LUMAJANG, GARUDAXPOSE.COM | Bencana tanah longsor kembali memakan korban jiwa di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Dua warga Desa Tamanayu, Kecamatan Pronojiwo, meninggal dunia setelah rumahnya tertimbun material longsor di Dusun Jonggrang RT 22 / RW 08, Jumat (31/10/2026).
Korban meninggal dunia diketahui bernama Imron dan Hilya, pasangan suami istri warga setempat.
Berdasarkan informasi di lapangan, bencana dipicu curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Pronojiwo sejak sore hari. Tebing setinggi puluhan meter di atas permukiman warga longsor dan menimpa rumah milik Pak Wardi.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Material longsoran yang sangat besar kemudian kembali bergerak dan menimpa rumah kedua milik Imron yang berada tepat di bawahnya. Kedua korban yang saat itu berada di dalam rumah tidak sempat menyelamatkan diri dan tertimbun material tanah dan bebatuan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang, Isnugroho, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp membenarkan kejadian tragis tersebut.
“Terjadi musibah longsor di Dusun Jonggrang RT 22 RW 08, rumah Pak Wardi menimpa rumah saudara Imron. Adapun korban meninggal ada dua orang, Imron dan Hilya,” ungkap Isnugroho kepada wartawan.
Ia menambahkan, kondisi cuaca ekstrem yang tidak menentu dalam beberapa hari terakhir membuat struktur tanah di kawasan perbukitan Pronojiwo menjadi labil dan sangat rawan longsor.
“Pronojiwo ini memang termasuk kawasan rawan. Tanah sudah jenuh air, jadi kami imbau warga yang tinggal di bawah tebing untuk lebih waspada,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dusun (Kasun) Jonggrang melaporkan bahwa proses evakuasi telah selesai dilakukan warga secara swadaya.
“Informasi dari Kasun, korban jiwa sudah dievakuasi mandiri oleh warga dan akan segera dimakamkan,” jelas Isnugroho.
Hingga berita ini ditulis, jenazah kedua korban sudah berada di rumah duka dan pihak keluarga bersama warga setempat sedang mempersiapkan proses pemakaman.
Peristiwa ini menjadi pengingat keras bagi masyarakat, khususnya yang tinggal di kawasan rawan longsor di lereng Semeru seperti Pronojiwo, Candipuro, dan Pasrujambe, untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana susulan, terutama saat cuaca ekstrem.
BPBD Lumajang juga meminta masyarakat segera melapor jika melihat retakan tanah di sekitar tebing untuk dilakukan asesmen kebencanaan.















