LUMAJANG,GARUDAXPOSE.COM | Kabar duka menyelimuti keluarga besar Perjuangan Wahidiyah Kabupaten Lumajang. Salah satu tokoh pejuang senior Wahidiyah, KH. Moch. Tohir telah berpulang ke Rahmatullah pada Sabtu malam, 25 Oktober 2026 pukul 20.45 WIB di RSUD dr. Haryoto Lumajang.
_Innalillahi wa inna ilaihi raji’un._
Kepergian beliau meninggalkan duka mendalam bagi para pengamal Sholawat Wahidiyah, khususnya di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
KH. Moch. Tohir dikenal sebagai sosok yang sejak muda telah mendedikasikan seluruh hidupnya lahir dan batin untuk Perjuangan Wahidiyah. Di era Muallif Sholawat Wahidiyah, Mbah KH. Abdul Majid Ma’ruf, QS WA RA, beliau sudah aktif sebagai penggerak dakwah.
Beliau pernah mengemban amanah sebagai Ketua Perjuangan Wahidiyah (PW) Kabupaten Lumajang selama dua periode, yakni periode 2002-2006 dan 2006-2010. Selama kepemimpinannya, Perjuangan Wahidiyah Lumajang berkembang pesat hingga ke pelosok kecamatan.
Semasa hidupnya, Kyai Tohir hanya fokus pada satu tujuan mulia: mengajak umat dan masyarakat untuk kembali SADAR kepada Allah SWT wa Rasulullah SAW melalui media Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah yang bersumber dari Al-Qur’an dan Hadist Nabi.
Ketua PW Kabupaten Lumajang saat ini, Muhammad Imron, menghimbau kepada seluruh Khodimul Wahidiyah untuk menghadiri prosesi pemakaman almarhum.
“Dimohon kehadiran para Khodimul Wahidiyah pada pemakaman Kyai Moch. Tohir di pemakaman umum Lumajang, pada Senin 26 Oktober 2026 pukul 08.00 WIB,” himbaunya.
Menurut keterangan kerabat dekat, sebelum wafat tensi darah almarhum naik dan langsung dilarikan ke RSUD dr. Haryoto Lumajang untuk mendapatkan perawatan intensif.
Duka yang sama disampaikan Bawon Sutrisno, S.Sos, Ketua Yayasan Perjuangan Wahidiyah (YPW) Kecamatan Kunir, Lumajang.
“Kami sangat kehilangan salah satu tokoh Pejuang Wahidiyah Kabupaten Lumajang. Atas nama para pengamal Sholawat Wahidiyah se-Kecamatan Kunir dan jajaran kepengurusan PW Kecamatan Kunir, kami mengucapkan Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, semoga beliau Husnul Khotimah dan dijadikan penderek beliau Kanjeng Romo KH. Abdul Majid Ali Fikri, RA Pengasuh Perjuangan Wahidiyah dan Pondok Pesantren Kedunglo Kediri,” ujar Bawon.
Perjuangan Wahidiyah sendiri adalah perjuangan yang mengajak umat Jami’al Alamin untuk diajak lahir dan batin SADAR BILLAH melalui metode pengamalan Sholawat Wahidiyah dan penerapan Ajaran Wahidiyah, yaitu LILLAH-BILLAH dan LIRROSUL-BIRROSUL dan seterusnya, sesuai petunjuk di lembaran Sholawat Wahidiyah.
Sholawat Wahidiyah dan Ajaran Wahidiyah ditaklif oleh Muallif Wahidiyah, Mbah KH. Abdul Majid Ma’ruf, QS WA RA pada tahun 1963 di Kedunglo, Kediri. Beliau adalah putra pendiri Pondok Pesantren Kedunglo Kediri, Mbah KH. Mohammad Ma’ruf, QS WA RA.
Semoga almarhum KH. Moch. Tohir dijadikan penderek beliau Kanjeng Romo KH. Abdul Majid Ali Fikri, RA. Al-Fatihah.















