
Gerak Cepat Resmob, Pelarian Berakhir di Tegal
Laporan warga langsung direspon cepat oleh jajaran Polres Brebes. Tim Resmob Satreskrim Polres Brebes diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan pengejaran pelaku.
Dipimpin langsung Aiptu Titok Ambar Pramono, tim Resmob menyisir jalur pelarian pelaku. Hasilnya tidak butuh waktu lama.
Pelarian Diska Romadhon akhirnya terhenti. Ia berhasil diringkus petugas di wilayah Kota Tegal setelah upaya pelarian yang dilakukannya.
Penangkapan ini menjadi titik kunci pengungkapan kasus KDRT berdarah yang menggegerkan warga Brebes tersebut. Polisi juga berhasil mengamankan barang bukti sebilah golok yang diduga kuat menjadi alat yang digunakan pelaku untuk membacok korban.
Golok tersebut kini menjadi kunci penyelidikan untuk merekonstruksi utuh rangkaian kejadian berdarah tersebut.
Motif Cemburu Buta, Sering Cekcok
Apa yang membuat seorang suami tega membacok istri, mertua, hingga bayi kandungnya sendiri?
Kepala Desa Randusanga Kulon, Afan Setiono, mengungkapkan dugaan awal motif di balik aksi keji tersebut adalah persoalan asmara dan rasa cemburu yang berlebihan.
Menurut keterangan yang dihimpun dari para tetangga, pasangan suami istri tersebut memang kerap terlibat cekcok mulut. Pelaku diduga menuduh istrinya, Fitri Andiani (25), telah berselingkuh di belakangnya.
“Dugaan sementara karena cemburu. Pasangan ini memang sering cekcok karena masalah tersebut. Tapi untuk motif pasti dan kronologi lengkapnya, kita serahkan sepenuhnya kepada pihak kepolisian untuk didalami,” tegas Afan Setiono.
Kini, pelaku Diska Romadhon telah mendekam di sel tahanan Mapolres Brebes. Ia harus mempertanggungjawabkan perbuatan brutalnya di hadapan hukum. Polisi menjeratnya dengan pasal berlapis terkait penganiayaan berat dan KDRT yang mengakibatkan luka serius.***
(4905)















