Garudaxopose.com l Klungkung Bali – Kunjungan Kementrian Pendidikan Dasar dan menengah Dr. Abdul Kahar M.Pd bersama tim di Klungkung disambut Kepala Dinas Pendidikan Klungkung Drs I Ketut Sujana M.Pd, dan didampingi kabid Pembinaan Pendidikan Usia Dini (Paud) Dewa Made Oka Asmara dan Kabid Perencanaan, Pengendalian dan Evaluasi, Bappeda Klungkung, Ni Made Kari Sedani di Warung Laco Klungkung Selasa (29/9) belum lama ini.
Dalam Kunjungannya tersebut, pihak Kementrian Dr. Abdul Kahar, mengatakan, pertama-tama, mengakui dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah saat ini sengaja mencoba ke beberapa kabupaten kota untuk melihat perkembangan penyelenggaraan pengembangan anak usia dini holistik integratif. Walaupun dia mengakui memang sadar bahwa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah hanya salah satu gugus yang punya tanggung jawab terkait dengan pengembangan anak usia dini.
“Jadi kenapa kami berkunjung langsung ke Klungkung kerena disini ada beberapa lembaga lintas sektoral di sini ada sekitar 11 kementerian semuanya. Namun cuma kami salah satunya khusus untuk meanangani anak usia 5-6 tahun itu kan ada di satuan pendidikan kami, ada di sekolah yaitu TK,” papar Kementerian.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Kementerian juga mengatakan bahwa konsennya di sini untuk mengawal program ini sehingga betul-betul pihaknya mau melihat bahwa apa sih yang menjadi persoalan di lapangan. Nah salah satunya di Kabupaten Klungkung, karena melihat secara data nasional alhamdulillah luar biasa melihat Perkembangannya, melihat dari jumlah satuan pendidikan saja kalau nasional 97% itu swasta tapi di Klungkung itu mencapai 47% adalah dari negeri, dan ini sungguh luar biaa.
“Jadi selain itu salah satu yang jadi alasan kami ke sini, melihat dari 8 indikator PAUD di Klungkung juga luar biasa melebihi rata-rata nasional, Rata-rata nasional baru 73% pemenuhan 6 indikator minimal. kami mendorong agar powerful untuk kali ini agar kolaborasi seperti ini bisa terwujud, jadi kalau Bunda PAUD-nya aktif semuanya, tentu SKPD bisa didorong untuk berpartisipasi dalam menyukseskan pola ini,” jelas Abdul Kahar.
Sementara itu kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Klungkung Drs.I Ketut Sujana M.PD dalam tanggapanya mengatakan, semakin sering dikunjungi ini membawa vitamin untuk Kabupaten Klungkung dan semangat harus dibangun lebih berkoordinasi, lebih berkomunikasi. Khusus di pengembangan anak usia dini holistik integratif ini dan kerja bareng.
“Sehingga ada Pokja, kelompok kerja yang nanti dimotori oleh Bappeda untuk mengeksekusi berbagai indikator tadi. Ada yang PUPR, ada yang Dukcapil, ada yang Kesehatan, ada Posyandu, karena perkembangan anak usia dini ini kan integratif harusnya tidak di pendidikan saja, ya . pendidikan ya.. kesehatan, jadi kolaboratif di situ karena ini program nasional, ” ungkap Kadisdik Klungkung.
Dikatakan lagi, bahwa perlu mencermati bersama-sama tim berkolaborasi untuk memenuhi berbagai indikator dan pentingnya komunikasi dan monitoring bersama. Tidak boleh nanti kerja sendiri-sendiri. Sehingga Pokja yang dibentuk Bupati Klungkung itu adalah untuk bersama-sama mengeksekusi, tadi dari Pusat, Kementerian, Bunda PAUD memiliki peran yang sentral untuk kegiatan yang patut dicermati oleh semua termasuk aktivitas pendanaan dan tentu komitmen semua untuk pencapaian tidak mudah tapi harus diupayakan. 
“Ini sebenarnya berkembang terus, masalah indikator yang ang sampai 100 sudah ada yang indikator aman, kita ada yang 94 nanti kita akan masukkan, kita percepat. Terkecil 67, jadi ada lagi 23% ada beberapa sekolah atau satuan pendidikan yang barangkali kita motivasi untuk kurang, motivasi dorong dan tentu ya didampingi. Kalau kita nggak dampingi kan dia juga nggak bisa. ada proses pendampingan betul dan penguatan. saya pikir seperti itu,” pungkasnya. (Ketut+ Gus)












