Lahan Jagung Kebonsari Wetan Dipantau Polisi, Panen Diproyeksikan Capai 9 Ton

- Penulis

Senin, 21 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Garudaxpose.com | PROBOLINGGO – Perkembangan tanaman jagung di Kelurahan Kebonsari Wetan, Kecamatan Kanigaran, Kota Probolinggo, mendapat perhatian dari kepolisian. Bhabinkamtibmas setempat turun ke lahan pertanian untuk memastikan perkembangan tanaman sekaligus berdialog langsung dengan petani.

Pemantauan dilakukan Briptu Aldian di lahan pertanian milik Slamet yang berada di Jalan Sunan Muria, Minggu (20/9/2026). Kegiatan tersebut berlangsung sekitar pukul 09.45 WIB.

Lahan dengan luas mencapai 1,2 hektare itu merupakan bagian dari Kelompok Tani Dewi Sri. Di atas lahan tersebut, petani menanam jagung varietas Jago.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Penanaman dilakukan pada 25 Agustus 2026. Berdasarkan perkembangan tanaman saat dilakukan pengecekan, jagung diperkirakan siap memasuki masa panen pada 10 hingga 20 November 2026.

Potensi produksi dari lahan tersebut diperkirakan berada di kisaran 7 sampai 9 ton. Namun, hasil akhir tetap bergantung pada kondisi tanaman dan proses pemeliharaan hingga waktu panen tiba.

Briptu Aldian tidak hanya melakukan pengecekan secara visual terhadap tanaman. Ia juga berbincang dengan petani untuk mendapatkan informasi mengenai perkembangan budidaya yang sedang berjalan.

Dalam dialog tersebut, kondisi tanaman dan proses perawatan menjadi bagian yang diperhatikan. Informasi dari petani juga diperlukan untuk mengetahui sejak awal apabila terdapat kendala yang dapat menghambat pertumbuhan tanaman.

Pendekatan langsung kepada petani dilakukan agar komunikasi antara kepolisian dan kelompok tani tetap terjaga. Dengan komunikasi tersebut, berbagai persoalan di lapangan diharapkan dapat segera disampaikan kepada pihak yang berkaitan.

Kapolsubsektor Kanigaran Ipda Iwan Hardi mengatakan, pendampingan terhadap petani merupakan salah satu bentuk kehadiran anggota Polri dalam mendukung aktivitas masyarakat.

“Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan, tetapi juga ikut mendorong masyarakat agar sektor pertanian terus berkembang. Kami berharap hasil panen nantinya dapat optimal dan turut mendukung ketahanan pangan,” kata Iwan.

Ia menjelaskan, pemantauan yang dilakukan personel di lapangan juga menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan sektor pertanian secara lebih dekat.

Menurut Iwan, komunikasi dengan kelompok tani perlu terus dibangun. Dengan pola komunikasi tersebut, informasi mengenai kendala maupun kebutuhan petani dapat diperoleh secara lebih cepat.

“Komunikasi dengan kelompok tani akan terus dilakukan sehingga apabila terdapat kendala di lapangan dapat segera diketahui dan dikoordinasikan dengan pihak terkait,” ujarnya.

Selain berkaitan dengan pertanian, kehadiran Bhabinkamtibmas di lokasi juga dimanfaatkan untuk menyampaikan pesan keamanan kepada masyarakat.

Petani dan warga sekitar diminta ikut memperhatikan situasi lingkungan. Kewaspadaan terhadap potensi gangguan keamanan menjadi salah satu hal yang ditekankan dalam komunikasi tersebut.

Masyarakat juga diingatkan untuk menjaga hubungan baik antarsesama warga. Kerukunan dinilai menjadi bagian penting dalam menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman.

Iwan menambahkan, menjaga keamanan bukan hanya menjadi tanggung jawab kepolisian. Keterlibatan masyarakat dibutuhkan agar kondisi lingkungan tetap terkendali.

“Kami juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan lingkungan. Dengan sinergi antara petani, masyarakat dan Polri, diharapkan situasi tetap aman dan kondusif,” tuturnya.

Pemantauan lahan jagung itu sekaligus menjadi bagian dari upaya kepolisian membangun komunikasi dengan masyarakat melalui aktivitas yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga.

Sementara itu, lahan jagung milik Slamet akan terus menjalani proses pemeliharaan hingga memasuki masa panen. Jika pertumbuhan tanaman berjalan sesuai perkiraan, hasil produksi diproyeksikan mencapai 7 hingga 9 ton dari lahan seluas 1,2 hektare tersebut.

Dengan pendampingan dan komunikasi yang terus dilakukan, perkembangan pertanian di wilayah Kebonsari Wetan diharapkan dapat berjalan lancar. Pada saat yang sama, masyarakat tetap diharapkan berperan aktif menjaga keamanan dan kerukunan di lingkungan masing-masing. (Septyan)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya Bertugas di Kepolisian, Bripda Firman Ukir Prestasi di Arena Taekwondo Nasional
Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Such an Honor for Indonesia
Ratusan Polwan dari 43 Negara Berkumpul di Bali, Kapolri: Ini Momentum Polwan RI Unjuk Kelas di Dunia
Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Sumberasih Sambangi Petani Jagung di Ambulu
Polisi Blusukan ke Lahan Jagung Kanigaran, Serap Curhat Petani dan Titip Pesan Kamtibmas
Sambut HUT Lantas ke-71, Satlantas Polres Probolinggo Banjiri PMI dengan Aksi Donor Darah
Dorong Semangat Warga Jaga Kamtibmas Babinsa Bersama Komduk Patroli Malam
Polres Probolinggo Kota dan Wartawan Perkuat Kemitraan Lewat PIRAMIDA

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 03:52 WIB

Tak Hanya Bertugas di Kepolisian, Bripda Firman Ukir Prestasi di Arena Taekwondo Nasional

Senin, 21 September 2026 - 03:38 WIB

Lahan Jagung Kebonsari Wetan Dipantau Polisi, Panen Diproyeksikan Capai 9 Ton

Minggu, 20 September 2026 - 09:39 WIB

Dua Kali Jadi Tuan Rumah IAWP, Kapolri: Such an Honor for Indonesia

Minggu, 20 September 2026 - 09:29 WIB

Ratusan Polwan dari 43 Negara Berkumpul di Bali, Kapolri: Ini Momentum Polwan RI Unjuk Kelas di Dunia

Sabtu, 19 September 2026 - 10:01 WIB

Dukung Swasembada Pangan, Bhabinkamtibmas Polsek Sumberasih Sambangi Petani Jagung di Ambulu

Berita Terbaru