Gunung Semeru Level III Siaga: Terjadi 24 Kali Letusan dan Gemuruh Meski Visual Tertutup Kabut

- Penulis

Sabtu, 19 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GARUDAXPOSE.COM | ​LUMAJANG — Pos Pengamatan Gunungapi Semeru mencatat aktivitas vulkanik Gunung Semeru di Jawa Timur masih berada pada tingkat Level III (Siaga).

Berdasarkan laporan pengamatan pada Sabtu (19/9/2026) periode pukul 06.00 hingga 12.00 WIB, gunung api tertinggi di Pulau Jawa tersebut terus menunjukkan kegempaan yang signifikan meski secara visual tertutup kabut tebal.

​Selama periode pengamatan enam jam tersebut, petugas mencatat terjadi sebanyak 24 kali gempa letusan dengan amplitudo berkisar antara 10 hingga 25 milimeter dan durasi 59 hingga 143 detik. Selain letusan, beberapa kali terdengar suara gemuruh berintensitas lemah hingga sedang dari arah kawah, meskipun asap kawah tidak teramati secara visual akibat kondisi gunung yang tertutup kabut kategori 0-III.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

​Tidak hanya gempa letusan, instrumen Pos Pengamatan Gunungapi Semeru yang berlokasi di Jawa Timur juga merekam 12 kali gempa hembusan, 2 kali gempa guguran, serta 2 kali tremor harmonik.

Kondisi meteorologi di sekitar Gunung Semeru dilaporkan berawan hingga mendung dengan tiupan angin lemah ke arah selatan dan barat laut.

​Menanggapi kondisi aktivitas vulkanik yang masih tinggi, Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi KESDM mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat dan wisatawan:

1.​Sektor Tenggara dan Besuk Kobokan: Masyarakat dilarang melakukan aktivitas apa pun di sepanjang aliran Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak. Di luar jarak tersebut, zona aman ditetapkan minimal 500 meter dari tepi sungai hingga jarak 17 kilometer dari puncak guna mengantisipasi perluasan awan panas guguran dan aliran lahar.

2.Radius Bahaya Puncak: Dilarang beraktivitas dalam radius 5 kilometer dari kawah atau puncak Gunung Semeru karena berpotensi terancam bahaya lontaran batu pijar.

3.​Kewaspadaan Aliran Sungai: Masyarakat diimbau selalu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, serta banjir lahar dingin di sepanjang lembah atau aliran sungai yang berhulu di puncak, khususnya Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, dan anak-anak sungai sekitarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Peringatan Maulid Nabi di SMKN Pasirian Lumajang Berlangsung Khidmat dan Kondusif
Polres Lumajang Amankan Aksi Reklaiming HGU PT Kalijeruk Baru, Massa Tanam Pisang Secara Simbolis
Pembagian Hand Traktor di Pandeglang Dipertanyakan, Sejumlah Poktan Soroti Transparansi Pengusulan
Polres Lumajang Amankan Pemasangan Banner Somasi KPK GL di Area HGU PT Kalijeruk Baru
KA Ijen Ekspres Lewat, Mobil Fortuner Terlibat Insiden di Persimpangan Klatakan Tanggul Jember KAI Daop 9 Tegaskan Pentingnya Utamakan Kereta Api
Bupati Lumajang Ir.Indah Amperawati,M.Si, Melantik Belasan Pejabat Daerah guna Dorong Efektivitas Birokrasi
Angin Kencang Saat Kebakaran Bambu di Perumahan Bogowonto, Damkar Probolinggo Langsung Bergerak
PWI Kabupaten Serang Dorong Peserta Maksimalkan Pra-UKW untuk Hasil Maksimal

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 10:23 WIB

Gunung Semeru Level III Siaga: Terjadi 24 Kali Letusan dan Gemuruh Meski Visual Tertutup Kabut

Sabtu, 19 September 2026 - 06:29 WIB

Peringatan Maulid Nabi di SMKN Pasirian Lumajang Berlangsung Khidmat dan Kondusif

Jumat, 18 September 2026 - 10:29 WIB

Pembagian Hand Traktor di Pandeglang Dipertanyakan, Sejumlah Poktan Soroti Transparansi Pengusulan

Jumat, 18 September 2026 - 03:52 WIB

Polres Lumajang Amankan Pemasangan Banner Somasi KPK GL di Area HGU PT Kalijeruk Baru

Kamis, 17 September 2026 - 12:15 WIB

KA Ijen Ekspres Lewat, Mobil Fortuner Terlibat Insiden di Persimpangan Klatakan Tanggul Jember KAI Daop 9 Tegaskan Pentingnya Utamakan Kereta Api

Berita Terbaru