LUMAJANG,GARUDAXPOSE.COM | Penampakan Gunung Semeru pagi ini, Jumat 3 Oktober 2026, sungguh menipu. Secara visual, puncak Mahameru setinggi 3.676 Mdpl terlihat sangat jelas, cerah, tanpa kabut, tanpa asap kawah. Namun di balik keindahan itu, magma di perut bumi sedang bergolak hebat.
Laporan resmi Volcanic Activity Report
MAGMA-VAR PVMBG Periode 03-10-2026 pukul 00:00 – 06:00 WIB yang disusun oleh Agastya Rajendra, Pos Pengamatan Gunungapi Semeru, mencatat aktivitas kegempaan yang sangat tinggi dan mengkhawatirkan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dalam 6 jam pengamatan saja, Semeru memuntahkan:
25 Kali Letusan dengan amplitudo 10-25 mm dan durasi panjang 72-205 detik, disertai suara gemuruh yang terdengar hingga pos pantau.
6 Kali Guguran Lava
14 Kali Tremor Harmonik yang menandakan pergerakan magma intens di kedalaman, durasi hingga 455 detik.
Hembusan, Tektonik Lokal dan Tektonik Jauh
Secara meteorologi cuaca memang cerah berawan, angin lemah ke barat daya, suhu 18-21°C. Namun data kegempaan itu menjadi sinyal bahwa Semeru tidak sedang baik-baik saja.
Hingga pagi ini, status Gunung Semeru masih bertahan di LEVEL III (SIAGA).
REKOMENDASI KERAS PVMBG: JANGAN UJI NYALI!
PVMBG mengeluarkan 3 larangan keras:
1.HARAM melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara sepanjang aliran *Besuk Kobokan sejauh 13 KM dari puncak. Di luar jarak itu, warga dilarang mendekat 500 meter dari tepi sungai Besuk Kobokan karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga 17 KM dari puncak.
2.DILARANG beraktivitas dalam radius 5 KM dari kawah/puncak karena rawan lontaran batu pijar yang mematikan.
3.WASPADA potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang sungai yang berhulu di puncak Semeru, yakni Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat, serta anak-anak sungainya.
Visual boleh jelas, Bos. Tapi status Siaga tidak boleh dianggap remeh. 25 letusan dalam 6 jam adalah angka yang tidak kecil.
GARUDAXPOSE.COM akan terus memantau CCTV dan MAGMA-VAR Semeru setiap jam
Sumber Data Valid: KESEMPATAN, Badan Geologi, PVMBG-MAGMA Indonesia












