HAK JAWAB: Sutaryo Kader Senior PDI-P Desa Buaran Tegaskan Isu Pungutan Listrik Rp500 Ribu dan Mundur dari PDI-P Tidak Benar/Hoak

- Penulis

Senin, 2 November 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan: Klarifikasi di Rumah Pribadi Desa Buaran, Jatibarang – Mas Ur Sekretaris PAC Jatibarang Dinyatakan Korban Hoaks, Sutaryo Siap Jadi Pengurus dan Jaga Marwah PDI Perjuangan

BREBES,GarudaXpose.com//- Polemik beredarnya kabar dugaan pungutan program listrik dan isu pengunduran diri kader PDI Perjuangan di Kecamatan Jatibarang, Brebes akhirnya terjawab. Sutaryo, Kader Senior PDI-P Desa Buaran, Kecamatan Jatibarang, Kabupaten Brebes menyampaikan hak jawab resmi di kediaman pribadinya, Senin, 2 November 2026.

Dalam pertemuan yang dihadiri sejumlah kader, Sutaryo menegaskan dengan tegas bahwa berita yang beredar tersebut tidak benar/Hoak
“Terkait berita yang beredar itu tidak benar dan saya tidak pernah berbicara masalah pungutan dan saya tidak pernah berbicara mundur dari kader PDI-P,” tegas Sutaryo.
Sutaryo menjelaskan, dirinya tidak pernah mengatakan memungut sepeserpun terkait program listrik tahun 2025. Ia bahkan menantang dan memberikan jaminan untuk membuktikan ucapannya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“MAS Ur, benar-benar tidak pernah memungut sepeserpun? Mas Ur, Sekretaris saya tidak pernah memungut dari listrik tersebut,Jelas Kata mas Hj.

Ia juga meminta maaf apabila ada perkataan yang salah dan meminta pihak yang menyebarkan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan untuk legowo mengakui kesalahannya.

“Jadi itulah, saya minta yang menyebarkan berita yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, itu harus benar-benar legowo mengakui kesalahannya. Dan saya pun rela kalau saya salah, benar-benar, saya siap dikeluarkan dari Partai PDI Perjuangan,” lanjutnya.

Pada kesempatan yang sama, Sutaryo juga memberikan klarifikasi kedua. Ia mengaku tidak mengetahui soal uang Rp500 ribu yang dikaitkan dengan Mas Ur, Sekretaris PAC Jatibarang.

“Saya tadinya tidak tahu-tahu tentang masalah uang Rp500.000 yang katanya Mas Ur itu minta. Itu saya informasi dari Mas Dr. Jadi saya tidak tahu sendiri. Di samping itu saya tidak pernah mengatakan tentang masalah Mas Ur minta uang Rp500.000 tidak pernah. Karena saya itu di sana juga ada timnya yang memasang, tapi tidak ada suara yang mengatakan bahwa ada pungutan di situ,” jelas Sutaryo.

Ia menegaskan persoalan ini sudah selesai secara kekeluargaan. “Jadi saya kira ya saya dengan Mas Ur saling memaafkan, kan namanya manusia semuanya itu punya kesalahan, kekhilafan. Jadi tolong ya dianggap tidak ada masalah.”

Mas Hj: Mas Ur Hanya Korban, Isu Hoaks untuk Jatuhkan PAC Jatibarang

Klarifikasi juga datang dari Mas Hj. Ia menegaskan bahwa Mas Ur tidak melakukan pungutan apapun di Dukuh Mamengger.

“Sebenarnya Mas Ur itu hanya korban. Sebenarnya itu tidak ada pungutan di Mamengger sama sekali. Itu hanya cerita hoax, orang-orang yang ingin menjatuhkan PAC Jatibarang,” ungkap Mas Hj.

Sikap Tegas Mas Ur, Sekretaris PAC PDI-P Jatibarang: Jaga Marwah Partai

Sementara itu, Mas Ur selaku Sekretaris PAC PDI-P Jatibarang dalam hak jawabnya menyampaikan sikap tegas. Awalnya ia menyatakan tidak akan memaafkan dan akan menempuh jalur hukum karena merasa difitnah.

“Saya tidak akan memaafkan dan saya akan proses secara hukum. Karena saya sudah difitnah,” kata Mas Ur.

Namun setelah duduk bersama dan dilakukan klarifikasi, semua pihak sepakat bahwa tidak ada pungutan.

