GARUDAXPOSE | LUMAJANG — Kepolisian Sektor (Polsek) Pasrujambe bersama Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) meluruskan informasi yang beredar terkait isu kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kecamatan Pasrujambe, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
Setelah dilakukan verifikasi data pemantauan satelit dan pengecekan lapangan, dipastikan bahwa narasi empat titik kebakaran baru di kawasan tersebut tidak benar.
Langkah klarifikasi dilakukan melalui koordinasi dialogis antara Kapolsek Pasrujambe AKP Sujianto dan Kepala Resort Pengelolaan Taman Nasional Wilayah Pasrujambe, Khaerul Soleh, di Kantor Resort TNBTS Pasrujambe, Jumat (11/9/2026).
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
AKP Sujianto menegaskan, pencocokan data pemantauan menunjukkan bahwa titik karhutla yang beredar di masyarakat sebenarnya berlokasi di kawasan Bromo dan tidak masuk dalam areal administratif Kecamatan Pasrujambe.
“Sementara itu, empat titik koordinat yang sempat dikabarkan sebagai titik api baru di Pasrujambe ternyata merupakan kawasan jalur pendakian dari Ranupani menuju Ranu Kumbolo,” ujar AKP Sujianto, pada awak media.
Guna mencegah kesalahpahaman publik, pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi oleh kabar yang belum terverifikasi.
“Kepolisian bersama pengelola TNBTS berjanji akan terus memperketat pengawasan dan komunikasi guna mengantisipasi ancaman karhutla di sekitar kawasan taman nasional secara cepat dan akurat,” pungkas Kapolsek Pasrujambe.














