Karhutla TNBTS Ditangani dengan Strategi Darat dan Udara

- Penulis

Minggu, 9 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

GarudaXpose.com | Lumajang – Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), wilayah Desa Argosari, Kecamatan Senduro, Kabupaten Lumajang, menghadapi sejumlah tantangan kondisi lapangan. Jarak sumber air yang cukup jauh, medan menuju titik api, material vegetasi kering, serta perubahan arah angin menjadi faktor yang perlu diperhitungkan dalam setiap upaya pengendalian kebakaran.

Pemerintah Kabupaten Lumajang melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) telah mengerahkan Tim Reaksi Cepat (TRC) sejak Kamis (6/8/2026) untuk memperkuat kesiapsiagaan dan pemantauan terhadap perkembangan kebakaran di kawasan TNBTS wilayah Lumajang.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lumajang, Isnugroho, mengatakan kesiapsiagaan dilakukan dengan pengerahan personel secara bergantian serta koordinasi bersama unsur terkait. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan perubahan arah pergerakan api menuju wilayah Lumajang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu kendala utama dalam penanganan kebakaran adalah jarak titik pengambilan air yang mencapai sekitar 7 kilometer dari lokasi kebakaran. Kondisi ini membuat pemenuhan kebutuhan air untuk pemadaman dari darat membutuhkan dukungan dan strategi tersendiri.

Selain jarak sumber air, akses menuju titik api memiliki medan yang curam. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi mobilisasi personel maupun peralatan menuju lokasi kebakaran.

Faktor lain yang perlu diantisipasi adalah banyaknya dahan dan ranting kering di sekitar lokasi kebakaran. Material tersebut dapat menjadi bahan yang mudah terbakar sehingga berpotensi mendukung penyebaran api, terutama ketika kondisi angin cukup kencang.

Perubahan arah angin juga menjadi salah satu faktor yang terus dipantau petugas. Pergerakan angin yang berubah-ubah dapat memengaruhi arah penyebaran api sehingga strategi penanganan perlu disesuaikan dengan kondisi terkini di lapangan.

Isnugroho menjelaskan, kondisi tersebut membuat penanganan tidak dapat hanya mengandalkan satu metode. Tim gabungan menyiapkan sejumlah langkah yang disesuaikan dengan kondisi medan dan perkembangan kebakaran.

Upaya dari darat dilakukan melalui pembuatan sekat api serta gepyokan menggunakan dahan atau ranting basah. Petugas juga melakukan pemotongan pohon yang berada di sekitar jalur alternatif untuk mengurangi potensi api menyambar vegetasi lainnya.

Sementara itu, dukungan dari udara dilakukan melalui water bombing. Pada Jumat (7/8/2026), dua unit helikopter melakukan water bombing dengan mengambil air dari Ranu Regulo. Upaya serupa kembali dilakukan pada Sabtu (8/8/2026).

“Kami melakukan monitoring dan menyiapkan langkah-langkah apabila api merambat ke wilayah Lumajang,” ujar Isnugroho, Minggu (9/8/2026).

Menurutnya, pemantauan harus dilakukan secara berkelanjutan karena kondisi kebakaran dapat berubah mengikuti perkembangan arah angin dan kondisi vegetasi di lokasi.

Penanganan juga dilakukan secara bersama dengan melibatkan TNBTS Resort Ranupane, BPBD Kabupaten Lumajang, Babinsa Argosari, Polsek Senduro, serta Masyarakat Peduli Api dari Desa Ranupane dan Argosari. Dukungan penyiapan tangki air juga dilakukan oleh Kementerian Lingkungan Hidup bersama BPBD Provinsi Jawa Timur, BPBD Kabupaten Malang, dan BPBD Kabupaten Probolinggo untuk ditempatkan di sekitar kawasan Savana.

Berdasarkan assessment BPBD Lumajang, penyebab kebakaran masih dalam proses identifikasi oleh petugas yang berwenang. Sementara luas area yang terbakar masih dalam proses asesmen dan penghitungan oleh TNBTS.

Bagi masyarakat, kondisi tersebut menjadi pengingat pentingnya menjaga kawasan hutan dari sumber api. BPBD Lumajang mengimbau warga, pengunjung, dan pelaku jasa wisata untuk mematuhi ketentuan penutupan kawasan serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan apabila menemukan titik api atau kondisi yang berpotensi menimbulkan kebakaran agar petugas dapat melakukan penanganan sedini mungkin.

Melalui kesiapsiagaan sejak awal, pemantauan berkelanjutan, dukungan berbagai metode pemadaman, dan kolaborasi lintas unsur, upaya pengendalian karhutla terus dilakukan dengan mengutamakan keselamatan personel, masyarakat, serta perlindungan kawasan konservasi TNBTS.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, Polres Probolinggo Perketat Pemantauan dan Siagakan Personel
Ramah Dikantong Segarkan Tubuh, Nikmati Pemandian Alami Desa Ngepung
Respon Cepat Tanggap Bencana, Polsek Tempursari Amankan Lokasi Rumah Roboh dan Jalan Longsor Diterjang Luapan Sungai Glidik
Jalan Umum Dusun Tanah Los Terancam Putus, Terkikis Derasnya Air! Warga Minta Bupati Banyuwangi dan Dinas Pengairan Segera Turun Tangan
HAK JAWAB: Sutaryo Kader Senior PDI-P Desa Buaran Tegaskan Isu Pungutan Listrik Rp500 Ribu dan Mundur dari PDI-P Tidak Benar/Hoak
Hari Kedua Pencarian, Sat Pol Air Bersama Team Gabungan Berhasil Temukan Korban Terseret Arus Di Pantai Keramas
Longsor Maut di Lumajang, Dua Warga Tamanayu Pronojiwo Tewas Tertimbun di Dusun Jonggrang
Innalillahi, Pejuang Wahidiyah Lumajang KH. Moch. Tohir Wafat, Pengamal Berduka

Berita Terkait

Jumat, 6 November 2026 - 03:30 WIB

Bromo Semburkan Abu Vulkanik Setinggi 500 Meter, Polres Probolinggo Perketat Pemantauan dan Siagakan Personel

Kamis, 5 November 2026 - 10:01 WIB

Ramah Dikantong Segarkan Tubuh, Nikmati Pemandian Alami Desa Ngepung

Selasa, 3 November 2026 - 01:09 WIB

Respon Cepat Tanggap Bencana, Polsek Tempursari Amankan Lokasi Rumah Roboh dan Jalan Longsor Diterjang Luapan Sungai Glidik

Senin, 2 November 2026 - 12:37 WIB

Jalan Umum Dusun Tanah Los Terancam Putus, Terkikis Derasnya Air! Warga Minta Bupati Banyuwangi dan Dinas Pengairan Segera Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 12:15 WIB

HAK JAWAB: Sutaryo Kader Senior PDI-P Desa Buaran Tegaskan Isu Pungutan Listrik Rp500 Ribu dan Mundur dari PDI-P Tidak Benar/Hoak

Berita Terbaru