“Ternyata setelah duduk bareng kita sudah ketemu clear, ternyata tidak ada hal pungutan. Jangankan di Mamengger, Kecamatan Jatibarang nama saya ada enggak saya pungut, enggak ya enggak. Semua jadi yang menjawabnya enggak,” tegasnya.

Mas Ur akhirnya menyatakan legowo dan memaafkan dengan pesan agar kejadian serupa tidak terulang.

“Jadi tolonglah rumah kita dirawat. Kita sebagai kader partai tetap menjaga marwah partai. Jadi jangan sampai terulang hal-hal yang merugikan orang lain. Hal ini saya maafkan. Saya legowo, walaupun nama saya sudah (tercemar), saya legowo, saya maafkan. Pesan dari saya, jangan terulang kembali, kalau terulang kembali saya proses secara hukum. Dan saya pun bila mana saya melanggar dan merusak nama baik Partai PDI Perjuangan, saya pun siap menerima sanksi dari partai.”

Ia juga memberikan peringatan keras kepada pihak-pihak yang mencoba merusak soliditas partai.

“Tolong nih, Mas Wd, jangan merusak PAC Jatibarang. Sekali lagi jangan merusak, saya pribadi yang akan menyelesaikan. Yen wani aja wedi-wedi, yen wedi aja wani-wani. Itulah, tolong jangan dirusak. Kalau panjenengan bener-bener orang partai PDIP, itu jangan merusak. Ayo besarkan bareng-bareng. Rumah kita pilihara bareng-bareng. Jangan dirusak partai, dan jangan jadi pengkhianat partai,” pungkas Mas Ur.

Di akhir pertemuan yang berlangsung di Rumah Pribadi Sutaryo Desa Buaran pada Senin siang tersebut, Sutaryo menyatakan komitmen dan kesiapannya untuk tetap solid dan siap menjadi pengurus PAC PDI-P Jatibarang untuk membesarkan partai bersama-sama.***

(4905)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Follow WhatsApp Channel garudaxpose.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jalan Umum Dusun Tanah Los Terancam Putus, Terkikis Derasnya Air! Warga Minta Bupati Banyuwangi dan Dinas Pengairan Segera Turun Tangan
Hari Kedua Pencarian, Sat Pol Air Bersama Team Gabungan Berhasil Temukan Korban Terseret Arus Di Pantai Keramas
Longsor Maut di Lumajang, Dua Warga Tamanayu Pronojiwo Tewas Tertimbun di Dusun Jonggrang
Innalillahi, Pejuang Wahidiyah Lumajang KH. Moch. Tohir Wafat, Pengamal Berduka
FORJI Lumajang Ucapkan Selamat HUT ke-1 ORMAS LASKAR SAKERA: Di Bawah Kepemimpinan H. Nur Samsi, SAKERA Makin Hebat dan Jaya
Polres Lumajang Bersama Tim Gabungan Padamkan Kebakaran Hutan Pinus di Pronojiwo, Luas Terdampak 6 Hektare
Perampokan Berdarah di Jember Kota, Pemilik Toko Emas Murni Dibacok Dua Pelaku
FORJI Lumajang: Santri Berdaya, Indonesia Jaya, Momentum HSN 2026 Perkokoh NKRI

Berita Terkait

Senin, 2 November 2026 - 12:37 WIB

Jalan Umum Dusun Tanah Los Terancam Putus, Terkikis Derasnya Air! Warga Minta Bupati Banyuwangi dan Dinas Pengairan Segera Turun Tangan

Senin, 2 November 2026 - 12:15 WIB

HAK JAWAB: Sutaryo Kader Senior PDI-P Desa Buaran Tegaskan Isu Pungutan Listrik Rp500 Ribu dan Mundur dari PDI-P Tidak Benar/Hoak

Senin, 2 November 2026 - 09:29 WIB

Hari Kedua Pencarian, Sat Pol Air Bersama Team Gabungan Berhasil Temukan Korban Terseret Arus Di Pantai Keramas

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 02:16 WIB

Longsor Maut di Lumajang, Dua Warga Tamanayu Pronojiwo Tewas Tertimbun di Dusun Jonggrang

Senin, 26 Oktober 2026 - 03:29 WIB

Innalillahi, Pejuang Wahidiyah Lumajang KH. Moch. Tohir Wafat, Pengamal Berduka

Berita Terbaru