144 Ribu Keluarga di Lumajang Terima Bantuan Beras untuk Tiga Bulan

- Penulis

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAXPOSE.COM | LUMAJANG – Sebanyak 144.540 keluarga di Kabupaten Lumajang menerima bantuan pangan berupa beras untuk alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Total 4.336.200 kilogram atau sekitar 4.336,2 ton beras disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat (KPM).

Penyaluran tersebut dilakukan Bulog secara rapel untuk tiga bulan. Setiap KPM menerima total 30 kilogram beras, dengan alokasi 10 kilogram untuk setiap bulan.

Kepala Kantor Bulog Probolinggo, Kuswadi, mengatakan penyaluran tiga bulan sekaligus dilakukan sesuai ketentuan program bantuan pangan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Mereka mendapatkan 30 kilogram, jadi dirapel untuk bulan Juli, Agustus dan September,” ujar Kuswadi, Sabtu (19/9/2026).

Menurutnya, sasaran penerima bantuan mengacu pada Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), khususnya masyarakat pada desil 1 hingga 4. Data tersebut menjadi dasar penetapan sasaran, sementara Bulog menjalankan proses distribusi sesuai petunjuk program.

“Dari DTSEN, untuk desilnya mulai 1 sampai 4. Bantuan ini sudah diproses dan pengiriman ke desa sudah mencapai 100 persen,” katanya.

Penyaluran bantuan mencakup 105 desa di Kabupaten Lumajang. Dengan pengiriman ke desa sasaran yang telah mencapai 100 persen, beras tersebut selanjutnya dapat diterima oleh keluarga penerima sesuai mekanisme penyaluran yang berlaku.

Bagi keluarga penerima manfaat, bantuan beras menjadi dukungan langsung terhadap kebutuhan pangan rumah tangga. Dengan terpenuhinya sebagian kebutuhan beras, keluarga memiliki ruang untuk mengatur pengeluaran lainnya sesuai kebutuhan masing-masing.

Kuswadi mengatakan bantuan pangan tersebut juga memiliki tujuan lain, yakni membantu perekonomian masyarakat sekaligus mendukung upaya menjaga stabilitas harga beras.

“Untuk membantu ekonomi masyarakat desil 1 sampai 4 dalam hal kebutuhan pokok. Kedua juga untuk menekan inflasi harga beras,” tuturnya.

Jumlah penerima pada penyaluran Juli–September 2026 mengalami penyesuaian dibandingkan periode Februari–Maret 2026. Pada periode sebelumnya tercatat 148.816 penerima, sedangkan pada penyaluran kali ini sebanyak 144.540 KPM.

Artinya, terdapat selisih 4.276 penerima atau sekitar 2,87 persen. Perubahan tersebut mengikuti data yang menjadi dasar penetapan sasaran bantuan, sehingga jumlah penerima dapat mengalami penyesuaian sesuai data terbaru.

Selain jumlah penerima, bentuk bantuan pada periode ini juga berbeda. Jika pada penyaluran Februari–Maret 2026 masyarakat menerima beras dan minyak goreng, pada periode Juli–September 2026 bantuan yang disalurkan berupa beras.

Penyaluran berbasis data sosial ekonomi menjadi bagian penting dalam memastikan bantuan pangan diarahkan kepada kelompok masyarakat sesuai kriteria yang telah ditetapkan. Karena itu, perubahan data penerima tidak serta-merta menunjukkan berkurangnya perhatian terhadap kebutuhan masyarakat, melainkan mengikuti data yang digunakan sebagai dasar penetapan sasaran program.

Dengan distribusi beras yang telah mencapai 100 persen ke desa sasaran, bantuan pangan periode Juli–September 2026 diharapkan dapat memberikan dukungan nyata bagi keluarga penerima manfaat dalam memenuhi kebutuhan pokok sehari-hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jaga Surplus Pangan, Kapolda Jatim dan Bupati Ipuk Kembali Panen Raya Jagung di Banyuwangi
Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian
Perkuat Kualitas Pembangunan, Pemkab Banyuwangi Gandeng IAI Kembangkan Arsitektur Berbasis Lokal dan Berkelanjutan
BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING
Tapteng Punya Laut Luas, Tapi PAD Tak Seberapa: Wabup Mahmud Persoalkan Regulasi PNBP
Gesah Pendidikan Bareng Bupati Ipuk, Beasiswa hingga Masa Depan Anak Disabilitas Jadi Pembahasan
Karya Cantik Dari Balik Lapas Banyuwangi, Warga Binaan Pelajari Seni Meronce Tas Bersama IWAPI
KORCAM BARISTAN TEGALSARI APRESIASI DINAS PENGAIRAN DAN KORSDA, PETANI DASRI–TAMANSARI TETAP DAPAT AIR DI MUSIM KEMARAU

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 00:58 WIB

144 Ribu Keluarga di Lumajang Terima Bantuan Beras untuk Tiga Bulan

Minggu, 13 September 2026 - 00:30 WIB

Jaga Surplus Pangan, Kapolda Jatim dan Bupati Ipuk Kembali Panen Raya Jagung di Banyuwangi

Minggu, 13 September 2026 - 00:25 WIB

Punya Potensi Besar, KAI Pilih Banyuwangi Buka Layanan Baru Angkutan Ternak dan Pertanian

Minggu, 13 September 2026 - 00:24 WIB

Perkuat Kualitas Pembangunan, Pemkab Banyuwangi Gandeng IAI Kembangkan Arsitektur Berbasis Lokal dan Berkelanjutan

Sabtu, 5 September 2026 - 06:21 WIB

BUPATI IPUK AJUKAN HELIKOPTER WATER BOMBING

Berita Terbaru